
"Yasudah ayok duduk lagi, karena bapak juga ingin tahu lebih banyak lagi tentang kalian, coba ceritain gimana kalian bisa menikah dan siapa wali nikahnya?" Di suana yang sudah tenang kini Ayah kembali mengintrogasi Aldi dan Renata.
"Kami menikah awalnya Yah, karena saling mencintai dan karena Aldi yang masih berumur belasan tahun, dia tidak nyakin dengan orang tuanya yang akan menyetujuinya untuk menikah di usia dini, begitu pula dengan ayah. Oleh karena itu aku meminta paman untuk menjadi wali nikah kami, sebab kami takut jika terlalu lama berpacaran nanti suatu hal buruk akan terjadi, oleh karena itu aku menikahlah secara diam-diam untuk menghindari hal-hal buruk seperti zina dan laimnya." Renata langsung menjelaskan semuanya dengan sedetail mungkin, karena baginya sekarang sudah tidak ada lagi yang harus di tutup-tutupi.
"Benarkah seperti itu Al." Tanya Ayah kembali supaya yang ingin menyakinkan dirinya agar tidak ada lagi kebohongan setelah ini.
"Benar, Pak, kami berdua saling mencintai biarpun umurku lebih muda dari umurnya, tapi Renata juga selama ini menghormati selayaknya istri." Jelas Aldi lagi menyakinkan Ayah mertuanya itu.
"Yasudah kalau begitu malam ini juga kalian harus melaporkan ke kepala desa, biar tidak menjadi fitnah yang ujung-ujungnya nanti kalian digebrek warga, karena salah paham." Saran Ayah, tapi ia entah lupa atau kenapa, sehingga ia tidak menanyakan tentang keluarga Aldi yang sudah mengetahui atau belum masalah ini.
"Baiklah Pak, sekarang juga saya dengan Renata akan ke sana." Potong Aldi sampai di situ, yang tidak ingin Orang tua Renata lebih lagi mengintrogasi nya, apa lagi sampai menanyakan masalah orang tuanya, jujur untuk belum ini Aldi belum siap jika harus orang tuanya mengetahui ini semua. mungkin ke depan di saat waktu yang sudah tepat baru ia akan menceritakan semuanya.
Kini Aldi langsung bangun dari tempat duduknya yang mungkin lebih sedikit mewah di bandingkan tempat duduk di meja makan rumahnya. Renata yang menoleh dan melihat Aldi sudah bangun dari tempat duduknya ia juga ikut bangun karena dia sudah harus menemani Aldi untuk ke rumah kepala desa di kampungnya tersebut.
Sesaat dalam perjalanan Aldi berseru kepada istrinya itu. "Sayang kamu jangan menceritakan dulu masalah orang tuaku ke pada Ayah dan Ibumu ya, jika mereka bertanya jika orang tuaku sudah mengetahui masalah ini, kamu bilang saja dulu sudah ya. Karena jujur sampai sekarang aku masih belum berani jujur kepada mereka, aku takut jika mereka kecewa kepadaku."
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan Aldi, Renata mencoba untuk memahami kondisi Suaminya brondong nya itu, apalagi nada bicaranya sendu seperti itu, sudah pasti Renata tidak sanggup untuk membantahnya.
"Baiklah sayang aku mengerti, yang terpenting sekarang juga kita tidak harus lagi bersembunyi-sembunyi seperti maling. Karena orang tua ku sudah merestui kita." Jawab Renata yang kemudian memeluk erat pinggang Aldi di atas motor tersebut.
"Makasih ya sayang, kamu sudah mau mengerti." Ucap Aldi lagi sambil mengelus-elus kepala Renata dengan satu tangan, sambil mengendara.
