Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Mencari Renata


__ADS_3

Kini Aldi dan kedua orang tuanya baru saja turun dari sebuah Taksi yang mengantarnya ke rumah. Mereka langsung menurunkan barang-barang mereka dan menenteng masuk ke dalam.


Aldi begitu bahagia karena ia telah kembali ke rumahnya seperti dulu. Biarpun sebelum masuk ke rumah sakit kemarin dia berada di rumah, tapi tetap saja asing baginya, sebab ingatan nya yang sedikit hilang. Berbeda dengan sekarang, yang ingatan nya sudah kembali dan kini Aldi benar-benar merasakan semuanya sudah kembali lagi seperti dulu.


Ibu Aldi langsung pergi ke dapur setelah ia masuk ke dalam rumah untuk memasak. Sedangkan Ayahnya Aldi, ia kembali ke warung untuk berjualan lagi. Sebab dari pagi ia tidak membukanya. Takutnya jika dia tidak langsung membuka nanti langganannya akan hilang.


Aldi langsung masuk ke kamarnya, ia ingin merebahkan sedikit badannya ke kasur berhubung hari juga sudah siang menjelang sore. Tapi sebelum itu Aldi melihat sebuah gantungan kunci yang berbentuk menara kembar di kuala lumpur. Aldi terus saja memperhatikan gantungan tersebut yang berada di atas box samping tempat tidurnya. Saat ia akan merebahkan badan ke kasur, tiba-tiba Aldi mengingat dengan Renata. Ia langsung panik.


Ya ampun kenapa aku baru teringat denganmu sayang, pasti dia sangat marah denganku karena kemarin aku telah mengatakan yang tidak-tidak kepadanya. Makanya mungkin hari ini dia tidak datang untuk menjengukku. Gerutu Aldi dalam hati yang mengingat selama dia sakit telah banyak menyakiti istrinya itu.


Dia langsung mengambil ponselnya yang berada di saku celana, dan dengan cepat jarinya menggeser kan layarnya untuk melihat kontak Renata. Setelah menemukannya Aldi langsung menekan tombol memanggil. Tapi sayangnya Nomor Renata tidak Aktif. Dia mencoba menelpon beberapa kali, tapi sayangnya tetap tidak aktif.


Hatinya mulai gundah dan tidak bisa tenang, ia sangat takut jika Renata benar-benar marah kepadanya. Aldi segera bergegas keluar dari kamarnya. Karena dia tidak mungkin bisa tenang jika belum berjumpa dan meminta maaf ke Renata.


Aldi langsung menuju ke garasi rumahnya, yang ingin mengeluarkan motornya untuk ia pergi ke rumah Renata. Saat akan mengeluarkan motornya dari garasi, Ibu yang berada di dapur melihatnya.


"Mau kemana kamu Al, bukankah kamu baru keluar dari Rumah Sakit. Sebaiknya kamu jangan kemana-mana dulu, lebih baik kamu perbanyak istirahat." Ucap penuh perhatian


"Aku hanya ingin ke warung di depan sebentar Bu tidak lama, Ibu tidak usah khawatir." Jawab Aldi berbohong, yang tidak ingin Ibunya kembali mengintrogasinya karena ia sangat terburu-buru.


Aldi pun langsung menghidupkan motornya dan langsung tancap gas tanpa basa-basi lagi. Setelah melewati jarak beberapa Kilometer, akhirnya dia pun sampai di Rumah Renata. Tapi sayangnya Aldi melihat rumahnya yang sudah kosong dan terkunci(tidak ada penghuninya).


Aldi kembali panik, ia ingin menanyakan ke tetangganya tapi tak satupun orang ada orang yang berada di sana. Ia jadi bingung, apa yang harus dia lakukan dan kemana ia harus mencarinya. Sampai tiba-tiba ide muncul di otaknya.


"Dina,,Ya sebaiknya aku telpon Dina, bukankah mereka sahabat paling Dina tahu Renata kemana." Gumam Aldi sendiri.

__ADS_1


Aldi langsung mengambil ponsel yang berada di saku celananya, dan tanpa basa-basi lagi, ia langsung menelponnya.


