
Malam pun semakin larut, Renata yang sudah bersiap-siap. Akhirnya meminta izin ke orang tua Aldi(Mertua).
"Bu Rena pulang dulu ya" Ucap Renata yang sebenarnya berat untuk pergi meninggalkan Aldi.
"Baiklah, hati-hati kalian di jalan" Ucap Ibu ke gadis cantik itu
Mereka pun jalan beriringan keluar dari Ruang Aldi, lalu melewati beberapa gang Rumah Sakit menuju ke parkiran.
Sesampainya di parkiran, Pak Irfan langsung membuka pintu dan menyuruh Renata naik terlebih dulu, baru setelah itu ia masuk di kursi pengemudi. Mobil mereka pun keluar dari gerbang Rumah Sakit.
Di dalam mobil mereka hanya diam saja, karena Renata tidak suka berbicara jika tidak penting dengan orang, jika bukan sama Aldi.
"Pak kita berhenti di supermarket terlebih dulu ya, barang ku di rumah ada yang sudah habis" Ucap Renata memecah ke kesunyian.
"Ia bole nanti jika nampak supermarket kita berhenti" Ucap Irfan yang mendengar permintaan dari Renata, yang semenjak tadi hanya diam saja sambil mengemudi.
Kemudian mereka pun saling diam lagi, sampai tiba-tiba supermarket terlihat oleh mereka, barulah Irfan memberhentikan mobilnya di depan supermarket tersebut.
Irfan pun turun dari kursi kemudinya, dan berjalan keluar membuka pintu untuk Renata.
Sedangkan Renata hanya termenung dengan apa yang Irfan lakukan, sampai ia akan beranjak masuk ke dalam supermarket, ia baru sadar kalau Pak Irfan mengikutinya.
"Pak kenapa, Bapak tidak tunggu di mobil saja" Ucap Renata yang merasa risih dengan kelakuan Irfan, yang seperti orang ingin mendekatinya.
"Tidak apa, saya hanya ingin menjagamu saja seperti atasan menjaga bawahannya" Ucap Irfan santai.
Renata yang tidak ingin berdebat, akhirnya membiarkan saja Pak Irfan mengikutinya.
Sudahlah hatiku tetap untukmu suamiku biarpun, saat kamu tidak ada, aku akan selalu Setia menjaga hatiku dari lelaki lain. batin Renata
Renata pun masuk ke dalam dengan di ikuti Irfan di belakangnya. Saat Renata hendak mengambil Troli, tangan Irfan sudah duluan terlebih dulu mengambilnya, membuat Renata semakin risih, tapi ia juga tidak mau ambil pusing dan membiarkan saja apa yang dilakukan sama Irfan, biarpun sebenarnya membuat ia benar-benar tidak nyaman.
Renata pun bersikap dingin dan akhirnya mengambil beberapa barang yang ingin dia belanjakan, setelah semua keperluannya telah ia masukkan.
"Pak sudah siap ini, ayok kita ke kasir" Ucap Renata yang ingin cepat-cepat terhindar dari Pak Irfan.
"Ayok" Ucap Irfan santai, sambil mendorong Troli ketempat kasir.
__ADS_1
Saat Pak Irfan hendak membayar, barang belanja Renata. Renata dengan sigap langsung membayarnya terlebih dulu.
"Aku tidak mau barang ku di bayar orang lain pak" Ucap Renata yang tangannya lagi mengedar uang ke kasir.
Pak Irfan yang melihat Renata seperti orang kesal seperti itu. Memilih untuk diam saja, dia tak ingin membuatnya nanti menghindar dengannya.
Mereka pun keluar dari supermarket tersebut dan masuk kembali ke mobil.
Saat di perjalanan mereka hanya diam saja, sampai tiba-tiba suara keluar dari mulut Pak Irfan duluan.
"Renata aku minta maaf ya karena telah membuatmu kesal, saja tidak bermaksud apa-apa kok" Ucap Irfan dengan wajah yang mengisyaratkan maaf dari Renata
"Ya saya juga minta maaf pak" Ucap Renata yang masih menghargai Irfan sebagai Bosnya.
