Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Malam Pertama


__ADS_3

Siang ini begitu cerah.. Aku yang baru saja tiba di rumah merasa sangat gerah, akhirnya aku pun ke


Untuk membuat teh dingin, agar badanku menjadi segar kembali. Setelah itu aku segera membawanya ke teras, untuk bersantai sebentar sambil meminumnya. Kemudian aku pun kembali masuk ke dalam untuk mandi terlebih dahulu.


B**yuar byuar**..


Suara air, saat aku mengambilnya dengan gayung, dan menumpahkan ke seluruh badanku. Aku pun segera memakai sabun, agar badanku yang sudah bau asem menjadi Wangi kembali. Dan tidak lupa juga aku memakai shampo. setelah itu aku kembali mengambil air lalu menumpahkan kembali ke badanku, agar semua menjadi bersih. Mandi pun selesai, aku segera keluar dari kamar mandi. lalu aku duduk sejenak di atas tempat tidur sambil mengelap badanku dengan handuk, sampai kering. Setelah itu baru aku pakai baju dan bergegas kembali keluar dari kamar.


Aku pun keluar dari kamar, tiba-tiba aku merasa sangat lapar. Akhirnya aku memutuskan untuk mampir sebentar ke dapur untuk melihat makanan. setibanya di dapur aku cuma melihat hanya nasi saja yang ada di situ. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat nasi goreng dan telur dadar kampung saja. Saat sedang membuat nasi goreng aku teringat lagu Caca Andhika Angka Satu, aku pun menyanyi kanya.


Masak-masak sendiri..


Makan-makan sendiri..


Cuci baju sendiri, tidur ku pun sendiri..


Ya begitulah kehidupanku biar pun sudah menikah tapi kami tidak tinggal bareng.. Akhirnya nasi goreng yg aku buat pun selesai. Aku pun segera makan dengan lahap karena memang sudah sangat lapar. Saat lagi makan tiba-tiba ibuku pulang dari warung..


"Assalamualaikum" ucapnya


"Aku pun segera menjawab Waa'laikum salam."


Ibuku,, pun masuk dan menghampiriku, saat melihatku lagi menyantap nasi goreng yang aku bikin sendiri.


"Bu,, nanti malam aku tidur di rumah teman ya, ada tugas kampus yang harus aku kerjakan" pintaku pada ibu dan berharap di izinin.


Setelah aku menikah, aku jadi banyak berbohong terhadap ibu, agar aku bisa bersama istriku. Ya mau bagaimana sekarang aku sudah menjadi suami orang dan sudah wajib bertanggung jawab terhadapnya.


"Baiklah kalo begitu,Ibu mau ke kamar dulu."sahut ibuku ramah.


Aku pun segera melanjutkan makan ku, yang tadi sempat sedikit tertunda. Makan pun selesai aku segera membereskannya dan mencuci piring yang telah kotor abis aku makan.


***

__ADS_1


Hari pun telah sore aku pun mengambil ponsel ku dan memainkannya sebentar. lalu aku menelpon istriku.


"Halo mbak,," ucapku kepada Renata


"Kamu jangan panggil aku mbak lagi dong, kan sekarang aku istrimu, Ubur ubur sawah ku" sahut Renata sambil senyum-senyum.


Aku pun termenung sejenak sambil berpikir dan menjawab.


"Tapi aku masih canggung, kamu ngertiin aku ya" rengekku minta di kasihani


"Ya aku ngertiin kok bang, tapi jangan sering-sering ya karena sekarang derajat mu lebih tinggi dariku biarpun umurku lebih tua." ucap istriku pelan.


"Yasudah makasih ya sayang kamu udah ngertiin aku" ucapku yg mulai belajar memanggilnya sayang..


"Nah gitu dong, aku kan senang dengarnya" jawab renata kikuk.


" Sayang malam ini kan malam pertama kita, aku bole minta hak aku enggak" tanyaku yang agak ragu-ragu.


