
"Yasudah Karisa aku harus bekerja dulu ya, kamu mau nunggu di sini atau gimana?" Tanya Irfan ke Karisa sambil melepaskan pelukannya.
"Yasudah, aku nunggu di sini saja." Jawab Karisa
Irfan pun langsung bekerja dengan komputernya, sedangkan Karisa ia memilih duduk di sebuah sopa, yang berada di ruangan tersebut. Ia terharu dengan kerja kerasnya Irfan. Karena walau Irfan masih muda tapi ia sudah memiliki perusahaan sendiri.
Sebenarnya ia masih ingin mengobrol lebih banyak lagi dengan Irfan, tapi melihat Irfan sedang bekerja dengan serius ia mengurungkan niatnya, karena tidak ingin menganggu.
Tak terasa setelah menunggu beberapa jam, kini hari telah mulai sore. Karyawan di kantornya sudah pada pulang, kini hanya tinggallah mereka berdua di sana.
"Karisa,, Aku mandi dulu ya, kamu tunggu aja disini sebentar lagi kita ke rumah kamu setelah magrib." Seru Irfan
"Baiklah" Angguk Karisa.
Irfan pun langsung segera melangkah kan kakinya menuju ke kamar mandi yang juga berada di dalam ruangan tersebut. Maklum Ruangan Pak Bos jadi serba ada. Kini Karisa mulai bangun ia berjalan-jalan sambil melihat dan memperhatikan beberapa pemandangan di ruangan tersebut.
Sehingga tanpa ia sangka, ia melihat foto Irfan yang masih kecil bersama dengan seorang perempuan dan lelaki. Karisa mengusap-usap foto tersebut juga mengelapnya karena sudah sedikit berdebu.
Ternyata kamu lucu sekali Fan saat masih kecil. Apa ini orang tua mu?. Batin Karisa, ia terus saja memperhatikan foto tersebut walau perasaannya menimbulkan rasa penasaran terhadap orang yang ada di dalam foto itu.
Terlihat di sana, Irfan yang masih kecil dengan rambut belah tengahnya di gandeng bersama seorang perempuan paruh baya dan juga seorang lelaki paruh baya dengan menggunakan kemeja dan jasnya. Saat larut memerhatikan foto tersebut, terdengar suara gagang pintu berbunyi. Karisa langsung menoleh ke arah suara tersebut.
"Irfan,, kamu sudah siap?" Tanya Karisa sambil tercengang melihat roti sobek Irfan yang sedang tidak memakai baju yang hanya terselimuti handuk.
"Sudah, tapi aku ganti baju dulu. Kamu hadap ke sana dulu." Ucap Irfan.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan Irfan ia langsung menurut dan membalikkan badannya, padahal biarpun ia tidak berbalik, tetap saja Irfan tidak nampak, karena dia sudah lebih dulu membalikkan sebuah rak buku. Yang di belakang terdapat tempat kecil untuk berganti pakaian.
Setelah siap Irfan pun langsung ke luar dari sana, ia tersenyum melihat Karisa yang menuruti permintaannya tersebut.
"Sudah,, aku sudah siap ini, padahal tadi aku cuma becanda lo menyuruhmu membalikkan arah. Karena di sini itu ada tempat ganti pakaian yang berada di belakang rak tersebut" Ucap Irfan sambil sedikit tersenyum karena merasa berhasil mengerjai Karisa.
"Iiihh,,, Kamu ini ya, aku kira kamu tadi benar-benar menyuruhku, karena disini tidak ada ruangan untuk ganti pakaian!" Ucap Karisa dengan kesal sambil menyemberutkan wajahnya.
"Hehehe,,,Sudah, aku minta maaf," Ucap Irfan sambil mencubit hidung Karisa dengan gemas.
"Yasudah, ayok kita keluar jangan kemalaman di sini" Ajak Irfan lagi
Karisa pun langsung mengangguk dan menggandeng tangannya ke Irfan, lalu melangkahkan kakinya keluar. Tak lama berjalan mereka pun sampai di parkiran. Irfan langsung membukakan pintu buat Karisa setelah itu baru ia kembali ke kursi kemudinya. Dan langsung menjalankan mobilnya.
