
Ibu dan ayah ku meminta ku untuk datang ke salah satu hotel miliknya, dia bilang malam ini akan di adakan acara besar-besaran sebagai perayaan hari jadi pernikahan mereka yang ke 30 tahun. Tidak terasa dan ini mengejutkan bagi ku, ternyata banyak waktu mereka terbuang hanya untuk mengurus kakak ku Adam.
Ya... aku punya satu orang kakak laki laki, bernama Adam Sandler Clark, dia berusia 31 tahun saat ini berbeda 6 tahun dari ku, Adam sebenarnya adalah seorang yang sangat pandai, tapi Adam memiliki kelainan pada organ jantungnya, itu membuat ibu dan ayah cukup kesulitan, selain Bella ada Adam yang harus mereka jaga, dan itu adalah salah satu alasan bagaimana aku bisa berada di Amerika saat itu.
"Selamat datang nona, kami disuruh untuk mengantar nona ke room yang telah di siapkan oleh nyonya Victoria." ujar para pelayan wanita, yang menyambut ku di lobby hotel.
Tumben sekali?
Aku mengikutinya setiap derap langkah mereka.
Sesampainya di ruangan aku terkejut, saat mereka menyuruh ku mengganti pakaian yang ku kenakan dengan dress code yang di buat ibu dan ayah.
Aku tidak keberatan jika dress code nya adalah warna atau gaun biasa, tapi ini gaun pengantin? mereka selalu saja membuat ulah.
Dengan terpaksa aku memakai gaun itu, awalnya menolak tapi aku juga punya hati, saat satu pelayan itu menangis membujuk ku.
"Ayolah nona, jika sampai kau tidak mengenakan ini, kami semua akan di pecat, lalu bagaimana dengan nasib keluarga kami nona." satu pelayan mulai tersedu meneteskan air mata. Uhhh.. Cengeng!
"Itu bukan urusan ku!" ujar ku.
"Nona, ayah ku sedang sakit, aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini, kalau aku di pecat maka bagaimana kelanjutan pengobatannya." dia bersuara lagi dan itu membuat ku sedikit terenyuh.
"Baiklah akan ku kenakan, aku tidak tega pada mu." Kemudian aku mengenakan gaun pengantin mewah itu.
"Lalu? apakah aku juga harus di makeup seperti ini?" ucap ku yang mulai geram bagaimana tidak aku benar-benar menjadi seorang pengantin saat ini.
"Maaf nona, tapi sekarang kau akan turun kebawah dan menikmati pestanya." dengan wajah kesal aku menuju ke acara yang di maksud, begitu banyak wartawan disini, mau tidak mau aku harus tersenyum, dan kalian tau, semua yang hadir memang mengunakan gaun pengantin simpel dan berwarna putih.
Aku akan menanyakan semuanya pada ibu nanti.
__ADS_1
Saat aku melangkah dan masuk ke ballroom, ayah menyambut ku di atas altar bersama seorang pria yang berdiri dan seorang pendeta.
Tuhan! ayah benar benar ingin menikah lagi sepertinya, pikiran ku belum sadar sepenuhnya.
Aku terbelalak ketika aku di sandingkan dengan pria yang sangat aku benci, pendeta menyaksikan dia mengucap kalimat suci itu, What!? ini sungguhan atau hanya ayah yang bergurau?
Tapi aku tersadar, saat pendeta meminta ku untuk mengucapkan kalimat yang sama dengan apa yang di ucapkan pria menyebalkan tadi.
"Apa maksud semua ini? bajingan!" marah ku pada Audrey, dengan sedikit berbisik, bagaimana bisa semua itu terjadi.
Semua tamu menatap ku dengan tatapan menakutkan, Jika aku memberontak dan menghancurkan pesta ini mungkin nama besar keluarga ku akan tercoreng dan siapa di sana Nyonya Hana? kenapa dia berada di sini? Saat aku sudah kembali konsen, aku dengan mudahnya mengucapkan kalimat neraka itu bagiku, aku akan terikat dengan iblis ini.
