
Mencintai atau dicintai adalah sebuah perjalanan yang entah bagaimana pada akhirnya. Terluka atau melukai merupakan sebuah kodrat perasaan dan lisan manusia.
Saat pertama kali kakek memperkenalkan supir pribadi untuk ku, aku sangat amat membencinya kenapa? pastilah dia akan melaporkan segala kegiatan ku pada kakek padahal dia tidak tau apa alasan ku. Inilah alasannya mengapa aku membenci Audrey.
Dua tahun Audrey menjadi supir pribadi ku, diantara hari yang kami lewati bukan hanya ada lontaran kata kasar dan makian saja, akan tetapi aku dan Audrey melalui semuanya dengan tawa, marah, canda dan terkadang kami saling menguntit.
Jujur saja, aku sangat nyaman saat berada di sampingnya terlebih saat aku menghabiskan waktu di bar, berkali kali Audrey menjemput ku dalam keadaan mabuk, atau memergoki ku akan di jamah oleh pria asing, tapi lagi lagi Audrey selalu datang di waktu yang tepat, Audrey bahkan pernah terluka karena aku, wajahnya memar dan sudut bibirnya berdarah karena hantaman tangan pria asing yang akan menyentuh ku saat itu.
Aku mendaftarkan Audrey pada salah satu situs prostitusi online, alasan ku saat itu adalah karena selama Audrey menjadi supir pribadi ku selama satu tahun terakhir aku tidak pernah melihatnya berkencan atau memiliki wanita, padahal di kampus atau di universitas Audrey selalu jadi incaran kaum wanita, diawal aku hanya menjajakan Audrey dengan para wanita di kampus, namun semua di tolak mentah mentah oleh Audrey dan aku yang terkena batunya, namun Audrey membela ku dihadapan mereka semua.
"Blevin! kau itu sengaja mau mempermalukan ku di depan Audrey? kau mau merusak image ku di mata Audrey?" Dia adalah salah satu gadis tenar di universitas, dia menyukai Audrey dan menyewa Audrey satu malam dengannya, Audrey sempat datang namun sepertinya Audrey menolak wanita itu.
__ADS_1
"Keterlaluan!" Audrey mengeram saat tangan perempuan itu ingin menyentuh kulit wajah ku.
Aku hanya terperangah saat Audrey menahan tangan itu dan menatap bringas pada perempuan itu.
"Harga diriku yang dipermainkan disini! satu satunya yang berhak menghukum Blevin adalah aku bukan kau!" Audrey menarik tangan ku kasar setelah itu memulangkan ku ke rumah tanpa mengatakan apapun pada kakek.
Beberapa bulan berlalu, saat itu aku bertambah benci pada Audrey saat dia telat menjemput ku, dia berkata sedang sibuk dengan tugasnya, tapi aku tidak perduli, jadilah kami berdebat dan Audrey membentak ku.
"Jangan menjadi seorang anak kecil saat usia mu sudah semakin bertambah Blevin! Kau hanya semakin membuat orang sekitar mu semakin menjauh dari mu!"
"Jadi alasan mu selama ini membuat perkara hanya karena keluarga mu tidak memperhatikan mu? termasuk tentang situs online mu?"
__ADS_1
"A... apa maksudmu?" Aku terbata, sepertinya tindakan ku kali ini memang sudah melampaui batas.
"Kau tau siapa yang bertemu dengan ku di bar! kau tau siapa orang yang memesan ku untuk datang ke hotel? dia bukan seorang remaja perempuan atau seorang nyonya dia seorang pria berotot dan bertato! kau gila aku nyaris mati jika saja aku tidak memanggil pelayanan kamar dan menyuruhnya menelpon polisi!" Audrey sangat berapi api, dan aku ketauan.
Audrey marah pada ku berbulan-bulan tidak ada tegur maupun sapa, tapi aku memerintahkan dirinya untuk mengantar ku ke mall dengan alasan mencari kado untuk teman ku, padahal bonekanya masih terpajang dikamar ku, lalu kami berbaikan saat aku tertawa dengan keras atas insiden seorang pembeli ice cream yang jatuh, sungguh aku berbaikan karena itu.
Setelah dua bulan kami saling berbaikan aku bertemu dengan Zain awalnya pertemuan tidak sengaja, karena aku menabrak Zain dan menumpahkan minumannya, itu terjadi saat aku terburu buru masuk kedalam cafe untuk membeli sebuah roti kacang kesukaan ku.
Dari sana kami mulai dekat, menjalin hubungan yang cukup serius, kami sering jalan bersama dan orang yang semula menjadi teman ku perlahan aku melupakannya dan hanya menganggapnya benar benar sebagai supir saja.
Aku jatuh cinta yang pertama pada Zain, aku terlalu larut didalamnya sampai kenyataan yang beberapa bulan lalu menghancurkan ku, Audrey sudah mengetahui niatan awal Zain, dia memang sudah memberi tau tentang Zain di awal, tapi aku tidak perduli itu, aku buta oleh cinta.
__ADS_1
Setelah patah hati aku kembali hancur menemukan wanita yang hamil berada dalam lindungan Audrey, 4 bulan lamanya aku harus menahan rangkaian permainan yang dia ciptakan, Haruka tanpa perduli apa perasaan ku selalu saja mengatakan bahwa Audrey adalah miliknya, dan dia selalu saja bilang jika Audrey hanya mencintai dia.
Kenyataan yang aku temukan berbeda sekarang aku pun tidak tau akan menerima Audrey dan percaya padanya atau tetap pada mode pertemanan yang kami bangun, aku tidak tau.