Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
kembalinya Aldi Ke Kantor


__ADS_3

"Maaf ya Pak saya tak bermaksud membuatmu bersedih" Ucap Renata sendu


"Sudah tidak apa itu hanya masa lalu saya,jangan di ingat lagi" Ucap Irfan seraya mengendarai mobilnya.


Mereka pun akhirnya saling diam kembali. Mobil Irfan terus melaju melewati beberapa pohon yang rindang dan pemandangan di sekitarnya.


"Rena kamu mau tidak, kita pergi ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum aku mengantarmu pulang?" Tanya Irfan seraya memecahkan kesunyian di keduanya.


"Tidak usah Irfan ini sudah malam, gak enak nanti apa kata orang jika aku pulang larut malam bersama seorang laki" Ucap Renata yang tak sepenuhnya berbohong.


Irfan pun tak memaksa, karena apa yang dikatan Renata benar. Mobil pun terus melaju sampai ke kediaman Renata.


***


Sebulan kemudian setelah kecelakaan Aldi dan Dirawat di Rumah sakit, kini kondisinya sudah membaik. Hari ini ia akan masuk kerja lagi seperti semula di tempat Pak Irfan, biarpun ingatannya belum pulih.


" Pak aku harus naik apa ke kantor hari ini?" Ucap Aldi dari luar yang tak pernah melihat motornya selama ini.


"Oh ia Ayah lupa kasih tahu kamu. Motor mu udah bisa di ambil di bengkel Mang Andre yang berada tak jauh dari rumah kita." Ucap Ayah dari dalam yang mendengar pertanyaan dari Aldi.


"Baiklah Yah, tapi bagaimana bisa motorku berada di sana" Tanya Aldi penasaran.


Ayah pun akhirnya menjelaskan.


Flashback on


Di hari Naas yang menimpa Aldi tersebut, Irfan melihat motor Aldi yang sudah tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi sudah rusak parah.


Irfan pun langsung menghampiri pemilik mobil pick up yang berada di sana. Ia pun meminta bantu untuk mengantarkan motor Aldi ke rumahnya, tak lupa ia berikan Upah.


Akhirnya motor Aldi pun di antar ke rumah. Setelah motor itu berada di rumah, Ayah Aldi mengantarnya ke bengkel yang berada tak jauh dari rumahnya.


"Mang tolong perbaiki motor ini ya, nanti setelah Aldi pulang dari Rumah sakit saya ambil, saya pergi ke Rumah sakit dulu ia" Ucap Ayah Aldi ke Mang Andre baru setelah itu ia pergi.

__ADS_1


Mang Andre yang melihat motor Aldi sudah rusak separah itu, menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir.


"Baiklah pak, hati-hati dijalan"Ucap mang Andre baru setelah itu motor Aldi di dorong ke dalam.


Flashback off


Setelah mendengar cerita dari Ayahnya Aldi segera menuju ke bengkel mang Andre. Tak lama kemudian ia pun sampai di sana.



Aldi langsung menghampiri pemilik bengkel motor tersebut.


"Mang Andre? kamu mang Andre kan, apakah motorku sudah siap mang yang sebulan lalu, ayahku menitip nya disini" Ucap Aldi yang melihat seorang pria, yang menurutnya pemilik bengkel tersebut.


"Maksud kamu Pak Gunawan dia ayahmu" Ucap mang Andre kepada Aldi, karena seingatnya cuma Pak Gunawan yang pernah menitip motor anaknya untuk diperbaiki.


"Ia benar dia Ayahku" Ucap Aldi spontan


Aldi pun langsung mengikuti mang Andre, ke sebuah Ruangan tempat motornya di simpan, Aldi pun melihat dan langsung mengeluarkan motornya tersebut yang sudah diperbaiki.


Setelah semuanya selesai Aldi langsung cabut menuju kantor Pak Irfan dengan motor yang memiliki banyak kenangan tersebut. Tak lama setelah melewati beberapa kilometer ia pun sampai di kantor Pak Irfan.