Saat di perjalanan tiba-tiba Irfan melihat seseorang, yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya. Ia mencoba merenung dan berpikir itu siapa tapi tetap saja ia tidak mengingatnya.
"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi aku sudah lupa dimana" Sambung Irfan lagi.
Karisa langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan Irfan, ia sangat terkejut melihat, bahwa Anton sedang berjalan dengan seorang perempuan menuju ke sebuah Hotel.
"Astaga,,Itu kan Anton lelaki yang ingin di jodohkan denganku." Jawab Karisa dengan nada sedikit panik.
"Benarkah,, Yasudah kalau gitu lebih baik kita ikutin saja dulu kemana mereka akan pergi." Seru Irfan yang juga penasaran dengan siapa Anton itu.
"Ia benar apa katamu, lebih baik kita ikutin saja dulu mereka."
__ADS_1
Kini Irfan langsung memarkirkan mobil di depan hotel tersebut, dengan rasa penasaran mereka langsung buru-buru mengikuti kemana arah Anton akan pergi bersama wanita itu.
Setelah mengikuti masuk ke hotel tersebut, mereka berdiri bersembunyi di balik tembok dan melihat dari kejauhan, jika Anton masuk bersama gadis itu ke dalam sebuah kamar hotel. Tak lupa juga ia sudah merekam dan mengambil beberapa foto.
Karisa benar-benar tidak menyangka jika lelaki yang akan di nikahin nya, memiliki sifat murahan seperti itu, jika tidak ngapain dia berduaan masuk ke dalam kamar sebuah hotel.
Setelah melihat Anton masuk ke dalam, kini Irfan dan Karisa langsung kembali ke lobi hotel tersebut untuk meminta kunci cadangan pintu kamar yang sedang di tempati Anton.
"Mbak boleh kami meminta kunci cadangan kamar dengan nomor ini?" Tanya Karisa sambil memberi tahu No kamar yang di inginkan.
"Maaf Mbak, Mas. Saya tidak bisa memberikan hal itu, ini menyangkut kenyamanan pelanggan hotel ini?" Jawab Karyawan hotel tersebut.
"Tapi Mbak saya mohon, itu di dalam suami saya sedang bersama wanita lain. Mbak tahu kan gimana jika Mbak di posisi saya" Ucap Karisa lagi sambil meminta belas kasihan.
Mendengar apa yang di katakan Karisa. Karyawan tersebut menjadi Iba dan memberikan apa yang diminta Karisa dengan syarat jangan melibatkan dia jika terjadi sesuatu.
Karisa dan Irfan pun langsung menyetujui apa yang di syaratkan karyawan tersebut, lalu mengambil kuncinya dan langsung berjalan dengan gesit ke kamar tersebut.
Setelah sampai di sana, Karisa langsung membuka pintu kamar tersebut dengan sedikit pelan. Perlahan ia membukakan pintu kamar itu. Karisa dan Irfan begitu terkejut saat melihat Anton dan Wanita tersebut sudah tidak berbusana. Karisa langsung mengambil beberapa foto mereka.
Mendengar ada yang membuka pintu kamarnya, Anton pun menoleh ke arah pintu. Anton begitu terkejut saat melihat Karisa yang berada di sana, ia langsung segera bangun dan memakai pakaiannya kembali lalu berlari keluar mengejar Karisa. Sedangkan wanita yang bersama nya hanya terdiam di sana sambil menutup dirinya dengan selimut.
"Karisa tunggu!! ini tidak seperti yang kamu liat. Aku bisa jelasin semuanya" Ujar Anton yang ingin mengelabui Karisa.
Mendengar hal itu, Karisa langsung membalikkan badannya dan langsung melayangkan Tamparan yang begitu keras ke wajah Anton.
__ADS_1
"Apa kamu bilang, ini tidak seperti yang aku liat. Kamu pikir aku bodoh, aku juga tidak menyangka, jika ternyata kelakuan kamu di belakang aku seperti ini, untung saja kita belum menikah." Sentak Karisa yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.