Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Ari Dan Dina Jadian


__ADS_3


VISUAL ARI



VISUAL DINA


...


Matahari telah terbenam dari ufuk timur ke ufuk barat. Ari yang telah bersiap-siap menggunakan setelan kemeja putih disertai blazer hitam di luarnya dan di ikuti bawahannya dengan warna senada nya.


Tak lupa rambut disisir ala korea dengan Pomade sehingga terlihat begitu tampan dan menawan.


Sebelum akan berangkat dia pun kembali melihat tampilannya di cermin dari bawah sampai atas, dan memutar beberapa kali badannya ,sehingga terbit senyum yang memuaskan di wajahnya.


Ari pun keluar dari rumahnya dengan menggunakan motor maticnya menuju ke rumah Dina sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menghembus badannya.


Tak lama kemudian setelah menempuh jarak beberapa kilometer, ia pun sampai di rumah Dina. Terlihat Dina yang sudah menunggunya di depan pintu.


Mereka sama-sama termenung sambil memerhatikan satu sama lain.


Wau,, cantik sekali Dina malam ini aku tak menyangka. Batin Ari


"Kamu tampan sekali malam ini" Ucap Dina senyum


"Kamu juga sangat cantik malam ini" Ucap Ari kembali, yang begitu terpesona melihat kecantikan Dina, dengan dandanan Gaun Merah Tua, rambut terurai rapi. dan Wangi parfum yang sangat enak dari tubuh wanita tersebut.


"Jadi gak jadi ni jalannya" Ucap Dina kembali memecahkan perhatian Ari


Ari yang mendengarnya langsung menjawab. "Ia! Ia jadi" Ucap Ari sedikit gugup.


Mereka pun akhirnya pergi, tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah Restoran yang terkesan sangat Romantis.


Ari segera turun dari motornya dan langsung mengandeng tangan Dina, sontak saja Dina begitu terpukau dengan kelakuan Ari malam ini. Tapi ia pun memilih untuk diam dan mengikuti saja kemana Ari akan membawanya.


Mereka pun sampai ke suatu meja yang telah ia Ari boking, Terlihat di meja tersebut telah di hiasi makanan khas restoran tersebut, disertai lilin dan beberapa bunga, sehingga begitu terkesan sangat Indah.


"Ternyata Ari, sebelum ia ke rumah Dina sudah terlebih dahulu menelpon temannya untuk memboking meja di Restoran tersebut, untuk dirinya dan Dina."


"Ini Din aku telah mempersiapkan ini semua untuk kita berdua" Ucap Ari sambil memperhatikan Dina


Sontak saja Dina begitu tertegun melihat ini semua. Dina pun tak sanggup mengucapkan apa-apa lagi, ia hanya mengangguk tanda ia suka.

__ADS_1


Aku tak menyangka Ari bisa seromantis ini. Ucap Dina di dalam hati


Ari pun langsung menarik kursinya, dan mempersilahkan Dina duduk baru setelahnya ia duduk di depannya.


Ari pun langsung mengenggam tangan Dina Seraya menyakatan.


"Din mau kah kamu menjadi kekasihku, biar Bintang dan Bulan menjadi saksi cinta kita malam ini."


Sontak saja Dina terkejut sangat mendengar apa yang Ari katakan.


"Bukankah selama ini kamu menyukai Renata" Ucap Dina yang tak mau dijadikan oleh cowok sebagai pelampiasan.


"Itu dulu, biar masa lalu ku berlalu, semenjak aku dekat denganmu rasa cintaku tumbuh begitu cepat, sehingga aku tak mau jauh darimu" Ucap Ari kembali seraya menyakinkan Dina.


"Ia aku mau" Ucap Dina malu-malu Setelah Ari menyakinkan dirinya dan dengan apa yang telah Ari berbuat malam ini.


"Yes!! yes!! yes!! " Ucap Ari yang begitu antusias sangking senangnya seraya ia mencium kedua tangan Dina dengan lembut.


***


"Assalamualaikum" Ucap Irfan sambil mengetok pintu rumah Aldi. Setelah ia tadi siang pulang ke rumah. Barulah sekarang kembali lagi ke rumah Aldi.