"Brengsek!" plak!!!
Aku menampar Audrey saat seluruh tamu sudah meninggalkan pesta malam ini, aku juga berada di kamar hotel saat ini jadi tidak ada yang bisa mendengar pertengkaran kami.
"Aku menikahi mu, aku menjadi suami mu, dan kau istri ku sekarang." ucapnya dengan senyuman paling ku benci.
"Aku tidak mau menjadi istri mu! kau akan mendapatkan surat perpisahan secepatnya tuan Audrey!" Aku menampar Audrey dengan keras bahkan sampai pipinya lebam.
"Silahkan saja tapi setelah aku mendapatkan semuanya dari mu." Dia menggenggam kedua tangan ku dan mulai mendekat.
"Lepaskan aku iblis sialan!" ucap ku kasar menolak sentuhannya.
Dengan cepat dia menyandarkan ku pada ranjang, dia menindih ku dan aku mengamuk.
"Audrey... ummm... Audrey!" maki ku.
cup... Aku lemas saat dia mengambil ciuman pertama ku.
__ADS_1
Iblis brengsek yang menyebalkan, sesaat tindihan badannya mengendur dan itu kesempatan ku untuk mendorongnya hingga terjatuh.
"Bajingan! tak cukup kah kau menjadi supir yang menyebalkan untuk ku selama dua tahun? dan tidak kah cukup menyiksa ku dengan semua hukuman yang diberikan kakek ku untuk ku? sekarang kau semakin menyiksa ku!" geram ku tak habis emosi ku pada pria yang satu ini.
"Kau pikir ide menjual ku kepada teman-teman mu adalah ide yang cemerlang untuk menyingkirkan ku?" ujarnya, memang itu ulah ku, menjual Audrey dengan diam-diam kepada teman di universitas dulu.
"Tapi kau tidak menyia-nyiakan itu semua bukan? bahkan kau menikmatinya!" teriak ku.
"Apa kau bilang? menikmati? fikir saja sendiri, bagaimana aku bersikap pada mereka, kau selalu membuat ku susah setiap saat!" teriak Audrey tak kalah kencang.
"Tapi itu sebanding dengan hukuman yang kakek berikan kepada ku, kau pria, lalu kenapa kau tidak menikmatinya saja, lagi pula mereka membayar untuk itu!" sanggah ku.
"Kau gila! bagaimana bisa aku menjual diriku! aku bukan pelacur Blevin!" ucapnya kasar, ini semakin membuat ku menduga bahwa dirinya sejenis dengan Davi.
"Kau? apakah kau satu spesies dengan Davi?" ucap ku menyelidik.
"Kau! Davi? pria presto itu?" tanyanya, entahlah apa maksudnya pria presto yang selalu dia berikan pada Davi.
"Kau menyukai pria?" tanya ku saat dirinya sudah berdiri sempurna di hadapan ku saat ini.
"Hah!!! kau perlu bukti untuk itu? aku baru saja mencium mu tadi?" tanyanya dengan ekspresi tak terduga.
"Itu bisa saja hanya kamuflase, kau begitu mahir bermain peran." sanggah ku kembali.
Bukan menjawab dia malah pergi tanpa menghiraukan ku.
Masa bodo, sekarang aku tau dia itu siapa, dia adalah sejenis dengan Davi, buktinya ketika dia masih menjadi supir ku, aku tidak pernah melihatnya menghubungi perempuan atau melihatnya berjalan dengan perempuan.
Aku juga pernah datang ke asramanya secara diam diam, dia tidak mengoleksi majalah seperti Joe atau Sam, bahkan aku berani membajak ponselnya hanya untuk mencari bukti, tidak ada nama perempuan yang mencurigakan selain Nama ku dan Haru, dan aku tidak tau Haru itu perempuan atau pria sepertinya.
__ADS_1