
Saat Asyik sedang mengobrol tiba-tiba Pak Irfan datang.
Ehem,, hem
Pak Irfan berhehem, "Apa gini kerjaan kalian jika tidak ada saya, hanya mengobrol saja" Ketus Irfan
Sontak saja Dina dan Renata begitu terkejut, karena pagi-pagi gini sudah kenak tegur sama atasan.
"Maaf pak" Ucap Renata dan Dina.
Mbak Dina pun langsung berjalan kikuk kembali ke tempat ia bekerja yang bersebelahan dengan ruang Renata, seraya muka tertunduk ke bawah. Sedangkan Renata langsung fokus bekerja kembali.
Tiba-tiba Irfan datang ke samping Renata seraya berbisik. "kamu siap-siap sebentar lagi kita akan berangkat jemput Aldi"
"Benarkah Pak, Aldi akan pulang hari ini" Ucap Renata dengan antusias sanking bahagianya, dengan tangan sedikit menutup mulutnya.
Giliran Aldi aja dia seheboh itu. batin Irfan Lalu berjalan masuk ke ruangnya.
Renata sangat bahagia mendengar kabar bahwa Aldi(suaminya). Hari ini di izin kan pulang, sebenarnya Renata malas ikut Pak Irfan karena gelagatnya seperti orang yang sedang mendekatinya. Bagaimana tidak seorang Irfan yang bersikap dingin dan tegas dengan semua karyawan, tiba-tiba begitu perhatian dengannya.
Tangannya Renata terus menari di atas keyboard dan matanya menatap layar monitor, tapi pikiran sedang gelisah.
Irfan yang sudah masuk ke ruangan, ia langsung duduk di kursinya sambil membuka layar monitor, dan mengecek perkembangan Perusahaannya satu persatu dengan teliti, sampai senyum puas terlihat dari wajahnya. Semakin hari perusahaannya semakin maju saja.
***
Jam telah memasuki waktu istirahat siang, Renata dengan buru-buru berkemas, langsung pergi antusias ke ruang Pak Irfan.
"Rena" Panggil Mbak Dina," Kenapa kamu buru-buru sekali, bukankah kamu sudah janji, kita akan pergi istirahat bareng?" Tanya Dina kembali yang melihat Renata sedang terburu-buru, dan akan masuk ke ruang Pak Irfan.
Renata yang mendengar suara Mbak Dina memanggilnya langsung menoleh ke arahnya.
"Ia mbak Dina, Maaf ya hari ini aku gak bisa ke kantin bareng kamu, aku udah janji sama Pak Irfan untuk menjemput Aldi" Ucap Renata "Aldi sudah bisa pulang hari ini" Imbuhnya.
Dina yang mendengar perkataan dari sahabatnya itu langsung memahami keadaan.
"Yasudah hati-hati, titip salam buat Aldi dan keluarganya" Ucap Dina ramah
"Oke" Ucap Dina yang langsung berlalu dari hadapan Dina.
__ADS_1
Tok tok tok.
Assalamualaikum..
"Masuk" Ucap Irfan dari dalam.
Renata yang mendengarnya langsung masuk menjumpai Pak Irfan.
"Pak kita akan jemput Aldi kan" Ucap Renata datar
"Ia, ayok kita pergi sekarang" Ucap Irfan senyum
Mereka pun jalan beriringan menuju ke parkiran. Tak lama kemudian mobil Pak Irfan pun keluar dari kantor.
Di tempat lain Ari dan Dina sudah berjalan beriringan menuju ke kantin perusahaan. Makin hari mereka makin akrab saja.
Saat sampai mereka langsung memesan makanan yang di inginkan mereka.
Ari memesan Bakso dan Jus Jeruk sedangkan Dina memesan Bakso dan Jus Apel.
"Din, nanti malam kamu ada waktu tidak, aku ingin mengajak mu makan malam" Ucap Ari lembut.
Ari sebenarnya tampan, dengan postur badan yang tinggi kulit kuning langsat. Dan memiliki kumis tipis, banyak wanita yang mengidolakannya. Tapi sayang ia dulu kekeh ingin mendekati Renata.
