
T****ok tok tok
Assalamualaikum, aku mengetok pintu dan memberi salam kepada orang rumah ,akhirnya pintu pun dibuka oleh ibuku aku segera mencium tangannya dan langsung masuk ke kamar. Aku yang lelah dengan keseharian ku di kampus, langsung merebahkan badanku ke kasur dan beristirahat sejenak sambil membaca buku. setelah badanku sudah terasa tidak gerah lagi, aku pun segera masuk ke kamar mandi dan mandi dengan menggunakan gayung, karena di rumahku tidak ada shower. Ya begitulah kehidupanku yang sederhana, tapi aku selalu bersyukur karena memiliki orang tua yang selalu pengertian denganku, biarpun mereka tidak memiliki harta yang berlimpah.
Akhirnya mandi aku selesai dan segera menggunakan pakaian, setelah itu aku keluar dari kamar dan duduk di teras sendirian sambil menunggu magrib tiba. Saat lagi duduk di teras rumahku yang sederhana aku tak tahu kenapa aku ingin sekali menikmati secangkir teh, yang akhirnya aku pun segera ke dapur membuatkannya.
Teh pun siap di minum, aku segera keluar kembali sambil membawa teh ke teras dan meminumnya, sambil menikmati sunset di depan rumahku. tak lama kemudian suara azan dari mesjid pun ter dengar olehku. Akhirnya aku pun segera melaksanakan perintah yang wajib satu ini bagi umat muslim.
Setelah aku selesai salat magrib ibuku memanggilku untuk turun makan malam yang telah di masaknya. Aku pun segera turun menuju meja makan dan memakannya sambil mengobrol dengan ibuku.
***
Ditempat lain Renata yang baru selesai salat magrib terus kepikiran dengan Aldi.
Ah masak pikiranku terus kepikiran dengan dia sih, masak ia aku suka sama bocah yang umurku berbeda jauh dengannya batin renata
Diapun terus berjalan mondar-mandir di kamarnya sambil memperhatikan ke cermin apa yang terjadi padanya.
Tapi aku tidak menyangka dia akan membalas perbuatan ku yg sengaja mengerjainya, tapi aku jadi salut dengannya batin renata sambil senyum" sendiri.
"Aku coba kirim pesan ke dia ah" ucap renata bicara sendiri
"Hai ubur-ubur sawah" tulis renata
Kring kring
Bunyi ponselku tanda ada pesan yang masuk, aku segera mengambilnya dan melihat siapa yang mengirim pesan kepada ku. Saat aku buka handphoneku ternyata no baru, jadi aku tidak memperdulikannya.
Ditempat lain renata yang menunggu jawaban dariku, merasa kesal karena aku tidak menghiraukan pesannya dan berprasangka,,
"Ah mana mungkin dia menyukai ku yang tidak cantik dan umurku juga lebih tua darinya."
Akhirnya aku pun tertidur dan di tempat lain Renata juga tertidur ..
***
Malam pun telah berlalu, matahari pun telah keluar dari sebelah timur dengan tanda ayam berkokok di rumahku. Akhirnya aku pun segera bangun dan bersiap" untuk masuk ketempat kerjaku di kantor bang irfan. Aku Pun segera mandi dan setelah itu memakai pakaian seperti biasanya. dan keluar kamar untuk memulai sarapan pagi dengan orang tuaku. setelah itu aku langsung pamit ke orang tuaku, sambil mencium tangan ibu dan bapakku, yang belum berangkat ke warung untuk membukanya.
Aku pun segera menuju garasi, dan mengeluarkan motorku, setelah itu langsung tancap gas ke tempat kerjaku.
__ADS_1
Brem brem bunyi motorku dan berlalu pergi meninggalkan rumah. tan lama kemudian aku pun sampai di kantor, segera aku memarkirkan motorku di parkiran dan langsung masuk ke kantor. saat sampai di kantor aku minum kopi terlebih dahulu, lalu baru kerja. saat aku selesai minum kopi tiba-tiba bang irfan datang kepadaku dan menyuruh antar barang yang telah di pesan konsumen dengan mbak renata. Aku Pun segera siap-siap menjumpai mbak renata.
"Mbak renata kita di minta pak bos untuk mengantarkan ini ke pada konsumen" ucapku
"yasudah ayok" jawab mbak renata.
Kami pun jalan bareng menuju tempat parkir, dan segera tancap gas menuju tempat konsumen tersebut.
Brem brem
Bunyi motorku.. Ayok mbak naik sini, mbak Renata pun segera naik di belakangku saat di perjalanan kami saling mengobrol dan menjadi akrab.
"Mbak kenapa mbak selalu mengerjai ku selama ini? " tanyaku pada mbak renata
"Maaf ya, mbak itu suka aja ngerjain kamu, tapi kamu jangan marah ya karena mbak tidak ada maksud apa-apa mbak hanya bercanda" jawab mbak renata
"Baiklah" jawabku kalo begitu kita baikan.
Setelah perjalanan yang memakan waktu satu jam akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan. akhirnya kami pun menyerahkan pesanan konsumen tersebut dan segera kembali ke kantor.
