Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Pengumuman


__ADS_3


VISUAL ALDI



VISUAL RENATA



VISUAL IRFAN


**Buat para pembaca yang Setia itu adalah visual tokoh dalam cerita novel ini ya, jika kalian kurang selera bisa pikir sendiri ya,


Saya akan usahakan membuat cerita novel ini semenarik mungkin, agar kalian semua tidak pada bosan dengan karya saya.


Maaf ya jika belakangan ini aku kurang update karena sibuk, buat kalian para pembaca, ku harap tetap Setia sama aku ya terima kasih.


Aku juga minta maaf ya jika penuturan kata masih belum baik, maklum aku masih pemula. kuharap kalian bisa memakluminya.


***


Mereka pun mengiakan permintaan Ibu. Ibu pun berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Gadis itu sangat baik dengan keluargaku, jika umurnya masih seumuran Aldi sudah ku jodohkan mereka. Ucap Ibu dalam hati saat melihat kebaikan yang selama ini Renata berikan kepada keluarganya.


"Ada baiknya aku melihat mereka dari sini saja" Ibu bicara sendiri, yang sudah menemukan tempat dimana ia bisa memperhatikan mereka dari jauh.


Setelah Ibu sudah tak tampak lagi dari penglihatan mereka, mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka yang tadi sempat tertunda.


"Tadi kan Mbak bilang kita selalu bersama, tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya ya Mbak" Ucap Aldi sambil sesekali memegang kepalanya mencoba mengingat.


"Tidak apa-apa seperti perkataan Dokter seiring berjalan waktu, kamu pasti akan pulih kembali" Renata memberi Aldi semangat, dia tidak tega melihat Aldi yang seperti sekarang.


"Ia Mbak, aku akan bersabar" Ucap Aldi sendu, yang sekarang kepalanya sudah bersandar di bahu Renata.


Renata yang melihatnya mencoba merangkul Aldi, bagaimana pun ia juga kangen saat romantis bersama.

__ADS_1


Mereka berdua sekarang sudah duduk termenung di kursi berukuran agak panjang, bisa di duduki 4 orang dengan posisi Renata yang merangkul Aldi. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka satupun. Hingga telah lama beberapa menit barulah Renata mengeluarkan suara.


"Al bole tidak, momen ini aku abadi kan ke handphone ku?" Tanya Renata yang menyayangkan jika momen seperti ini tidak ia abadikan, biar menjadi kenangannya di masa mereka tua nanti.


Aldi pun hanya mengangguk saja, tidak ada satu pun di benaknya yang penasaran akan siapa Renata tersebut, yang ia tahu saat ini sangat akrab dengannya.


Renata pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu mengambil beberapa gambarnya bersama Aldi sang suaminya.


"Mbak, kenapa Ibu belum juga kembali dari toilet, bukannya seharusnya ia sudah kembali jika cuma ke toilet? " Tanya Aldi tiba-tiba yang mengingat Ibunya sudah lama tak kunjung kembali.


"Ia juga ya Al, tapi kita tunggu saja sekitar 5 menit lagi, jika nanti tak juga kunjung tiba, baru aku akan mencarinya." Ucap Renata yang juga merasa panik akan mertuanya tak kunjung tiba, sambil ia berdiri melihat ke sana kemari.


"Yasudah" ucap Aldi yang sudah duduk seperti biasa dan tidak menyenderkan kepalanya ke Renata lagi.


Ibu yang dari tadi memang memperhatikan mereka dari jarak jauh. Akhirnya datang menghampiri mereka yang sudah kebingungan meliriknya.


"Ibu,, kenapa Ibu lama sekali" Ucap Renata yang panik atas kemunculan Ibu tiba-tiba.


" Tadi Ibu abis ke toilet terus ketemu teman Ibu dan mengobrol sebentar" Ucap Ibu berbohong. Dan berharap mereka mempercayainya.


"Gimana Aldi" Ibu pun memastikan Aldi nya terlebih dahulu.


