
Jangan pikir aku tidak punya hati, aku baru saja mengirimkan makan siang untuk istri ku itu, walaupun dirinya selalu saja bersi tegang dengan ku, tapi aku masih punya hati dan tidak ingin membuatnya menderita sungguhan.
Saat sore tiba aku merapihkan seluruh ruang kerja memasukan laptop ke dalam tas ku, ya begitulah, aku selalu pulang tepat waktu, kecuali semalam, semalam aku memang meninggalkan istri ku itu karena urusan penting dengan Dio.
"Tuan ini pesanan anda sudah jadi." ujar seorang pelayan toko kue.
Aku membawa kue itu pulang, rencananya aku ingin menikmatinya untuk menemani pagi ku besok.
Sesampainya di rumah matahari sudah tak nampak lagi, aku mencari Blevin ke seluruh penjuru ruangan namun tidak juga ku temukan dirinya.
Ku putuskan untuk menghubungi ibu atau nyonya Victoria, namun ibu menjawab, bahwa Blevin saat ini berada di rumah, Blevin sedang belajar memasak.
Aku menunggu Blevin sampai tengah malam, dan Blevin kembali dengan menggunakan taksi.
"Sudah kembali? bercerita apa saja dengan ibu?" sindir ku.
"Aku hanya bilang bahwa aku sungguh menderita menikah dengan putranya yang miskin!" Blevin mulai lagi, dia menghina ku lagi.
"Kau! aku hanya ingin membuat mu berubah! kau tidak bisa selamanya bergantung dengan orang lain! Blevin! dengarkan aku dulu." hilang semua malam tenang ku, lelah bekerja bukannya mendapat ketenangan malah bertengkar dengan Blevin.
__ADS_1
Blevin menuju kamar dan aku semakin mengejarnya, aku menggenggam tangannya dengan erat, mungkin pergelangan tangannya itu akan menjadi ruam nanti.
"Kau adalah iblis penyiksa hidup ku!" murkanya.
"Kau salah Blevin! aku adalah raja iblis dan ingat itu, aku akan selalu menyiksa mu sampai kau benar-benar berubah, anak manja." kesal ku padanya tumpah sudah.
"Bajingan sialan! cepat lepaskan aku!" ujarnya terus meronta.
"Kau bicara apa pada ibu? kau memohon untuk kembali ke rumah mu?"tanya ku penuh paksaan.
"Ya... disana aku mendapatkan apapun yang aku mau, sementara disini! aku hanya babu untuk iblis seperti mu!" Tidak tahan dengan makiannya aku memilih mengalah dan keluar dari kamar.
Sambil mengamati malam aku menggigit kue itu, rasa manisnya memang menyegarkan sekali di mulut ku jenis mousse rasa lemon selalu menjadi pilihan yang tepat.
Tanpa sadar aku sudah menghabiskannya dan aku masuk kedalam kamar untuk menggosok gigi.
Lagi lagi kejahilan otak ku muncul, melihat Blevin tertidur seperti itu, aku mencoba untuk mengerjainya, besok dia akan pergi keluar rumah dan dia paling tidak suka mengenakan pakaian dengan kerah tertutup, jadi aku akan mengerjainya.
Aku sedikit membuat tanda merah di bagian lengan atas, leher dan juga di bawah tulang selangka miliknya, dia sedikit mengeram dan terusik, bahkan kepala ku terkena pukulan tangannya.
__ADS_1
Selesai dengan pekerjaan ku menjahilinya, aku segera keluar kamar dan menyelimuti tubuhku di sofa.
Pagi hari yang cerah... setelah mandi dan berpakaian aku memilih untuk membuat kopi dan bersantai sebelum pergi ke kantor, menikmati sisa kue yang semalam ku letakan di lemari es.
Blevin baru selesai mandi dan sedang bercermin sekarang, aku mendengar suara teriakannya dari lantai bawah.
"Dasar Raja Iblis!!! beraninya kau melakukan ini terhadap ku!!" murkanya, lihat saja bahkan bukan hanya itu Blevin aku akan lebih menyiksa mu nanti.
"Kau memanggil ku nyonya Januardy??" tanya ku sembari menggodanya.
"Brengsek! Audrey hari ini aku akan bertemu dengan ibu mu dan ibu ku, bagaimana aku menjelaskan ini semua! dan bagaimana cara menutupi semua kelakuan mesum mu itu!" marahnya pada ku.
"Mudah saja, kenakan baju tertutup dan semuanya beres, lagian sih kenapa suka sekali mengenakan baju terbuka." ujar ku santai.
"Kau yang kerterlaluan! mengapa kau melakukan hal semenjijikan ini hanya untuk mengerjai ku!" dan bantal, guling pun di lempar olehnya.
"Itu hak ku! mengerjai mu adalah hiburan bagi ku saat ini." ucap ku dengan santai, aku segera berlalu meninggalkan dirinya dengan becak merah di 3 tempat itu, bahkan bukan hanya satu dua tapi ku buat 7, 3 di leher, dua di dekat tulang selangka, dua di lengan kiri dan kanan, jika kalian mau tau bagaimana aku melakukannya itu hal mudah, Blevin tidak akan terbangun jika sudah tidur, ada badai sekali pun dia akan tetap tertidur.
"Raja Iblis sialan!!! lihat saja nanti aku akan membuat mu menyesal." ujarnya dan aku akan menunggu kejutan itu nona.
__ADS_1