Begitu hendak akan masuk ke lobi kantor. Semua mata karyawan tertuju pada penampilan Aldi yang sedikit berubah dari sebelumnya.


Yang dulunya Rambut gondrong kini menjadi sedikit botak, tapi kumis tipisnya masih ada, walau begitu ia tetap terlihat Tampan karena memiliki tubuh yang tinggi dan berat badan yang ideal dan memiliki kulit tubuh berwarna putih.


Renata yang tidak suka Aldi diperhatikan seperti itu, langsung menghampirinya dan menarik tangannya masuk seraya memicingkan matanya kepada karyawan yang memperhatikan sehingga matanya terlihat begitu tajam kepada semua karyawan lain, yang membuat semua karyawan tadi langsung berhenti memperhatikan Aldi.


"Mbak kamu mau membawa ku kemana" Ucap Aldi yang tangannya masih di tarik Renata.


"Sudah ayok kita ke pantry dulu, aku tidak suka melihatmu dilirik sama orang seperti itu." Ucap Renata yang terus menarik Aldi sampai ke pantry


"Mbak sebentar, Bukan kah ini sudah masuk jam kerja"Sontak Aldi yang menghentikan tarikan Renata dengan wajah cemas.

__ADS_1


"Sudah kamu jangan takut, Pak Irfan sudah ngabarin saya. Saat dia sampai baru kita akan kerja, karena ada yang ingin di bicarakan" Renata menjelaskan agar Aldi tidak tegang.


Aku tak menyangka Al kamu bisa seperti ini, padahal dulu kamu sendiri yang sering ke pantry sebelum akan bekerja. batin Renata sedih


Mereka pun sampai di Pantry. Renata langsung membuat Teh untuk dirinya dan Aldi, memang momen seperti inilah yang Renata harapkan.


Tak lama datanglah Ari dan Dina yang mengacaukannya.


"Wes wes, ada yang lagi berduaanni" Goda Ari heboh


Sontak saja Dina yang mengerti dengan keadaan Aldi dan yang sekarang langsung menutup mulut Ari dengan tangannya, Dan memicingkan matanya yang membuat Ari langsung bungkam.


"Sudah tidak apa, tapi memang benarkan kami lagi berduaan, ya gak Mbak Renata?" Ucap Aldi yang mematahkan ketegangan.


Sontak saja Renata begitu tertegun dengan apa yang di ucapkan Aldi. Ari dan Dina pun akhirnya menjadi rileks kembali.


Tak lama di saat sedang mereka menikmati teh bersama, tiba-tiba Pak Irfan datang dan menyuruh mereka untuk berkumpul.


Mereka pun segera berkumpul. Ari dan Dina yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih, tidak berani bergandengan tangan atau bermesraan lainya. Karena di kantor di larang berpacaran di jam kerja atau di dalam kantor.


Semua karyawan sudah berkumpul. Irfan pun langsung mengutarakan apa yang ingin ia utarakan.


"Hari ini Aldi telah kembali ke kantor ini, seperti kalian tahu kondisi masih belum benar-benar sembuh, aku harap kalian bisa menerimanya. Jika ada dari kalian yang mencoba mempermainkannya saya tidak segan-segan untuk memecat, tanpa pesangon" Ucap Irfan tegas seraya kedua tangannya menumpang di atas meja.


"Hari ini Aldi juga telah aku posisi kan menggantikan karyawati yang resign kemarin, karena menikah." Ucap Pak Irfan lagi dengan posisi yang sama.


"Tapi pak saya kan baru belum tahu apa-apa" Ucap Aldi gugup yang tak percaya diri dengan apa yang di katakan Pak Irfan.


"Sudah kamu tenang saja, nanti Renata dan karyawan lain akan membantumu." Ucap Irfan memecahkan kegugupan Aldi.


Renata yang melihat dan mendengar Pak Irfan berbicara seperti itu. Seolah tak percaya, jika Irfan begitu menyanyangi Aldi.


"Baiklah Pak,, Saya akan berusaha bekerja dengan baik" Ucap Aldi seraya menjabat tangan Irfan, tanda berterima kasih.

__ADS_1


__ADS_2