Tak lama setelah menempuh beberapa jarak yang tidak cukup jauh, tapi tidak juga dekat. Kini mereka sampai di rumah kepala desa, yang lumayan besar. Dilihat dari rumahnya sih sepertinya kepala desa ini termasuk orang kaya di kampung sini. Bisa terlihat jelas dari postur rumahnya yang Bagus terus di hiasi dengan taman bunga di depan halamannya. Dan terlihat juga sudah memiliki pagar yang modern. Tidak seperti pagar pada umumnya yang bisa di masuki lembu, atau binatang ternak lain sejenisnya.
Tuk Tuk Tuk
Tak lama keluarlah seorang Pria yang sudah paruh baya, dengan tubuhnya yang pendek dan perut sedikit buncit juga di hiasi dengan kumis lebat seperti Pak Raden. Ia berdiri di hadapan kami dengan hanya menggunakan celana dan baju singletnya. Dan dialah kepala desa di sini.
"Eh, ada tamu, ayok silahkan masuk dulu." Ucapnya dengan ramah mempersilahkan kami.
Aldi dan Renata langsung masuk ke dalam dengan hati yang sedikit lega, karena tadi Aldi sempat berpikir jika kepala desa itu sedikit seram dan menakutkan. Tapi setelah melihat gelagatnya tadi sudah bisa disimpulkan, jika dia bukanlah orang yang harus di takutkan.
__ADS_1
"Iya, ada maksud dan tujuan apa kalian menjumpai saya malam-malam begini." Ucapnya penuh tanda tanya kepada Aldi dan Renata yang sudah duduk di sofa rumahnya. Tapi nadanya tidak kasar atau kejam.
"Gini Pak, kami datang kemari hanya ingin memberi tahu bahwa sebenarnya kami ingin menyerahkan surat ini kepada Bapak, biar warga Bapak tidak salah paham kepada kami atau berprasangka buruk." Jelas Aldi sambil memberinya sebuah surat pernikahan siri mereka.
Tanpa bertanya terlebih dulu, Kepala desa tersebut langsung mengambil surat yang di berikan oleh Aldi, ia membaca dengan teliti dan juga fokus. Karena dia sangat penasaran dengan apa yang tertulis di surat tersebut, karena Aldi tidak memberi tahunya terlebih dahulu tentang apa isi yang tertulis di surat itu. Renata dan Aldi hanya melihat saja dan duduk menunggu sampai kepala desa tersebut selesai membacanya. Juga sesekali melirik desain-desain rumah tersebut karena terlihat sangat Indah.
Setelah menerima dan membaca surat tersebut, Kepala desa itu menghargai mereka, walau sebenarnya ia sempat kaget saat melihat umur aldi yang masih belasan tahun sudah berani mengambil resiko seperti ini dan juga melihat selisih umur mereka yang lumayan jauh, tapi tetap saja ia salut sama mereka karena sudah datang dan melapornya ke pada dia. Yang artinya mereka menghargai nya sebagai kepala desa.
"Baiklah saya sudah membaca dan juga menghargai kalian, Terima kasih ya kalian sudah mau melapor ke saya terlebih dahulu. Jika tidak mungkin saya tidak akan tahu jika kalian sudah menikah!!" Ucapnya dengan sedikit menebarkan senyuman, entah itu untuk mengejek atau bukan.
"Baiklah Pak, kalau gitu saya dan istri saya pamit pulang dulu ya." Ujar Aldi yang langsung berdiri mengangkat bokongnya itu, begitu juga dengan Renata.
Kepada desa tersebut hanya tersenyum dan mengangguk juga ikut mengantarkan mereka sampai ke pintu depan. Setelah Aldi dan Renata melajukan motornya baru lah ia kembali menutup pintu dan masuk ke dalam rumah mewahnya tersebut.
"Sekarang sayang semuanya sudah beres, aku sekarang jadi bisa leluasa untuk bertemu denganmu juga tidur bersamamu." Seru Aldi
__ADS_1
"Ah kamu pake ngeles segala, bilang saja si joni mu mau minta jatah kan!!" Jawab Renata yang sudah mengetahui maksud dari omongan suami brondongnya itu