
Kini Irfan dan Karisa pun sudah berada di tepi pantai, mereka berdiri sambil melihat pemandangan laut yang sangat indah, sambil bergandengan tangan mereka berdiri di sana menatap ke depan.
"Sayang berapa hari kita akan berada di sini?" Tanya Karisa
"Mungkin besok kita akan pulang, kenapa kamu tanya begitu?" Irfan menoleh ke Karisa. "apa kamu tidak ingin lebih lama di sini?" Tanya Irfan lagi
"Tentu aku masih ingin di sini, kalau bisa kita selalu di sini juga aku pasti mau." Jawab Karisa sambil tersenyum.
"Ya mungkin besok kita akan pulang, sebab aku tidak bisa terlalu lama meninggalkan kantor. Aku tidak nyakin sama karyawan selama tidak ada aku di sana." Ucap Irfan.
Kini mereka berjalan di area pantai tersebut sambil menikmati keindahan alam yang berada di sana.
"Ya juga sih Mas, benar apa yang kamu katakan. Walau aku masih ingin di sini tapi aku paham dengan pekerjaanmu." Karisa tidak mungkin meminta Irfan untuk terlalu lebih lama di sini, karena dia mengerti akan pekerjaan suaminya tersebut.
"Makasih ya sayang, kamu sudah mau mengerti." Jawab Irfan lagi sambil menghadiahi sebuah kecupan di kening istrinya itu.
"Iya,," Angguk Karisa
"Apakah kamu ingin naik banana boat?" Tanya Irfan
Karisa menoleh dan menatap ke arah banana boat yang sedang berputar-putar di sana, dia melihat beberapa pengunjung di sana sedang bersenang-senang, dengan menikmati banana boat tersebut.
"Boleh, sepertinya seru, ayok kita ke sana." Jawab Karisa
Kemudian mereka pun pergi ke tempat penyewaan Banana boat tersebut. Irfan langsung memesan banana tersebut, hanya berdua dengan istrinya saja dan cuma boleh di Pandu satu orang pemandu. Karena dia tidak ingin jika liburan mereka di ganggu orang lain.
kring kring..
Suara handphone Irfan berdering saat mereka akan menaikkan banana tersebut. Irfan segera mengangkat dan mendekat handphone untuk mendengar apa yang akan di katakan Aldi, karena Aldi lah yang menelponnya.
"Pak ini ada pesanan konsumen yang harus di antar, apa aku harus mengantar sekarang atau menunggu mu pulang"
Irfan berfikir sejenak kemudian ia pun menjawab. "sudah antarkan saja seperti biasanya, agar konsumen tidak kecewa dengan kinerja kita."
__ADS_1
"Baiklah, Pak akan saya antarkan sekarang." Ucap Aldi kembali, setelah itu mereka langsung memutuskan panggilan mereka.
"Gimana Pak, apa kita akan mulai sekarang?" Tanya pemilik banana tersebut, setelah melihat Irfan tidak lagi berbicara dengan ponselnya.
"Sudah Pak, ayo kita mulai sekarang."
Kini Irfan dan Istrinya Karisa langsung menaiki banana boat tersebut dan di Pandu seorang pemandunya,
"Aww!!!" Karisa berteriak karena takut saat awal mulainya Banana boat tersebut berjalan.
Irfan langsung dengan sigap memeluk istrinya itu, "Sudah kamu jangan takut, lebih baik sekarang lepaskan semua keraguan pum dan kita mulai bersenang-senang."
"Baiklah kalau begitu." Jawab Karisa.
Sekarang mereka terlihat gembira sekali, Karisa merentangkan tangannya seolah sedang menghirup udara segar yang ada di sana, sedangkan Irfan memeluk tubuhnya dari belakang, yang terkesan mereka pasangan yang sangat romantis.
Banana boat pun melaju dengan begitu cepat, sehingga mereka sudah berputar-putar berkali-kali di area tersebut. Hingga pada saat mereka sudah lelah barulah mereka berhenti dan banana boat tersebut langsung kembali ke tepi pantai.