"Yasudah ayok Buk,, aku juga sudah lelah" Ucap Aldi


Mereka bertiga pun Akhirnya kembali ke kamar, tempat dimana Aldi di rawat. Tak lama berjalan setelah melewati beberapa gang rumah sakit, akhirnya mereka sampai juga.


Aldi kembali di bantu tidurkan dengan Ibu dan Renata ke tempat tidur. Renata kemudian duduk dan memegang HP sambil memandang gambar yang ia ambil tadi saat bersama dengan Aldi.


Jarinya terus mengusap-usap layar HP memperhatikan momen indahnya bersama sang suami, matanya memerah seakan ia mau nangis jika sesekali mengingat akan kondisi Aldi sekarang.


Tak lama kemudian Ayah sampai, dengan membawa beberapa bekal makan dalam Rantang.


"Ibu ini Ayah bawak bekal buat kalian, tadi Ayah siap tutup warung langsung kemari teringat kalian" Ucap Ayah yang baru sampai


Ibu dan Renata pun menoleh ke arah Ayah. Lalu mengambil Rantang yang Ayah bawakan.


"Kebetulan Yah, Ibu juga sudah lapar, mari Rena kita makan dulu" Ucap Ibu yang tangannya sudah membuka rantang.

__ADS_1


"Ia Buk" Ucap Rena yang sudah ikut Ibu membuka rantang.


"Ayah sudah makan?" Tanya Ibu


"Sudah,, tadi ayah makan sebelum kesini, Ayah keluar dulu ya ingin merokok" Ucap Ayah dan langsung bergegas keluar.


Ibu pun hanya mengangguk saja. Kemudian kembali mengambil nasi yang telah ia buka rantang bersama Renata. Akhirnya mereka pun makan bersama dengan bekal yang sederhana. Tapi sangat Istimewa bagi kami orang biasa.


Aldi sudah tertidur semenjak ia tadi di baring kan ke tempat tidurnya.


***


Hari sudah malam. Bulan dan Bintang bertaburan di langit yang sangat indah. Tiba-tiba Pak Irfan datang seperti biasa untuk menjenguk Aldi. Ketika ia hari sudah malam dan ia sudah selesai dengan pekerjaan kantor, ia selalu menempatkan waktu, untuk menjenguk Aldi.


"Assalamualaikum." Ucap Irfan lalu segera masuk dan mencium tangan Tantenya.


'Waa'laikum salam" Ucap Ibu aldi dan Renata kompak


"Sudah lama kamu disini Renata" Ucap Irfan berbasa-basi saat melihat keberadaanya.


"Seperti biasa Pak setelah pulang dari kantor aku langsung kemari" Ucap Renata seadanya


"Oh yasudah, nanti malam kamu tidur disini, apa pulang, kalau pulang biar aku anterin karena ini sudah malam" Ucap Irfan yang ingin berbuat baik ke Renata


Renata pun termenung sebentar memikirkan sesuatu, baru setelah itu ia menjawab.


"Baiklah Pak." Ucap Renata yang memang sudah lelah dan ingin beristirahat dengan tenang semalam.


Kemudian Irfan juga menoleh ke arah Ibu.


"Tante, apa Tante juga ingin pulang dulu, besok Tante datang kemari lagi, aku kasian melihatmu terlalu lelah seperti ini" Pinta Irfan yang merasa kasian sama Tantenya karena terlalu lelah selama Aldi sakit.


"Tidak Irfan, Ibu tidak bisa meninggalkan Aldi dengan kondisi seperti ini, lebih baik Ibu disini saja, sampai Aldi di izinkan pulang" Ucap ibu sendu yang tangan telah menggosok-gosok kepala Aldi yang lagi tertidur.


"Yasudah kalau begitu, jaga kondisi Tante baik-baik" Irfan memberi perhatian ke sang Tante yang sudah ia anggap Ibu sendiri.


Mereka pun kembali termenung sejenak sambil memerhatikan Aldi. Renata langsung ke kamar mandi untuk bersiap-siap karena ia akan pulang dengan Pak Irfan.

__ADS_1


__ADS_2