Stuck On You

Stuck On You
12. Anak Tante Sarah


__ADS_3

Sore ini kedua kalinya Nadia melihat mamanya ada dirumah saat ia pulang sekolah. Mamanya menepati janji untuk menjadi seorang ibu yang selalu ada untuk anaknya. Nadia sangat bahagia. Sedari kemarin, Nadia tidak berhentinya bersyukur kepada Tuhan.


"Assalamualaikum" salam Nadia saat membuka pintu rumah


Mamanya sedang duduk santai di ruang tamu melihat ke arah Nadia "waalaikumsalam"


"Lagi apa ma" tanya Nadia sambil mencium tangan mama. Lalu mendudukkan dirinya disamping mama


"Lagi napas"


Nadia mendengus sebal "nggak jadi tanya deh"


Mama terkekeh mendengar jawaban anaknya. Mama selalu senang menjahili anak perempuannya yang satu ini. "Tadi temen mama pada kesini"


"Tumben"


"Biasa, ibu-ibu rempong mah suka gitu" ujar mama sembari terkekeh


Nadia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa lalu memejamkan matanya "ma" panggil Nadia


"Hmm" mama bergumam memandang anaknya


Nadia membuka matanya, melihat ke arah mamanya yang juga sedang menatapnya "Nadia ikut olimpiade"


Mama tersenyum sembari mengelus kepala anaknya "bagus dong"


"Tapikan nanti Nadia bakalan jarang dirumah" ujar Nadia


"Masalah kamu disitu?"


Nadia mengangguk mengiyakan "iya. Nadia kan mau bantuin mama masak, bersih-bersih rumah"


"Mama nggak kemana-mana ini kan. Bantuin mama bisa kapan aja. Yang terpenting, kamu prioritasin pendidikan kamu" ujar mama menasehati


"Mama izinin Nadia ikut olimpiade?"


"Orang tua mana sih yang nggak mau lihat anaknya sukses. Jelas mama izinin kamu"


Nadia tersenyum ke arah mamanya. Menyenderkan kepalanya di bahu mama. Lalu memeluk pinggang mamanya dengan sayang.


"Sana ganti baju, terus makan. Mama masak semur telur puyuh kesukaan kamu" perintah mama


Wajah Nadia berseri senang "siap laksanakan"


Nadia berdiri dari duduknya dengan semangat. Berjalan ke lantai dua, menuju kamarnya


"Sayang"


Panggilan mamanya mengintrupsi Nadia untuk berhenti saat dirinya akan melangkah menaiki tangga. Nadia membalikkan badan, melihat kearah mamanya, kedua alisnya terangkat, menunggu mama melanjutkan ucapannya


"Nanti malem ikut mama sama papa ya" ujar mama


"Kemana?"


"Kerumah temen papa. Kita diundang makan malem disana"


Nadia mengangguk setuju "oke"


"Jam tujuh udah rapi ya" ucap mama mengingatkan


"Iya mamaku sayangg" jawab Nadia sembari kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.


                      *******


Selesai berganti baju, Nadia turun kelantai bawah. Kearah dapur. Mamanya terlihat sedang membuat teh. Sepertinya papanya akan pulang cepat lagi hari ini

__ADS_1


Nadia sudah duduk di salah satu meja makan, dan mengambil nasi dan beberapa telur puyuh masakan mamanya "ma, makan dulu sini"


"Iya, kamu duluan aja. Mama nunggu papa turun"


"Eh? Papa pulang cepet lagi ma?" Nadia menghentikan kunyahannya


Mama menaruh secangkir teh yang Nadia tebak untuk papanya. "Iya. Kan kita ada acara nanti malem"


Nadia mengangguk mengerti, mulutnya membulat. Lalu kembali melanjutkan makannya yang tertunda


"Nah, itu papa"


Mama menyambut papa yang sudah berpakaian santai. Papa duduk di kursi ujung, dekat Nadia. Menyesap teh yang dibuatkan mama


"Mau sekalian makan pa?" tanya mama


Papa mengangguk "iya ma"


Papa melihat Nadia yang fokus dengan makanannya. "Serius banget makannya" sindir papa kepada Nadia


Mama ikut menyindir "Maklum pa, energinya kekuras buat belajar olimpiade nanti"


"Enak ya, yang tadi siang abis ngerumpi sama ibu-ibu rempong" Nadia balik menyindir mamanya


Ketiganya tertawa bersama. "Tadi mama bilang olimpiade. Nadia ikut olimpiade?" tanya papa melihat kearah mama


Mama duduk di kursi berhadapan dengan Nadia. Mengangguk mengiyakan pertanyaan papa "itu, tanya sendiri sama anaknya"


Papa mengalihkan pandangannya ke arah Nadia yang sedang menegak air putih. Memandang anaknya dengan tatapan bertanya


Nadia yang menyadari tatapan papanya lalu mengangguk "iya, Nadia rencananya mau ikut olimpiade sains, pa"


Papa tersenyum senang "jangan cuma jadi rencana, kamu harus ikut, banggain mama sama papa, ya" ujar papa mengemangati


"Papa sama mama akan jadi orang pertama yang akan dukung kamu" ujar papa melanjutkan


Selesai makan, Nadia pamit kembali ke kamarnya untuk tidur. Terlalu pusing untuk memikirkan masalah olimpiade itu.


