Stuck On You

Stuck On You
Antara Yuni dan Richard


__ADS_3

Cinta sesaatmu seperti jeda, namun setelah jeda ku harus bangkit dari kepedihan..πŸ₯€


Setelah berkali-kali berhasil menghindari tembakan peluru dari anak buah Joe Dexunta, Richard tidak menyadari jika ada sebuah truk dari arah kiri di persimpangan tiga jalan itu.


PRAKKKK....


Mobil yang dikemudikan oleh Richard terpental ke tepi jalan. Bentuk samping kiri mobil itu sudah tidak berbentuk lagi. Kaca jendela mobil pecah berkeping-keping. Di setir mobil mengalir darah Richard. Kepalanya mengeluarkan banyak darah. Richard hilang kesadaran sejak truk menabrak mobilnya. Dalam ketidaksadarannya tangan Richard masih memegang cincin di jari manisnya.


"Pak Richard.." Teriakan dari anak buah Richard setelah anak buah Joe Dexunta pergi dari tempat kejadian itu. Mereka mendekati mobil Richard dan melihat darah yang begitu banyak keluar dari kepala dan tubuh Richard. Mereka mengumpat kesal karena tidak bisa melindungi bosnya.


Tidak lama kemudian ambulance datang bersama dengan Fabian. Wajah kesal dan muram terukir di wajah Fabian. Dia sangat menyesal karena tidak menemani Richard tadi. Melihat keadaan Richard yang ditangani oleh tim medis, Fabian meninju kaca mobil Richard hingga pecah.


"Kenapa kalian menghadapi anak buah Joe Dexunta saja tidak becus, hahh?" kata Fabian marah. Mukanya merah padam dan urat di wajahnya terlihat jelas.


Enam orang yang berdiri sambil tertunduk itu tidak berani menjawab.


🍁🍁🍁


"Bagaimana keadaannya sekarang?" sebuah pertanyaan terdengar ketika pintu ruangan dibuka.


Rangga, Gio dan Rizal sontak melihat ke arah pintu. Seketika wajah mereka berubah muram.


"Sejauh ini baik-baik saja, Om.." jawab Rangga.


"Syukurlah.." jawab Julius.


"Om ngapain kesini?" tanya Gio seperti orang bingung.


Julius melihat ke arah Gio dengan tatapan dingin, "Dia putri saya, saya berhak tahu keadaannya."


"Oh..." Ketiga orang itu ber-oh ria. Membuat Julius menahan marah.


Julius tidak menghiraukan Rangga dan sahabat-sahabatnya. Tujuannya adalah kembali berhubungan baik dengan Yuni. Karena dia melihat Richard sangat mencintai Yuni, dia berkesempatan besar untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Pratomo. Bagaimanapun caranya Yuni harus pulang kembali di rumah Anindya.


"Om Julius.." panggil Aty dari muka pintu yang sudah selesai pemeriksaan ditemani Viki.


"Kamu temannya putri saya kan?" tanya Julius menatap sendu ke arah Aty.


'Kok jadi baik gini? Tunggu putrinya sekarat dulu baru berubah baik. Jangan-jangan ada maksud lain...?' Aty mengernyitkan keningnya dan berjalan menuju tempat tidur dimana Yuni berbaring.


"Iya Om saya Aty temannya Yuni," jawab Aty dengan pandangan mata ke arah Yuni. Dia enggan menatap Julius karena dia dan Yuni pernah di usir secara paksa dari perusahaan Julius.


"Terima kasih sudah menemani Yuni selama ini," ucap Julius.

__ADS_1


Aty yang mendengar perkataan Julian hanya menghembuskan nafas kasar, " Sama-sama Om. Makasih juga sudah bersedia menolong Yuni."


"Sudah seharusnya bagi saya. Karena saya adalah ayahnya," ucap Julius.


Aty dan yang lainnya hanya menahan napas. Mendengar perkataan Julius membuat mereka kesal. Bagaimana seseorang bisa berubah dalam hitungan jam. Tadi pagi di rumah masih tidak mempedulikan Yuni ketika Rangga meminta untuk menolong Yuni. Setelah mendapat ancaman dari Richard sikapnya berubah sepenuhnya.