"Yasudah boleh,," jawab Renata kesan malu-malu


Hati ku sangat senang, tapi aku berpikir sejenak bagaimana caranya aku bisa tidur dengannya, sedangkan hubunganku dirahasiakan. aku pun kembali bertanya.


"Tapi gimana caranya ya sayang? "tanyaku bingung


"Ia juga ya gimana.. gini aja kamu masuk aja ke kamarku lewat jendela yang berada di samping" usul Renata.


"Oke baik lah mbak sampai jumpa" ucapku dengan nada senang.


Lalu aku memutuskan panggilan dengannya, dan merebahkan badanku ke kasur sampai mata ku tertutup. Saat terbangun aku pun kaget karena hari sudah gelap. Aku langsung bangun, lalu ke kamar mandi untuk mandi sebentar, setelah itu aku langsung bergegas menuju ke rumah Renata. Aku pun segera mengambil motorku dan tancap gas ke rumah renata. Saat tiba di sana aku mengirim pesan kepadanya.


"Sayang aku sudah sampai ini" ucapku


"Ia sebentar aku liat kondisi dulu aman tidak" ucap Renata

__ADS_1


Dia pun melihat kondisi diluar yang ternyata tidak ada siapa-siapa karena adiknya di kamar asik main game. akhirnya dia pun menyuruh ku masuk.


"Gimana mbak aman tidak?" tanyaku


"Aman kamu masuk saja lewat jendela samping" ucap Renata setelah melihat kondisinya aman.


Aku pun segera memarkirkan motorku agak jauh dari rumahnya sedikit lalu mengendap-ngendap masuk ke kamarnya. Akhirnya aku pun sampai di kamarnya setelah perjuanganku.


Kami pun duduk di kasur terlebih dahulu saling berbincang, saat larut dalam perbincangan aku pun memulai aksiku, dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu, seperti perintah dalam islam agar dapat membedakan manusia dan hewan.


Aku pun mencium bibir istriku dengan lembut, lalu memainkan bukit kembarnya. sampai gairahku tak tertahan lagi. Aku pun membuka kancing bajunya satu persatu. Hingga akhirnya kami telanjang bersama. Dia terkejut saat melihat senjataku yang begitu besar dengan mata melotot. Aku pun segera memasukkan ke dalam mulutnya dan meminta untuk memainkannya. Setelah itu aku pun segera menancap senjataku ke lubang surganya.


"Au sakit,," teriak istriku


Aku yang kaget segera menutup mulutnya dengan tanganku, dan berbisik di telinga nya. Tahan ya sayang sakit sedikit, lalu mencium keningnya dengan penuh kasih sayang. Sampai akhirnya rasa sakitnya pun hilang menjadi kenikmatan. sampai badan kami pun keluar keringat dan mendapatkan pelepasan bersama.


Kami pun akhirnya terbaring lemas bersama. Aku pun segera memeluknya sambil berkata.


"Kamu bahagia tidak dengan semua ini?" tanyaku pelan tapi menyentuh hati


Dia pun, tidak bisa menahan air matanya yg keluar, karena saking bahagianya.


"Ia aku bahagia" ucap istriku


Akhirnya aku pun memper erat pelukan ku, dan melepas beberapa ciuman kepadanya. Akhirnya kami pun istirahat sejenak, karena lelah sehabis olahraga malam kami.


hening sejenak,,,,


"Sayang aku minta satu ronde lagi bole?" renggek ku kayak anak kecil yg bikin istriku meleleh. Akhirnya dia pun menyetujuinya.


Aku yang tidak tinggal diam langsung mengempurnya kembali. Aku mendekatkan bibirnya lalu mencium dan memainkannya. Sampai senjata aku pun siap digunakan kembali yang sudah membesar. Aku pun memasukkannya sambil sama" menikmati permainan kami, hingga mendapatkan pelepasan bersama.


Akhirnya olahraga malam kami pun selesai dan aku langsung membawanya ke pelukanku sampai kami tertidur bersama..

__ADS_1


__ADS_2