Tak lama mereka menunggu akhirnya pesanan mereka tiba. Dina langsung menikmati pesanannya berbeda sama Ari, ia keliatan malu-malu seperti orang jaga image.
"Din, aku kok malu-malu ya sekarang saat denganmu" Ucap Ari yang tidak sepenuhnya berbohong
"Ah kamu bisa aja gombalnya" Ucap Dina membalasnya, sambil matanya memerhatikan gerak-gerik Ari.
"Kami jangan ngeliatin aku macam itu, aku jadi tambah malu" Ucap Ari kikuk.
Sebenarnya aku juga malu Ari saat berdua denganmu seperti ini, tapi aku tidak mau berlebihan nanti jatuh sakit. batin Dina
"Ia ia deh aku gak liat lagi" Ucap Dina dengan wajahnya sedikit ia buang.
Mereka pun asyik mengobrol sampai tak terasa waktu istirahat telah habis. Mereka pun membayar pesanan mereka ke kasir, lalu jalan beriringan menuju ke Ruang Kerja masing-masing.
...
__ADS_1
Pak Irfan dan Renata pun telah sampai di Rumah Sakit. Setelah semua biaya administrasi di selesaikan mereka pun pulang bersama ke rumah Aldi.
Ayah Aldi duduk di depan sama Irfan sedangkan Aldi, Renata dan Ibu, mereka duduk di belakang kursi kemudi.
"Al tadi Dina, ucap salam kepadamu dan keluargamu" Ucap Renata ke Aldi yang Ibu Pun ikut mendengarnya.
"Oh Ia, siapa Dina itu, apakah dia juga teman kerjaku seperti mu" Ucap Aldi yang sedikit terkejut mendapat kabar dari Dina.
"Ia, kamu harus cepat sembuh biar kita bisa kayak dulu lagi" Ucap Rena yang memberi perhatian ke Aldi.
Aldi pun hanya mengangguk dengan apa yang di ucapkan Renata. Ada sedikit rasa takut di hatinya jika teman-teman nya nanti akan menghindar darinya dengan kondisi yang seperti ini.
Dina ya kenapa aku tidak bisa mengingat ya. batin Aldi
Ibu yang melihat Aldi seraya lagi memikirkan sesuatu pun berkata. "Sudah jangan kamu paksakan untuk mengingat, kamu sabar aja seiring jalannya waktu kamu pasti akan ingat sendiri, Ibu pasti akan selalu membantumu"
"Aku takut buk jika nanti teman-teman ku akan menghindar dariku" Rasa takut yang selama ini ia pendam pun akhirnya ia keluarkan.
" Sudah kamu tidak usah takut aku akan selalu ada di dekatmu. Aku akan selalu membantumu" Ucap Renata lagi menyemangati Aldi, ia tidak ingin suaminya menjadi terpuruk(stres) seperti ini.
"Baiklah Mbak." Ucap Aldi sendu
"Gito dong kamu harus semangat" Ucap Renata.
Ibu yang mendengar kata yang keluar dari mulut Renata ikut memberi menyetujuinya.
Akhirnya mereka pun sampai di Rumah Aldi. Irfan langsung membuka pintu mobilnya dan mengangkat beberapa barang Aldi dan di bawa masuk ke rumah.
"Tante, Aku pulang dulu ya, nanti aku kemari lagi setelah aku mandi" Irfan Izin pamit ke orang tua Aldi.
" Ia hati-hati dijalan terima kasih telah membantu Ibu dan bapak selama ini" Ucap Ayah Aldi yang merasa terlalu banyak menyibukkan Irfan
" Sudah jangan seperti itu, kita keluarga, sudah seharusnya saling membantu" Ucap Irfan dengan nada sopan. Baru setelah itu ia pergi bersama mobilnya itu.
"Ayok Rena kita masuk, kamu jangan malu-malu anggap aja Rumah sendiri" Ucap Ibu Aldi.
"Baiklah bu" Ucap Rena yang terharu karena Ibu dan Ayah Aldi sangat baik dengannya selama ini.
Mereka pun masuk bersama ke dalam rumah Aldi yang sederhana itu.
__ADS_1