
Ini Mas, sudah ketemu, di sini tertulis bahwa jadwal pesawat yang berangkat ke sana, sudah berangkat 2 jam yang lalu." Jawab pegawai bandara tersebut.
Mendengar hal itu, wajah Aldi menjadi sedih, lesu, lemah dan tak berdaya. Ia pun langsung membalikkan badannya ke belakang dan ingin segera keluar dari sana. Sesaat di perjalanannya keluar dari lobi bandara.
"Ah sial,, Kenapa aku bisa terlambat,, hiks,, hiks" Gerutu Aldi sambil menangis dan juga menendang sebuah botol minuman bekas sangking kesalnya.
"Kenapa kamu meninggalkan ku Renata. Kenapa kamu tidak mau menunggu sampai aku sembuh terlebih dulu. Hiks,, hikss!!" Gumam Aldi sendiri lagi, yang air matanya sudah jatuh membuyar. Dia juga mengacak-acak rambutnya sendiri sudah seperti orang gila.
Hampir semua mata pengunjung bandara tertuju padanya, tapi tetap saja ia tidak memperdulikannya, sebab rasa penyesalannya sudah sangat terlalu dalam kepada Renata. Rasanya Aldi sudah tidak ingin hidup lagi saat mengingat Renata yang sudah pergi dan meninggalkannya seorang diri di negeri ini.
***
Hari ini di kantor terasa sepi sekali, karena tidak ada kehadiran Renata di sana. Biarpun Aldi telah sembuh tadi ia tidak bisa merasakan kebahagiaan jika Renata tidak ada lagi bersamanya.
Aldi yang sudah datang dari pagi, kini ia terlihat murung sendiri sambil menyantap segelas kopi di pantry. Dina yang melihat Ari seperti malah merasa senang. Karena dia sudah tahu kenapa Aldi seperti itu.
"Syukurin, sekarang kamu tahu rasakan, gimana sakitnya di tinggal sama orang yang kita cintai." Gumam Dina sambil menggeleng-gelengkan kepala dan sedikit tersenyum.
Dina pun tidak berniat untuk memberi tahu, jika sebenarnya Renata tidaklah selamanya tinggal di sana, melainkan hanya untuk berliburan saja selama seminggu, berhubung keponakan Ibunya ada yang berpesta.
"Kenapa kamu melihat Aldi sambil senyum-senyum begitu?" Tanya Ari ke Dina, karena merasa heran dengan sikap kekasihnya itu.
"Sudah kamu jangan kencang-kencang bicaranya, nanti Aldi tahu." Jawab Dina sambil menutup mulutnya dengan jari telunjuk.
"Emang kenapa, Apa yang kamu sembunyiin dariku?" Tanya Ari lagi yang semakin penasaran, bahkan dia juga mengira jika Dina menyukai Aldi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku lagi berbohong sama Aldi. Aku mengatakan jika Renata sudah tidak kembali lagi ke sini dan menatap di negeri seberang untuk selamanya, makanya dia seperti itu. Karena aku kesal selama ini dengannya yang telah banyal menyakiti Renata." Jelas Dina jujur.
"Iss!! kamu ini, tapi kamu ada benarnya juga sih melihat kelakuannya selama ini dengan Renata, yasudah lah biarin aja sesekali kita kerjain dia." Jawab Ari lagi, kemudian mereka tertawa bersama di belakang.
Kini dan Dina dan Ari langsung masuk ke ruangannya untuk bekerja. Aldi juga masuk ke ruangannya untuk bekerja, biarpun semangatnya tidak ada, tapi tetap saja ia harus bekerja, agar tidak makan gaji buta.
Aldi langsung membuka layar monitor untuk membuat sketsa lagi. Kali ini berbeda, jika dulu dia sangat mudah untuk menyelesaikan sketsa dengan Bagus dan benar. Kali ini malah menjadi sebaiknya. Aldi berkali-kali salah dan merisetnya kembali. Biarpun dia sudah berusaha dengan baik tapi tetap saja hasil tidak memuaskan baginya.