"Besok saya jemput ya ke kantor" Ucap Irfan yang ingin berbuat baik dengan Renata.
"Jangan Pak, saya di jemput Dina udah janji kemarin," Ucap Renata berbohong, karena dia tahu sepertinya Pak Irfan ingin mendekatinya.
...
"Pak terima kasih ya udah anterin saya" Ucap Renata yang telah turun terlebih dulu dari mobil Irfan. Dia tidak ingin Irfan memberi perhatian dengan membuka lagi pintu mobilnya. Karena di hatinya sudah ada Aldi.
"Ia sama-sama" Ucap Irfan santai.
Renata pun langsung berjalan agak cepat sedikit yang membuat Irfan menggeleng-gelengkan kepala.
Dasar cewek aneh, masak cuma berterima kasih udah di anterin.Harusnya suruh mampir dulu kek, atau apalah. Gerutu Irfan dalam hati.
Ia pun kemudian memutar balikkan mobilnya, dan pergi meninggalkan rumah Renata.
Renata yang sudah masuk ke kamarnya langsung berganti pakaian, saat ia akan tidur tiba-tiba ia ke ingat dengan apa yang bikin Pak Irfan jadi perhatian begitu dengannya.
Ia pun berjalan ke sana kemari tak tahu arah di kamarnya.
"Eh Rena kamu tidak boleh seperti ini. Ingat kamu sudah punya suami masak harus memikirkan orang lain. Ucap Renata dalam hati menepis pikirannya."
***
__ADS_1
Hari pun telah berganti Renata yang sudah berada di Kantor, tiba-tiba melihat Ari dan Dina berboncengan dengan sepeda motor.
"Cieh Cieh. Ada yang lagi bermesraan ni" Ucap Renata menggoda mereka berdua
Sontak saja Ari dan Dina terkejut. Mendengarnya ia langsung segera memarkirkan motornya, lalu Dina sudah duluan menjumpai Renata.
"Kamu jangan gitu malu tau!!" Ucap Dina kikuk.
"Sudah jangan malu biasa aja kali" Goda Renata lagi
"Ih kamu gitu! Malas Ah" Ucap Dina yang merasa kesal karena di ganggu Rena dan berlalu pergi ke ruang kerjanya.
Renata ketawa terbahak-bahak, melihat tingkah Dina yang begitu lucu. Ia pun segera menuju ke Pantry untuk membuat Teh untuk dirinya.
Saat tiba di sana ia melihat Ari sedang membuat kopi. Entah dari mana ia masuk sehingga dia sudah berada di sana.
"Ari" Panggil Rena
"Ia, eh kamu Rena ada apa?" Ucap Ari yang baru menoleh saat namanya di panggil.
"Sejak kapan kami disini bukannya tadi bersama Dina" Ucap Renata lagi yang penasaran, bagaimana ia bisa di sana sedangkan tadi di luar.
"Oh, itu tadi pas kamu lagi ganggu Dina aku masuk dari belakang kalian" Ucap Aldi jujur.
"Macam hantu aja kamu, bisa pindah-pindah tempat" Renata bercanda sambil tersenyum
"Apa, orang tampan seperti ini kamu bilang hantu" Ucap Ari percaya diri.
Renata pun hanya tertawa mendengar apa yang Ari keluarkan dari mulutnya. Mereka pun kemudian lanjut dengan apa yang mereka ingin lakukan. Ari langsung membuat Kopinya kembali, sedangkan Renata sudah akan siap membuat Teh nya.
Setelah siap dengan kopi dan tehnya masing-masing. Mereka kembali ke ruangan masing-masing sambil membawa apa yang telah ia bikin. Tentu saja minuman nya akan di minum saat ia bekerja.
Tak lama kemudian, Dina datang ke ruang Renata. Berhubung Pak Irfan belum datang mereka masih bisa mengobrol sebentar.
"Rena nanti kita ke kantin bareng ia saat jam istirahat, ada yang mau ku ceritakan" Ucap Dina
Rena pun membalasnya "Ia".
__ADS_1