Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Ari Mendapat Pelajaran


__ADS_3

Setelah kami melewati beberapa kilometer, akhirnya kami sampai juga di kantor. Kami segera masuk, menuju ke ruang pak irfan untuk menyerahkan nota yang telah di tanda tangani konsumen tersebut.


"Pak ini nota yang telah di tanda tangani konsumen tersebut. Coba bapak liat terlebih dahulu?" mintaku ke Pak Irfan


Akhirnya pak Irfan segera mengambil notanya, dan mengecek terlebih dahulu. Suana pun sunyi, tidak ada yang keluar suara dari kami satupun. sampai akhirnya pak Irfan siap mengeceknya.


"Oke ini semua tidak ada yang keliru, kamu renata sudah bisa kembali ke ruang kamu untuk bekerja, Dan kamu Aldi hari ini layani konsumen yang masuk saja" ucap pak Irfan sambil memberiku tugas.


"Baik pak,," ucap kami serentak


Renata pun langsung kembali ke ruangannya, lalu aku juga langsung pergi ke depan untuk melayani tamu.


Saat aku di depan lagi menunggu tamu, tiba-tiba aku melihat Ari, yang sedang berbicara dengan istriku. Sepertinya dia sedang mencari perhatian istriku.


Aku pun hanya diam saja melihatnya.


Kurang ajar si Ari beraninya mendekati istriku saat jam kerja batinku kesal melihat mereka


Aku tidak tahu ternyata mbak Dina memperhatikanku, dan sepertinya dia tahu apa yang aku pikirkan.


"Makanya kalau sudah nikah di kasih tahu jangan diam-diam begini. sekarang kesal kan liat istrimu di dekatin cowok lain." ketus mbak Dina mengejekku


Aku yang terkejut mendengar apa yang dikatakan. Mbak Dina langsung menyuruh nya.


"Ih mbak jangan berisik nanti di dengar sama orang lain gimana" ucapku panik


"Ia Ia,, Mbak minta maaf deh" ucap mbak dina senyum-senyum dan berlalu pergi.


Aku pun hanya termenung saja memikirkan bagaimana cara untuk mengerjainya si Ari, karena telah berani mendekati istriku. Tiba-tiba ..


"Permisi Mas" ucap konsumen yang datang


"Ia Bu,, ada yang bisa saya bantu?" tanyaku ramah


"Ini saya ingin mencetak Nama baju beberapa lembar"? ucap itu itu panjang lebar


"Sebentar Bu saya Ambil nota dulu untuk menulis apa yg akan ibu pesan" ucapku ramah.


"Yasudah ibu kasi tahu berapa pakaian yang akan ibu cetak" Ucapku lagi

__ADS_1


Akhirnya Ibu tersebut berbicara padaku berapa? dan model yang bagaimana. Aku pun segera menulis semua apa yang ibu itu katakan, setelah siap aku segera memberi notanya kepada Ibu tersebut. dan menyuruhnya untuk membayar DP terlebih dahulu.


Aku yang tadinya tidak tahu cara untuk mengerjai si Ari akhirnya. Memberikan tugas Ibu itu kepadanya.


"Pak Ari kesini sebentar" panggilku


Dia pun segera datang kepadaku. dan bertanya


"Ia mas Aldi ada apa?" tanyanya


Aku segera memberi nota yang telah aku tulis kepadanya.


"Ini kamu kerjakan sekarang. Karena kamu lagi tidak ada kerjaan kan" ucapku.


Kapok kamu kan sekarang aku kasih tugas segitu. batinku senang


Ari pun segera pergi menuju ruangnya dengan muka kusam. mungkin dia tahu aku sedang mengerjainya.


Mbak dina yang melihatku mengerjai Ari ikut senang sambil senyum-senyum sendiri begitu pula denganku.


Aku pun melihat suana semakin sepi akhirnya pergi ke ruangan istriku.


"Sayang kamu lagi ngapain" tanyaku padanya


"Sayang kamu liat gak, tadi aku beri sedikit pelajaran kepada Ari" ucapku


"Loh kenapa bisa, Ari kan tidak salah sama aku"ucap renata sedikit terkejut mendengar perkataan ku.