Aku pun segera membawa motor kembali menuju kantor, tapi saat di perjalanan mbak renata memintaku untuk berhenti di warung bakso. Akhirnya aku pun berhenti di warung bakso, kami pun memesan dua bangkok bakso.
"Teh dingin saja!! " jawab mbak renata
Akhirnya aku pun memesan dua teh dingin. tak lama kemudian pesanan kami pun tiba, kami berdua pun menyantap bakso dengan lahap, sehingga aku melihat bibir mbak renata yang belepotan, aku segera mengambil tissue dan mengelapnya. Mbak Renata pun hanya diam saja dan termenung melihatku.
Aku tidak menyangka dia bisa perhatian begini padaku, aku mengira dia masi kayak anak" yang masi bau kencur batin Renata
Aku pun segera mendorong hidungnya karena dia terlihat termenung saja dari tadi.
"Aduh kamu tidak sopan ya" ketus mbak renata
"lagian mbak sih dari tadi termenung aja" jawabku datar.
Bagaimana aku tidak termenung di perhatiin sama brondong tampan batin Renata.
"Kan termenung lagi, ni aku cubit ya hidung mbak" ucapku yang bingung dengannya
" eh eh jangan-jangan mbak gak apa-apa kok" jawab renata.
__ADS_1
Akhirnya makan kami pun selesai, dan segera berangkat dari tempat tersebut menuju ke kantor. Tanpa kami sadari ternyata dari tadi banyak mata yang memperhatikan kami. Tapi kami tidak perduli dan berlalu pergi. Tak lama kemudian kami pun sampai di kantor, aku dan mbak Renata pun kembali bekerja seperti biasa.
"Kayaknya ada yang lagi bahagia ni karena habis jalan sama brondong" ucap mbak dina sambil senyum-senyum ke arah renata
"Ah mbak dina kepo deh" ucap renata yang tidak menghiraukan becanda mbak dina
Tapi benar sih mbak aku memang lagi bahagia, bagaimana tidak ternyata Aldi itu bisa bersikap semanis itu kepadaku. batin Renata.
Hari pun mulai sore, sudah saatnya jam pulang kerja bagi seluruh karyawan. Aku langsung ke parkiran mengambil motor, dan bergegas pulang ke rumah.
Brem brem
Suara motorku yang nyaring, dan aku berlalu pergi, saat baru keluar aku melihat Renata, yang sedang menunggu angkot di depan halte dekat kantor bang irfan, Aku pun segera menghampiri nya.
"Mbak ayok sini aku anterin? " tawar ku padanya
"Enggak usah mbak tidak mau merepotkan kamu" jawab Renata datar
Aku pun tidak tinggal diam, lalu menarik tangannya dan menyuruh naik ke motorku, Renata yang malu-malu, akhirnya menuruti saja perintah ku. Aku pun segera mengendarai motorku kembali untuk mengantarnya, saat dalam perjalanan kami pun saling mengobrol dengan asik, tidak terasa motor yang aku kendarai sudah berada di depan rumah Renata.
"Mbak sudah sampai,, Ini rumah mbak? tanyaku
"Ia, kamu mau mampir dulu. " tanya Renata
"Lain kali aja mbak, soalnya aku Buru-buru berhubung hari pun sudah sore,"jawabku sambil sedikit senyum
"Oh yasudah,, Hati-hati kamu di jalan"ucapnya
Dah,, aku pun melambaikan tangan kepadanya, dan melihat dia pun membalas lambaian tanganku. Sudah seperti lagu Iklim saja ya.
Lambaian tanganmu masih ku ingat selalu hu hu..
Itu yang terakhir aku melihat dirimu hu hu..
Tapi aku tidak mau seperti lagu itu masak itu yang terakhirnya aku melihatnya. Karena biarpun umurnya yang lebih tua dariku dan sering mengerjai ku tetapi dia orangnya menarik, yang semua orang selalu senang di dekatnya termasuk aku. Aku terus mengendarai motorku sambil senyum-senyum sendiri mengingat Aku, yang dekat dengan Tante-Tante. Tapi aku pun tidak terlalu perduli, karena itu hanya pertemanan ku, yang hanya sebatas teman kerja. Akhirnya aku pun sampai ke rumah seperti biasanya.
Tuk tuk tuk
Assalamualaikum,,Aku yang mengetuk pintu dan memberi salam kepada orang rumahku. Akhirnya pintuku pun dibuka oleh sang Ibu, Aku langsung mencium tangannya, dan masuk ke kamar. Saat sampai di dalam kamar,aku langsung mandi dan merebahkan badanku di tempat tidur yang sudah segar. Aku Pun mengambilkan ponselku dan memainkan Game, Mobile legend sambil menunggu tibanya waktu salat magrib. Setelah aku Push Rank sekali yang hasilnya timku kalah, Aku pun kesal kepada timku karena terlalu bodoh, Ya begitulah sistim game Mobile legend, saat menang kita selalu senang dan disaat kalah pasti akan menyalahkan tim sendiri. Akhirnya azan pun berkumandang. Aku pun bergegas pergi ke mesjid. rasanya magrib ini aku ingin salat di mesjid. Akhirnya aku pun sampai di mesjid dan mengikuti salat berjamaah. Setelah itu aku pun segera pulang kembali ke rumah.
__ADS_1