
Blevin dan Audrey sampai dirumah, disana para pelayan sudah berbaris rapih di halaman depan menyambut keduanya, nyonya Hana, tuan Andi, tuan Diego dan nyonya Victoria sudah tersenyum hangat menyambut kehadiran mereka berdua.
"Kenapa mereka semua menyambut kita?" tanya Audrey pada Blevin.
"Aku tidak tau? kau ulang tahun?" tanya Blevin menyelidik.
"Tidak? bagaimana dengan mu?" Blevin sedikit berfikir, lalu menggeleng.
"Baiklah, kita temui mereka dengan tenang." ucap Audrey, kemudian keduanya turun dan mendapatkan pelukan dari masing masing mertua, Audrey dipeluk oleh orang tua Blevin, sementara Blevin di peluk oleh nyonya Hana.
"Ayo masuk biar ibu jelaskan semuanya." ucap nyonya Hana pada Blevin.
Mereka duduk dengan santai, sementara Blevin masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Kalian sudah hampir delapan bulan menikah dan kami memutuskan untuk mengirim kalian berbulan madu, untuk tempat kami sudah menyiapkan, kalian jangan khawatir, malam ini kalian bisa berkemas, dan besok pagi kalian sudah harus pergi." ucap nyonya Victoria.
"Ibu kau mengusir ku lagi?" tanya Blevin.
"Anak ku sayang, mana mungkin kami mengusir mu, jika kau di buang saja kami akan memungut mu." ucap tuan Andi.
"Lalu kami akan pergi kemana?" tanya Audrey.
"Kalian akan berlibur ke Maladewa, untuk satu pekan ini, seluruh tugas kantor mu bisa kau serahkan pada asisten mu bukan?" ucap tuan Diego.
__ADS_1
"Ayah masalahnya tidak semudah itu, Dio dan Aris memiliki proyeknya sendiri, dan aku juga memiliki beberapa pekerjaan di tahun ini, semua jadwal ku sudah full selama setahun, dan itu tidak bisa di ganggu." tegas Audrey.
"Ibu tidak perduli Audrey, kalian pokonya harus berangkat besok!" nyonya Hana dengan logat Jepang mulai marah pada anak tunggalnya itu.
"Terserah!" ucap Audrey final dan dia masih konsisten duduk di tempatnya, dia tidak akan pergi sebelum para orang tua itu pergi dari tempatnya.
"Kau kenapa?" tanya nyonya Victoria pada Blevin.
"Tidak, aku lelah aku mau istirahat." ucap Blevin.
"Baiklah, kalian bisa pergi sekarang." ucap tuan Diego.
Audrey dan Blevin masih dalam pantauan para orang tua, dan nyonya Hana kaget saat keduanya masuk ke kamar yang terpisah.
"Bisa kalian berdua jelaskan kenapa kamar kalian berbeda?" tegur nyonya Hana.
"Ibu, biarkan kami mandi lebih dahulu, kami akan menjelaskannya nanti." ucap Audrey.
Audrey dan Blevin masuk kedalam kamarnya masing-masing Blevin sibuk mencari alasan dengan wajah murung, sementara Audrey nampak terlihat baik baik saja, toh dia akan mengatakan yang sejujurnya saja pada sang ibu.
Setelah mandi dan berpakaian Blevin keluar dari kamarnya terlebih dahulu, dia pergi ke dapur untuk mengambil minum, dia mendengar ibu mertuanya menanyakan beberapa hal pada kepala pelayan yang bernama Sinta.
"Berapa lama anda bekerja dengan anak saya di rumah ini?" tanya Hana.
__ADS_1
"Sekitar empat bulan terakhir nyonya." ucapnya.
"Empat bulan? lalu apakah selama itu mereka berdua tidak sekamar?" tanyanya lagi, kali ini sedikit lebih tegas.
"Iya nyonya, bahkan kami baru tau tadi jika nona Blevin adalah istri tuan Audrey, karena selama ini kami menganggap nyonya Haruka adalah istri tuan, karena tuan menjelaskannya begitu."
"Keterlaluan Audrey!" Suara nyonya Hana mulai menggema sekarang.
Saat itu juga Blevin datang dan menaruh gelasnya di meja.
"Ibu, semua yang kau dengar bukanlah yang sebenarnya, kau harus mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu." ucap Blevin lembut.
"Baiklah, jelaskan padaku sekarang!" final Hana yang mulai emosi.
Blevin mengajak ibu mertuanya itu ke halaman belakang, Hana duduk di kursi sementara Blevin berada di sebelah Hana.
Blevin menatap lekat satu titik di depan matanya, air matanya sedikit turun tapi bisa di tahan olehnya.
"Aku menikah dengan begitu tiba-tiba, tidak ada yang menanyakan tentang persetujuan ku, bahkan aku tidak tahu bahwa hari itu aku akan menikah dengan anak mu." Blevin masih mencoba tenang.
"Kau tau, saat itu aku masih memiliki seorang kekasih, dan apakah kau tau jika aku sangat membenci anak mu? Audrey, aku mengenal dirinya tiga tahun lalu, saat dia menjadi supir pribadi ku, kami terlibat satu permasalahan, dan mungkin sampai saat ini Audrey masih ingin membalaskan dendamnya pada ku." ucap Blevin jujur.
"Lalu apa mau kalian sekarang? berpisah?"
__ADS_1
"Diawal iya, aku ingin bercerai dari anak mu itu, aku ingin lepas darinya, tapi beberapa hari lalu, anak mu mengatakan bahwa dia mencintai ku, dan aku masih bimbang dengan semua itu."
"Jika kau ingin berpisah dengan anak ku, maka berpisahlah aku akan membantu mu, dan aku tidak akan memaksanya." Blevin hanya diam menanggapi Hana, dia juga bingung dengan perasaannya.