"Habis aku kesal, dia selalu mencoba mendekati mu, awas saja kalo kamu ikut membelanya, aku juga akan memberikan pelajaran untukmu" ancamku


"Ih akut,, emang apa yang kamu lakukan padanya?" tanya istriku lagi


"Aku tadi memberi tugas yang menumpuk ke padanya. Biar dia gak kemana-mana lagi saat jam kerja" ucapku yang kesal karena dia selalu mencoba mendekati istriku di jam kerja.


"Hahaha, aku tidak menyangka kamu bisa seperti itu istriku tapi aku ikut senang" ucap istriku sambil tersenyum terkekeh.


"Yasudah kamu lanjutin kerjamu, biar kita pulang bareng, berhubung waktu kerja sudah mau habis."ucapku lagi


"Baiklah sayang"

__ADS_1


Aku pun segera melihat ke kiri dan ke kanan. saat aku liat tidak ada orang aku pun langsung mencium kening istriku dan berlalu pergi. Istri ku hanya menggeleng-geleng melihat kelakuanku sambil tersenyum dan mempercepat kerjanya.


Hari pun mulai sore. jam kerja pun telah habis, semua karyawan telah berlalu pergi satu persatu. Kini tinggallah aki berdua dengan istriku yang akan segera pulang.


Seperti biasa aku segera mengambil motorku ke parkiran, sedangkan istriku sudah menunggu di pintu gerbang depan.


"Ayok sayang naik" ucapku


Istriku pun hanya mengangguk saja dan lalu naik di belakangku. kami pun berangkat dengan bersantai saja sambil menikmati, angin sepoi-sepoi di sore hari.


"Sayang sepertinya hubungan kita tidak ada yang mencurigai ia" ucapku lembut ke istriku


"Ia bang,, mungkin mengira kita dekat hanya sebatas teman kerja" ucap istriku santai.


"Tapi baguslah,, jadi aku tidak harus selalu menjaga jarak denganmu." ucapku sedikit lega


"Ia sayang aku juga lega"


"Sayang malam ini aku tidur di tempatmu saja bagaimana, aku kangen ingin tidur lagi denganmu" ucapku lagi..


"Ih kamu bisa aja ngelesnya pake bilang kangen" ucap istriku cengengesan


"Tapi bagaimana mana dengan orang rumahmu pasti nanti mereka, sibuk mencari mu." ucap Renata lagi


"Tenang saja sayang, nanti aku akan menghubungi mereka, dan memberi tahu jika aku tidur di rumah teman" Ucapku lagi


" Padahal tidur di rumah istri ya bang" jawabnya lagi sambil senyum terkekeh.


Akhirnya kami pun sampai di rumah renata, tapi aku tidak masuk.


"Sayang aku ke mesjid dulu ya. tidak enak aku masuk karena di rumahmu, tidak ada orang tua mu, aku takut nanti ada yang mencurigai ku." ucapku menjelaskannya


Lalu dia melihat kondisi sepi, karena dia tidak ingin ada yang mencurigai hubungan kami. lalu langsung mencium tanganku dan meminta izin untuk masuk ke rumahnya.


Aku pun memastikan dia benar-benar masuk, barulah setelah itu aku meninggalkan tempat tersebut.


Aku pun berjalan dengan motorku sambil mencari mesjid terdekat. Hingga tiba lah aku di sebuah mesjid, yang tidak terlalu jauh dari rumah Renata. Aku pun segera bergegas menuju ke kamar mandi yang ada di perkarangan mesjid tersebut.


Aku pun segera mandi karena badanku sudah sangat gerah dari tadi semasa di kantor. Selesai mandi, aku segera menghubungi ibuku, untuk memberi kabar jika hari ini aku tidak pulang.

__ADS_1


"Halo Bu,, hari ini aku tidak pulang ke rumah ya, aku tidur di rumah kawan, ada tugas kampus yang harus ku kerjakan" ucapku yang selalu berbohong ketika ingin tidur dengan istriku.


"Yasudah, jaga diri mu baik-baik" ucap ibu ku dengan penuh perhatian.


__ADS_2