Straight Devil

Straight Devil
Berdua dengan Ibu


__ADS_3

Aku membuang tisu kedalam tong sampah di kamar ku, sehabis makan tadi aku terus saja mengeluarkan air liur, entahlah aku tidak pernah seperti ini.


"Ibu belum pulang?" tanya ku pada ibu yang masih duduk santai di sofa ruang keluarga.


"Tidak, ibu menginap, ayah mu sedang di Amerika, ibu kesepian dirumah."


Aku duduk di sebelah ibu dengan memegangi kotak tisu, aku terus saja mengeluarkan liur seperti anjing rabies.


"Bu, boleh tidur sebentar disini." tunjuk ku pada paha ibu, entahlah ingin sekali aku berada disana dengan sentuhan lembut di kepala ku.


"Marilah." sambut ibu, sentuhan jemari ibu di kepala ku semakin membuat ku nyaman, aku pun tertidur disana, sebentar, hanya beberapa detik, dan kemudian aku bertanya pada ibu.


"Apakah pernah ayah membohongi ibu? lalu kebohongan itu sulit sekali dimaafkan?"


"Pernah." Kemudian ibu menatap ku.


"Apa?"

__ADS_1


"Bella." Ucapnya lirih.


"Bella?" Aku menaikan alis ku.


"Ya... ibu tidak pernah tau jika Bella mengalami hal serupa dengan Adam, ayah mu merahasiakan semuanya dari ibu, sampai saat Bella tumbuh bersama mu, dan dia mulai kesakitan, ayah baru bercerita banyak hal tentang Bella, 7 tahun ayah mu menutupi semuanya."


"Apa alasan ayah?"


"Alasannya karena sebaiknya aku memberikan perhatian untuk mu, putri kami, dan Bella sebaiknya di jaga saja olehnya dan para dokter terbaik, itu adalah alasan mengapa kalian hanya bisa bertemu di waktu tertentu, dan saat Bella kembali, kau selalu saja membuat ulah yang mengakibatkan aku meminta kakek mu untuk mengurus mu."


"Blevin, percayalah ibu sangat menyayangi mu, kau tau, saat pertama seorang pria menyatakan perasaannya langsung pada ku, aku sangat bahagia, akhirnya putri kecil ku mendapatkan pria yang benar-benar menginginkannya."


"Audrey?" tanya ku, aku ingin sekali mendengar bagaimana sebenarnya sampai Audrey bisa menikahi ku.


"Ya.., Dia berkata pada ayah mu, bahwa kau bukan tipenya, tapi dia juga berkata jika dia tidak akan jatuh cinta berdasarkan tipe lagi, dia sudah terperangkap pada mu, Audrey sudah menyukai mu sejak menjadi supir mu, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaanya karena kau tau, dia pria sederhana saat itu, dan kau? kau seorang tuan putri sayang."


"Ibu memanggil ku sayang?"

__ADS_1


"Ya... Audrey yang meminta ku untuk memanggil mu dengan sebutan sayang, dia juga yang meminta ku untuk datang kesini, mencari tau bagaimana kondisi mu."


Bagaimana bisa selama itu Audrey memendam perasaannya, berarti selama aku mencari tau siapa gadis yang disebutnya dalam buku itu adalah aku?


Aku tersenyum, hati ku sedikit terhibur sekarang.


Saat aku masuk kedalam asrama Audrey waktu itu aku menemukan sebuah buku, dia menggambar tokoh wanita, dengan sebutan My B. Aku berusaha mencari wanita itu, sampai aku berspekulasi bahwa itu hanya hayalan dirinya saja, aku menyimpulkan bahwa sebenarnya My B adalah seorang pria yang dia gambarkan kedalam karakter lain, aku memang menyukai fiksi, jadi ya... aku berfikiran begitu.


"Sekarang kau harusnya istirahat, ibu akan masuk kamar, ibu juga lelah." Ucap ibu.


"Good night Bu." ucap ku, aku berlalu dan kembali kedalam kamar.


Sejenak mengotak-atik ponsel, aku tertuju pada sebuah foto, foto liburan kami di Maladewa.


Sejujurnya aku merasa sepi tidak ada Audrey disini, aku mau memeluknya saat ini juga.


Audrey tidak rindukah pada ku? Aku merindukan mu.

__ADS_1


__ADS_2