                         ******


"Sudah selesai siap-siapnya sayang?" mama membuka pintu kamar Nadia


Nadia berdiri dari kursi riasnya. Menghadap mamanya yang baru saja datang "udah ma"


"Kamu serius pake kayak gitu?"


Nadia memandang penampilannya dari ujung kaki sampai ujung rambutnya 'penampilan gue salah ya' batin Nadia bertanya


"Cuma makan malem doang kan kata mama" jawab Nadia


"Ya nggak gitu juga sayangg" mama mendesah lesu melihat penampilan anaknya yang dinilai terlalu santai untuk ukuran sebuah acara private


Bagaimana mama tidak heran melihat penampilan anaknya itu, Nadia hanya memakai celana jeans dan sweater putih polos yang membalut tubuhnya.


"Aduuh pusing deh kepala mama. Mama cariin baju buat kamu dulu" ujar mama membuka lemari baju Nadia sembari mencari-cari baju yang cocok untuk Nadia kenakan.


"Nahh"


Wajah mama berseri. Tangannya membawa sebuah dress selutut berwarna abu-abu. Memberikannya ke Nadia yang duduk dikursi rias memperhatikan setiap pergerakan mamanya.


"Cepetan ganti sana. Nanti mama dandanin" suruh mama sembari mendorong pelan punggung anaknya ke kamar mandi


Tidak membutuhkan waktu lama, Nadia sudah mengganti sweaternya dengan dress pilihan mamanya. Nadia didudukkan lagi di kursi rias. Mamanya sudah memegang alat untuk mengcurly rambut.


Dengan telaten, mamanya menata rambut Nadia. Dilanjutkan merias wajah anaknya. Mendandani Nadia dengan bedak tipis dan memberikan sedikit polesan blush on pada tulang pipi Nadia, lalu memoles bibir Nadia dengan lip cream.

__ADS_1


"Selesai"


Mama menepuk-nepuk kedua telapak tangannya. Tersenyum bangga melihat penampilan anaknya yang sudah didandaninya


Nadia bercerimin melihat penampilannya saat ini "ma, Nadia nggak biasa dandan kayak gini"


"Makanya dibiasain sayang. Kamu kan udah dewasa, belajarlah dandan. Jangan cuma pake bedak bayi"


"Ayo. Papa udah nunggu lama dibawah" mama menarik tangan Nadia


"Lama banget sih ma. Papa sampe lumutan nunggunya" celetuk papa ketika mama dan Nadia sampai di tangga terakhir


"Nadia yang bikin lama pa" jawab mama


"Lah, kok nyalahin Nadia sih ma. Mama yang nyuruh Nadia ganti baju kok" bela Nadia


Papa terkekeh pelan "yaudah ayo berangkat"


"Bi Inah, kita pergi dulu ya" mama agak teriak. Bi Inah berlari tergopoh-gopoh kearah ruang tamu


"Iya, Nya" jawab Bi Inah


Ketiganya memasuki mobil. Disupiri oleh mang Yudi. Menuju ke rumah teman papa


"Kita kerumahnya siapa sih Pa?" tanya Nadia kepada papanya yang duduk didepan.


"Kerumah om Ferdi, sayang"


"Tante Sarah loh itu" tambah mama


Nadia mencoba mengingat-ingat "tante Sarah yang sering kerumah?"


Mama mengangguk mengiyakan. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mereka sampai di rumah Om Ferdi.


Tante Sarah menyambut kedatangan kami "Sudah sampai ternyata. Silahkan masuk Ghina, Haris"


"Apakabar Nadia. Tante udah lama nggak ketemu kamu. Tambah cantik aja" sapa tante Sarah kepada Nadia


Nadia tersenyum kearah tante Sarah sambil mencium punggung tangan tante Sarah "baik tante"


"Ayo-ayo masuk"


Tante Sarah menggiring kami untuk duduk di ruang makan. Sudah tersaji banyak makanan diatas meja. Ada om Ferdi yang sudah duduk di sana. Lalu mempersilahkan kami untuk duduk.


"Ini anak lo, Ris" tanya om Ferdi kepada papa


"Iya ini anak gue. Nadia namanya"


Nadia mencium punggung tangan om Ferdi "Nadia om"


Tante Sarah dan mama sudah sibuk dengan obrolan mereka. Sesekali Nadia yang ditanya hanya menjawab singkat, namun sopan


"Anak kamu mana, Sar?" tanya mama kepada tante Sarah


"Lagi mandi dia. Baru pulang main. Maklum anak cowok" jawab Tante Sarah


"Nadia"


Seseorang memanggil Nadia. Membuat Nadia mencari si pemilik suara. Alis Nadia berkerut "lo"


"Ngapain lo disini" tanya Nadia kepada cowok remaja yang baru datang itu


"Lah. Ini rumah gue" jawab cowok itu


"Ma" Nadia melihat kearah mamanya meminta penjelasan

__ADS_1


"Dia anak tante Sarah. Karel namanya"


'What the ---' batin Nadia terkejut


__ADS_2