Tut Tut Tut


Tak lama ponsel pun tersambung, dengan nada sedikit buru-buru dan panik ia langsung bertanya. "Mbak Dina, Mbak tahu tidak, kemana perginya Renata dan kenapa rumahnya kosong."


Mendengar apa yang di katakan Aldi, Mbak Dina menjadi bingung.


Kenapa tiba-tiba dia mencari Renata, bukankah selama ini dia sendiri yang selalu menghindar dari Renata. Gumam Dina dalam hati. Kemudian dia pun menjawab. "Dia sudah pergi dengan keluarga ke negeri seberang"


"Tapi kapan perginya dan sampai kapan dia di sana?" Tanya Aldi yang bingung dan penasaran.


Mendengar Aldi berbicara seperti itu, sontak saja Mbak Dina ingin mengerjainya.


"Tadi pagi baru saja ia berangkat ke bandara. Katanya sih, dia tidak pulang lagi dan akan tinggal di sana selamanya." Ucap Mbak Dina berbohong agar Aldi kapok, karena selama ini ia telah banyak menyakiti Renata.


Kini Aldi langsung menjalankan motornya menuju ke bandara dengan kecepatan tinggi. Hati dan pikirannya menjadi benar-benar kacau, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Mbak Dina.


"Kenapa kamu ingin meninggalkan ku sayang,, hiks,, hiks,, Apakah kamu tidak ingin menunggu ku meminta maaf terlebih dahulu, hiks,, hiks!!" Gumam sambil menangis saat mengendarai motornya.


Padahal ia tahu jika sudah tadi pagi Renata berangkat, biarpun dia menyusul ke bandara sudah pasti Renata tidak akan ada lagi di sana, pasti pesawatnya sudah berangkat. Tapi ia tetap saja ingin memastikan terlebih dahulu dan berharap keajaiban.


Di tempat lain, Irfan dan Karisa sedang menuju ke sebuah toko, yang mencetak undangan pernikahan nya, antara Karisa dan Anton. Mereka kini datang ke sana untuk mengubah nama mempelai prianya menjadi Irfan.


Karena Bapaknya dari Karisa sudah membatalkan pernikahan Karisa dan Anton. Setelah menempuh jarak kurang lebih setengah jam dengan mobil. Kini mereka pun sampai di sana.

__ADS_1


Irfan Dan Karisa langsung masuk menjumpai pemilik toko tersebut, setelah berjumpa, mereka langsung menjelaskan tujuan mereka datang ke sana.


"Permisi Pak,, saya ingin merubah nama mempelai pria Yang ada di surat undangan saya, boleh kah?." Ujar Karisa


"Boleh, tapi siapa nama yang akan mengantikan nya" Tanya pemilik toko tersebut


"Irfan Pak, ini dia orangnya." Jawab Karisa lagi


"Baiklah Mbak saya akan menyuruh karyawan saya untuk mengubahnya" Jawab pemilik toko tersebut dengan ramah.


"Terimakasih Pak, kalau gitu kami permisi dulu" Ucap Karisa.


"Ia sama-sama"


Mereka pun saling menjabat tangan lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Kembali lagi ke Aldi, kini ia telah sampai di Bandara. Aldi langsung segera menuju ke lobi dan ingin mengecek jadwal pemberangkatan pesawat dari tempatnya ke Malaysia hari ini.


"Mbak, Boleh saya tanya jadwal pemberangkatan pesawat hari ini ke Malaysia jam berapa?" Tanya Aldi dengan polos.


"Sebentar Mas saya cek dulu," Ucap salah satu pegawai bandara di sana.


Ia lalu mengambil sebuah data yang ada di layar monitor nya, dan melihat dari pagi sampai siang jadwal penerbangan ke Malaysia. Ia menscrol beberapa kali ke atas dan ke bawah, matanya fokus melihat satu persatu jadwal keberangkatan pesawat hari ini. Sampai akhirnya dia menemukan jadwal pesawat yang Aldi tanyakan.


"Ini Mas, sudah ketemu, di sini tertulis bahwa jadwal pesawat yang berangkat ke sana....."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2