Aduh kenapa jadi seperti ini, kenapa rasanya susah sekali menyelesaikan satu sketsa. Apa ini mungkin aku tidak bisa bekerja selama Renata belum ada kabar. Tapi apa yang harus kulakukan. Gumam Aldi dalam hati.
Aldi pun langsung memikirkan cara agar ia bisa menyusul dan mencari Renata ke Malaysia. Sambil mengotak-atik komputer, satu tangannya ia tumpangkan kepala seraya memikirkan sesuatu ide yang akan muncul di kepalanya.
Di tempat lain,
Kini Renata dan sepupunya tersebut sudah berada di 1. Petronas Twin Towers (Kuala Lumpur)
Menara Kembar Petronas merupakan landmark dari Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Petronas juga pernah tercatat sebagai salah satu menara tertinggi di dunia pada 1998-2004.
Daya tarik lain dari Menara Kembar Petronas adalah jembatan yang menghubungkan kedua menara. Pada jam tertentu Anda bisa naik dan berkunjung ke jembatan tersebut untuk melihat pemandangan Kuala Lumpur dari ketinggian.
Renata langsung menyuruh sepupunya untuk mengabadikan beberapa foto dirinya dan juga foto dirinya dengan sepupunya yang berada di sana. Hati dan perasaan Renata menjadi sedikit tenang dan lega saat berada di sana.
Pikiran Renata yang galau ke Aldi juga hilang sesaat, ketika mereka berada di sana. Wajah Renata kembali ceria. Kini setalah lumayan lama di sana, kini mereka kembali berkunjung ke tempat lain.
"Mona, kita ke tempat lain ayok, aku juga ingin melihat beberapa tempat lain yang ada di sini." Ajak Renata ke sepupunya tersebut.
__ADS_1
Mona adalah anak dari adik, Ibunya Renata, mereka sudah sangat lama tidak bertemu, karena dulu Ibunya Renata saat menikah dengan Ayahnya, ia pindah warga negara menjadi warga negara Indonesia dan jarang-jarang pulang ke sana. Dan umurnya cuma satu tahun lebih muda dari Renata.
Parasnya yang cantik dengan kulit sawo matang dan tidak lupa juga lesung pipinya yang menghiasi wajahnya sehingga terlihat sangat manis. Jarang sekali jika seorang lelaki yang melihatnya tidak meleleh.
"Yasudah ayok, Mak cik, ucapnya
Mereka pun langsung meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan gembira dan menuju ke tempat yang lainnya.
Tak lama berjalan kini mereka sudah sampai di suatu tempat yang tak kalah Indah dari menara kembar tersebut.
Tempat tersebut adalah Batu Caves (selangor)
Batu Caves bisa jadi tempat kedua di Malaysia yang ramai dikunjungi wisatawan Indonesia dan mancanegara.
Batu Caves merupakan tempat wisata berupa kuil Hindu. Pada bagian bawah Anda akan menemui sebuah patung besar Dewa Murugan setinggi kurang lebih 40 meter.
Sementara untuk mencapai kuil Anda harus menaiki ratusan anak tangga. Di bagian atas atau dalam gua, akan terbagi menjadi 3 bagian.
Jika datang pada waktu tertentu, Anda bisa melihat festival Hindu Thaipusam. Tempat wisata ini tidak dipungut biaya dan bisa dicapai menggunakan kereta atau bus.
Renata pun langsung menyuruh Mona untuk mengabadikan beberapa fotonya lagi. dan juga mereka menyuruh orang yang berada di sana untuk memfoto mereka.
"Benar-benar Indah ya Mona di sini, rasanya aku tidak ingin pulang lagi." Ujar Renata.
"yang benar saja kamu Renata, itu karena kamu baru berkunjung ke sini. Aku nyakin di Indonesia juga tak kalah Bagus dari sini." Jawab Mona dengan bahasa Indonesia, karena dia bisa berbahasa malaysia dan Indonesia juga.
__ADS_1