
Pagi hari ini, aku sudah cukup membaik, kepala ku saja yang masih sedikit pusing, karena semalam makan malam ku harus terkuras habis.
Aku melangkah menuju dapur, ku lihat Audrey masih di ruang makan dan akan pergi bekerja, aku hanya mematung di bawah tangga menatap Audrey.
"Kau sudah bangun? kemarilah." pinta Audrey.
"Kau sudah mau berangkat?"
"Ya... seperti yang kau lihat, malam ini aku akan pulang terlambat, ada beberapa lokasi untuk ditinjau, makan, minum obat dan beristirahat lah dengan baik, jangan buat kekacauan!" tegasnya, apa apaan dia, menasehati ku seperti aku akan menghancurkan istananya.
Setelah Audrey pamit tadi, aku melangkah menuju taman belakang, untuk melihat kolam ikan koi dan tanaman anggrek, Audrey memang punya hobi aneh, dia suka sekali dengan anggrek, dan ikan koi.
Disini punya 5 varietas anggrek, hanya anggrek bulan yang ku tau, karena bentuk dan warnanya mudah untuk di ingat.
"Nyonya, tuan menyuruh anda untuk makan dan minum obat."
"Taruh saja disini, aku akan makan tapi nanti." ujar ku.
"Tunggu, jangan pergi dulu."
"Ada apa nyonya?"
"Kau tau apa yang di sukai Audrey?"
"Setau saya tuan orang yang simpel dia tidak banyak mau atau banyak bicara, seleranya juga umum."
"Terimakasih, kau boleh pergi." ucap ku.
Aku harus mencari kado untuk Audrey, aku tidak mau ciuman semalam dijadikan kado olehnya, rasanya sungguh membuat ku muak.
Setelah mencari sesuatu dalam otak ku, aku mendapat apa yang seharusnya di dapatkan oleh Audrey.
Aku mengambil kunci mobil ku, dan bergegas pergi, kau tau berapa banyak pelayan yang melarang ku tapi aku tetap memaksa.
__ADS_1
Akhirnya aku sampai di tempat tujuan ku.
"Ada yang bisa kami bantu nona?"
"Tentu, aku mencari sesuatu yang langka disini, bisa kau tunjukan koleksi Anggrek mu?" tanya ku.
"Silahkan lewat sini nona."
Aku menatap banyak bunga anggrek disini, aku tidak tau namanya, tapi aku tertarik dengan satu bunga, itu bukan anggrek, tapi aku menyukainya, dan ku harap Audrey juga suka.
"Tolong bungkus yang itu saja untuk ku, yang warna biru."
"Akan kami bungkus sesuai pesanan anda nona, silahkan saya antar ke kasir."
Setelah membayar untuk bunga yang ku pilih aku kembali ke rumah, aku melihat mobil Audrey sudah terparkir disana, jadi iblis itu tidak jadi lembur? Ah... pasti karena mereka!
Aku melangkah dengan tenang, biar saja dia memaki ku lagi, sudah kebal rasanya aku dimaki olehnya.
"Ekhemm... Dari mana saja nyonya?" Benarkan iblis satu itu pasti akan mengomel.
"Tidak jadi, Raga mengundurkan jadwalnya."
"Kau atau Raga yang mengundurkan jadwalnya? Kenapa diam? mereka melapor padamu kan?"
Tanpa banyak bicara aku meninggalkan Audrey, bunganya masih melekat di tangan ku, masih berada di dalam tas jinjing ku.
Sampai di kamar aku menulis kartu ucapan untuk Audrey, bagaimanapun dia orang terdekat ku saat ini.
Aku mengantungkan kartu ucapan ku di pohon bunga yang ku beli, entahlah hanya ingin bersikap baik pada Audrey saat ini.
Aku keluar dari kamar ku, mengendap endap menuju kamar Audrey, saat ini aku seperti maling, dan aku terkejut saat pintu kamar itu terbuka.
"A... Audrey?" gugup ku.
__ADS_1
"Ada apa?" tanyanya datar.
"Untuk mu, hadiah ulang tahun mu, ku harap kau suka."
"Kenapa ucapannya seperti ini?" tanya Audrey saat aku akan keluar dari kamar itu.
...Happy Birthday to You.. ...
I hope the more mature you are, the more you can minimize your demonic attitude.
...Wish you always success and can pursue your happiness....
^^^Your Angel.^^^
"Apa?" tanya ku.
"Your Angel? Mengejar kebahagiaan? kau perlu jelaskan itu Blevin!" tegasnya.
"Aku malaikat, karena kau iblis, aku musuh mu yang akan selalu begitu, aku berharap kau dapat mengejar kebahagiaan mu, karena terperangkap dalam hidup amatlah sangat tidak menyenangkan!" ujar ku.
Aku ingin sekali pergi saat ini namun ternyata aku tidak bisa pergi, Audrey memeluk ku dengan sangat erat, dia merengkuh ku, dia mengecup puncak kepala ku, bahkan dia juga menghirup aroma dari leher ku.
"Lepaskan aku Audrey!" ucap ku menahan emosi.
"No, harusnya ku lakukan ini sejak awal, mengambil apa yang seharusnya menjadi hak ku, kau bilang aku iblis dan kau malaikat kan?"
Audrey membanting ku ke kasur, dia mengungkung ku, dia begitu beringas saat ini, tatapan mata dinginnya membuat aku terbunuh.
"Audrey! Ku mohon, jangan lakukan ini pada ku lagi, aku tidak mau ada kesalahan disini!" tegas ku pada Audrey yang sudah kalap akan keinginannya.
"Kita tidak akan melakukan kesalahan, aku akan selalu menjadi milik mu, begitu pula kau, kita akan meramaikan rumah ini dengan kehadiran anak anak kita!" Ucap Audrey disela kegiatannya membuka baju ku.
Aku membelakangi Audrey, aku menangis, menyesali apapun yang terjadi.
__ADS_1
"Aku tau hari ini masa subur mu, semoga dia tumbuh dengan cepat disana." ucap Audrey yang masih merengkuh ku, dan menciumi ku.
Ini seperti surprise yang tertukar Audrey! aku yang merasa terkejut akan semua tindakan mu, aku yang harus menangis, tapi bukan tangisan haru, melainkan tangisan penyesalan.