
Sore pun tiba. Mereka telah sampai di suatu tempat. Tempatnya sangat Indah dihiasi pepohonan yang rindang, juga terdapat kolam ikan yang pengunjungnya sangat ramai sore hari seperti ini.
Saat mereka hendak melangkahkan kakinya ke sebuah jembatan yang berada di tengah-tengah tempat tersebut.
Kaki Renata kesandung, tapi dengan sigap Aldi langsung menangkapnya, seperti di sinetron-sinetron FTV. Sontak saja semua pengunjung terpana melihat kemesraan mereka.
Renata tidak langsung berdiri tapi ia malah terbuai dengan kelakuan Aldi terhadapnya.
"Hei Mbak, bangun" Ujar Aldi
Tapi Renata masih tetap saja melamun di pangkuan Aldi.
Aldi yang melihat Renata sedang memelamuninya pun langsung menjatuhkannya.
"Aduh sakit,, kenapa kamu lepasin kamu gak ikhlas bantunya" Rengek Renata
"Lagian, aku udah capek memanggil mu menyuruh bangun, tapi Mbak tetap saja melamun. Apasih yang Mbak lamunin" Ucap Aldi dengan ketus yang tak suka jika Renata bersikap berlebihan kepadanya.
"En engga!!" Ucap Renata kikuk. Ia tidak mungkin mengatakan, kalau dirinya sedang melamuni Aldi. Sebab ia tahu kondisi Aldi sekarang yang tak mengingatnya sebagai istri.
"Yasudah tuh, liat tuh semua orang melihat kita" Ujar Aldi sambil mukanya menunjuk ke arah orang-orang di sekitar.
"Ia ia maaf" Rengek manja Renata.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di sebuah jembatan yang berada di tempat tersebut. Namanya Jembatan Hutan Kota.
***
Irfan yang sedang duduk di ruangnya sambil menatap monitor. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia pun segera melihat siapa yang menelponnya. Pas ia liat ternyata satpam di depan, ia pun segera mengangkatnya.
"Ia hallo pak,, Ada apa menelpon saya" Tanya Irfan
"Ini Pak ada seorang perempuan datang ke kantor ingin menjumpai Bapak" Ujar satpam tersebut yang tidak mengenalinya.
"Yasudah suruh saja ia masuk" Suruh Irfan yang ia sendiri tidak tahu siapa wanita tersebut. Takutnya jika ia menolak nanti klien penting, jadi hancur dunia persilatan.
Tak lama kemudian pintu ruangannya terbuka, ia langsung menoleh ke arah pintu, ingin melihat siapa yang datang.
Tiba-tiba Karisa langsung masuk berlari memeluknya sambil menangis. Membuat Irfan begitu terkejut, ternyata Karisa yang datang. Kalau ia tahu sudah pasti langsung mengusirnya dari depan tadi dan tidak sudi ia menginjakkan kakinya di kantor ini, karena ia sangat sakit hati dengan Karisa yang dulu meninggalkannya begitu saja dan pergi bersama cowok lain. Tapi sekarang malah tiba-tiba ia muncul kembali.
"Aku minta maaf mas. Aku bisa jelasin semua, kamu jangan seperti ini samaku hiks,,hiks,," Ujar Karisa sambil menangis.
"Sudah hapus air mata buaya mu itu. Saya tidak ingin mendengar apapun lagi darimu, saya juga tidak ingin melihatmu lagi lebih baik kamu pergi sekarang dari sini." Ucap Irfan yang amarahnya sudah tak bisa ia kendalikan lagi.
"Kamu dengar dulu penjelasan ku sayang, kamu tidak bisa mengusirku seperti ini" Mohon Karisa lagi yang berharap akan di dengar oleh Irfan. Tapi Irfan langsung memanggil security untuk menyeretnya keluar.
Kembali lagi ke Aldi dan Renata. Kini mereka berdua duduk di sebuah kursi yang berukuran dua orang. Mereka duduk saling mengobrol dan sambil menikmati akan keindahan sunset tiba.
__ADS_1
"Mbak kita pulang yok,ni udah sore?" Ajak Aldi yang merasa sudah sangat lama berada di Taman tersebut.
"Sebentar lagi Al,, aku ingin menikmati pemandangan sunset dulu yang sebentar lagi habis."Ujar Renata yang tak sepenuhnya berbohong, karena sebenarnya bukan sunsetlah yang ia nanti-nanti tetapi momen berdua dengan Aldi lah yang lebih berharga.
Aldi pun akhirnya menyetujui permintaan Renata, ia pun kembali menatap sunset yang sebentar lagi akan hilang. Saat sedang larut dalam pandangan tiba-tiba Renata langsung mencium bibirnya. Entah apa yang ada di pikirannya Renata sehingga ia melakukan itu. Mungkin karena ia sangat kangen dengan suaminya itu.
Sontak saja Aldi begitu terkejut, la langsung melepaskannya dan mendorong Renata, yang membuat badan Renata sedikit miring.
"Apa yang kamu lakukan, berani sekali Mbak mengambil ciuman pertamaku" Ucap Aldi dengan ketus yang badannya sudah membelakangi Renata dan tangan melipat di dada.
Renata yang mendengar apa yang di ucapkan Aldi bukannya sedih tapi ia malah tertawa di dalam hati.
Bukan cuma ciuman pertamamu Aldi yang sudah ku ambil tapi tubuhmu juga sudah lebih dulu ku ambil. Batin Renata
"Al,, Maafin aku, tadi aku reflek tak sengaja mencium mu, perasaanku tadi lagi sedang bersama kekasihku" Ucap Renata yang sudah berada di belakang Aldi sambil tangannya memegang bahu Aldi, dengan memasang wajah sedih. Bagaimanapun ia tak ingin membuat Aldi menjauh darinya.
"Emang Mbak sudah memiliki kekasih" Ujar Aldi penasaran tentang apa yang dikatakan Renata. Ia pun sudah tak marah lagi.
Renata pun mengangguk. "Ia" "tapi ia sekarang jauh dariku bahkan mungkin sudah tak mengingatkanku lagi" karang Renata lagi yang tidak ingin Aldi menjauhinya, jika ia mengatakan yang sebenarnya.
Aldi yang mendengarnya pun menjadi kasian, ia langsung merangkul Renata ke pelukannya dan meminta maaf, karena sudah kasar dengannya.
Renata pun langsung mengeratkan pelukannya, baginya tak rugi berekting jika akhirnya mendapatkan pelukan dari suaminya.
__ADS_1
Setelah lama berpelukan akhirnya mereka pulang di hari yang sudah gelap.
Teman-teman tetap Setia membaca novelku ia biarpun Up tidak teratur. Terima kasih