Kini mereka beristirahat sebentar sambil menduduki bokongnya ke pasir yang ada di sana, sambil tangan mereka saling berpegangan satu sama lain.
"Sudah jangan berlebihan seperti itu, aku pasti akan membawa mu ke mana saja sebisa ku, lagian dalam agama kita juga wajib untuk membahagiakan istri, pasti aku akan selalu membahagiakan mu." Ucap Irfan lagi dan menghadiahi ciuman di kening istrinya.
Karisa benar-benar bahagia dan dia juga tidak menyangka jika Irfan akan seromantis ini kepadanya sekarang, padahal dulu Irfan tidak seperti ini, melainkan ia hanya seorang pendiam dan tidak suka di atur.
"Ayok Mas kita kembali ke Villa ini sudah siang dan terik matahari juga semakin panas, aku gak tahan." Minta Karisa.
Irfan hanya mengangguk menyetujui permintaan istrinya itu, ia langsung berdiri dan membantu Karisa untuk berdiri, barulah mereka berdua langsung kembali menuju ke Villa mereka.
Di tempat lain.
Aldi dan Renata sudah berada di sebuah rumah dimana ia sedang mengantar barang milik konsumen nya, selama Irfan tidak di kantor dialah yang menghendel semua kegiatan di kantor, tapi terlebih dulu ia memintanya kepada Irfan.
"Ini Mas langsung di tanda tangani saja berkasnya, tapi jika kurang nyakin boleh di periksa dulu." Ucap Aldi ke sang konsumen tersebut. Sedangkan Renata hanya berdiri diam menemani Aldi saja.
__ADS_1
"Saya sudah percaya dengan kinerja kalian, ini sudah langsung tanda tangani saja," Ucap Konsumen tersebut sambil tersenyum.
"Terima kasih, Mas. Kalau gitu saya langsung pamit." Ucap Aldi yang juga memberikan sedikit senyuman kepadanya.
Renata dan Aldi kembali menaiki motor mereka, Aldi langsung melajukan motornya setelah Renata naik,
"Sayang, sebelum pulang kita pergi kemana terlebih dahulu?" Tanya Aldi
"Kita lihat-lihat saja terlebih dulu, kemana kita akan pergi toh juga kita baru ini kesini kan." Jawab Renata.
"Baiklah, tapi lebih baik kita cari warung makan saja terlebih dahulu." Seru Aldi
"Oke, aku ikut kamu aja."
Dengan santai Aldi melajukan motornya sambil menghirup udara segar di siang hadir, Renata di belakang juga sangat menikmati perjalanan mereka. Hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah rumah makan yang terlihat sangat klasik.
Dengan atapnya yang menggunakan daun Rumbia juga dindingnya menggunakan bambu rajut. Sehingga terkesan sangat unik tetapi pengunjung tempat tersebut sangat ramai.
Akhirnya Aldi memutuskan untuk mengunjungi rumah makan tersebut, karena ia penasaran.
"Kita makan di sini saja gimana?" Aldi bertanya pendapat Renata terlebih dulu.
"Kamu nyakin mau makan di sini?" Tanya Renata Kembali.
"Tentu sayang, aku penasaran sama tempat ini, biarpun tempatnya terlihat sederhana tapi banyak pengunjung nya, dan yang lebih utama tempat ini terlihat bersih dan rapi." Jelas Aldi.
"Baiklah, kalau begitu aku juga penasaran sih."
Kemudian Aldi langsung meminggirkan motornya ke tempat tersebut, dan langsung melangkah kan kaki mereka ke tempat tersebut.
Mereka langsung mengambil tempat duduk yang tersedia di sana, mereka pun duduk di sebuah balai makan yang berada di belakang rumah makan tersebut.
Ternyata di belakang rumah makan tersebut banyak hal yang tersedia, oleh karena itu pengunjungnya ramai, karena di sana juga tersedia tempat pemancingan ikan.
__ADS_1
Bantu dukung juga karya author yang baru ini ya teman-teman terimakasih