"Rena coba kamu buka siapa" Ucap Ibu dari belakang


"Baiklah Buk"


"Pak Irfan" Ucap Renata datar


"Masuk dulu bang" terdengar kembali suara Aldi dari dalam yang melihatnya.


Irfan pun akhirnya masuk dan ikuti oleh Renata di belakangnya.


Renata pun duduk kembali bersama Aldi sambil menonton TV yang sempat tertunda sesaat.


Sedangkan Irfan ia ke belakang terlebih dahulu menjumpai Tantenya untuk menyalim. Baru setelah itu ia gabung bersama Aldi dan Renata.


Irfan duduk di sebelah Renata, sontak saja membuat Renata risih karena posisinya sudah di tengah dua lelaki.


Renata pun berdiri dan pindah ke sebelah Aldi.


"Kamu kenapa pindah"Ucap Irfan dengan polos


"Gak enak pak masak aku duduk di tengah, aku kan perempuan gak baik jika diliat." Ucap Renata yang tak sepenuhnya berbohong.

__ADS_1


Aldi hanya diam saja melihat mereka berdua, ia tidak menghiraukannya karena baginya sekarang Renata hanya teman kantornya.


"semua kita makan dulu ya Ibu sudah siap masak buat kita semua" Ucap Ibu yang tiba-tiba muncul dari belakang ke hadapan mereka.


"Ibu tidak mau ada yang menolak" Tegas Ibu lagi.


"Baiklah Buk" Ucap mereka kompak.


Mereka pun ke belakang menuju meja makan. Renata duduk di sebelah Ibu Aldi, sedangkan Pak Irfan di depannya bersama Aldi.


"Buk om kemana" Ucap Irfan berbasa-basi karena tak melihat Omnya itu.


"Masih di warung Fan, seperti biasanya dia akan pulang sekitaran jam 10 malam setelah menutup warung."Ucap Ibu santai


"Rena abis ini aku anterin pulang ia" Tawar Irfan yang tahunya dia yang membawa Renata kemari.


"Baiklah Pak" Ucap Renata sendu, sebenarnya ia enggan pulang bersama Irfan. tapi mau gimana lagi ia tak mungkin menginap di rumah Aldi. karena statusnya hanyalah seorang istri diam-diam.


Setelah menikmati masakan Ibu Aldi. Renata dan Irfan langsung berpamitan.


"Ibu saya pulang dulu ya, Al aku pulang dulu ya" Ucap Renata berpamitan sam Ibu dan Aldi seraya mencium tangan Ibunya Aldi.


"Ia Buk Aku juga ikut pamit dulu" Ucap Irfan seraya mencium tangan Tantenya.


"Ia, hati-hati di jalan" Ucap Ibu ramah.


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Rumah tersebut dengan Honda civic milik Irfan. Dalam perjalanan mereka hanya diam saja, sampai Renata yang memulai pembicaraan terlebih dahulu memecahkan kesunyian.


"Pak boleh saya tanya sesuatu" Ucap Rena


"Tentu saja boleh, tapi kamu jangan panggil aku bapak jika bukan di kantor,toh umur kita sebaya, panggil aja Irfan, emang kamu ingin menanyakan tentang apa" Jawab Irfan datar.


"Saya liat bapak selama ini terlalu baik dengan saya, bukankah bapak sudah memiliki pacar" Ucap Renata to the poin.


"Kamu tahu dari mana saya punya pacar" Ucap Irfan bertanya balik.


Ah sial kenapa dia malah nanya balik jika dia bukan bos ku sudah ku bentak, gerutu Renata dalam hati


"Saya tahu dari Aldi" Ucap Renata jujur.


"Ia benar saya dulu memang punya kekasih tapi sekarang ia sudah meninggalkan saya dan pergi bersama lelaki lain" Ucap Irfan dengan nada sedikit sedih.


Renata yang mendengarnya menjadi Iba. Dia pikir orang besar seperti Irfan tidak akan mengalami masalah dalam hal percintaan.

__ADS_1


__ADS_2