Fabian memasuki ruangan dengan membawa beberapa bungkusan.


"Kalian belum makan kan? Ini ada roti dan makanan ringan. Silahkan makan," ucap Fabian ramah.


"Makasih banyak, Om. Aku lapar banget," ucap Aty seraya menghampiri Fabian.


"Ternyata gugup juga butuh tenaga yah.." tutur Rizal.


"Gimana ngga ngurangin tenaga coba, gue lihat sahabat gue sendiri bersimbah darah dan ngga bergerak sama sekali," sanggah Aty yang sudah membuka bungkusan yang diberikan Fabian.


"Sudahlah.. Jangan godain Aty lagi. Kata dokter dia mengalami trauma ringan." Bela Viki yang langsung mendapat tatapan curiga dari sahabat-sahabatnya.


"Cieee.. Sudah ada yang bela nih," goda Gio.


"Ko ruangan ini serasa penuh bunga yah.." sambung Rizal.


"Yang jomblo bisa apa nih?" sahut Gio dengan tatapan ke arah Rangga.


"Kaya lo ada pacar aja.. Lo jomblo juga kan?" tukas Rangga.


Drt..drt..


Dering ponsel Fabian menghentikan acara goda-menggoda antara Rangga dan sahabat-sahabatnya. Fabian dengan segera menjawab panggilan itu.


"Apa?"


"Shit.."


Dua jawaban dari Fabian membuat semua yang berada dalam ruangan itu terperanjat kaget dan bingung.


Raut wajah Fabian nampak khawatir dan gelisah, "Rangga, saya percayakan kepada kalian untuk menemani Yuni disini."


"Baik, Om." Jawab Rangga.


"Bagaimana dengan perjanjian sebelumnya, Pak Richard memberitahukan bahwa akan diurus oleh kamu," ucap Julius mengingat urusannya dengan asisten Richard belum diselesaikan.


"Sudah saya selesaikan." Fabian langsung berlari meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Julius tersenyum senang," Saya percayakan kepada kalian juga untuk menjaga Yuni," ucap Julius lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Dia harus pergi ke kantornya untuk memastikan bahwa perkataan Fabian benar atau tidak.


Tidak ada sahutan dari Rangga dan yang lainnya. Mereka melihat kepergian Julius dengan tatapan kesal.


"Apakah sesuatu terjadi dengan Pak Richard?" tanya Aty khawatir.


"Ngga tahu.. Emang dia udah lakuin apaan sampai Lo khawatir gitu?" tanya Rizal.


"Melihat Om Fabian yang cemas dan buru-buru seperti tadi kayanya sudah terjadi sesuatu sama pak Richard," jawab Aty lagi.


"Aty, Lo jelasin ke kita bagaimana Yuni bisa kaya gini?" tanya Rangga yang curiga dengan kejadian yang menimpa Yuni. Mengingat Yuni tidak memiliki musuh yang memiliki barang ilegal itu. Setelah mendengar perkataan Richard di rumah Julius membuatnya yakin bahwa Richard bukanlah orang sembarangan.


"Oke gue cerita. Tapi Lo semua jangan marah dulu ya.." jawab Aty ragu-ragu.


"Kita ngga marah kok.." Viki yang berdiri di samping Aty mencoba menenangkannya.


"Jadi gini, gue tadi pagi pergi ke apartemen Yuni untuk mengajaknya jalan. Tapi ketika sampai di apartemennya gue lihat tu apartemen kaya kapal pecah, berantakan dan berserakan semua, ngga tahu siapa yang menghancurkan apartemen Yuni," jelas Aty.


"Kok bisa-bisanya ada orang setega itu membuat orang lain menderita," ucap Viki.


"Lanjut jelasin," tukas Rangga.


"Gue langsung cari Yuni. Gue nelpon dia berkali-kali tapi ngga diangkat, tapi ketika diangkat gue tanya dia dimana, tapi dia ngga mau jawab. Namun tiba-tiba pak Richard yang jawab kalau Yuni ada di apartemennya. Gue langsung berangkat ke sana," jelas Aty.


"Kok bisa Yuni ada sama Pak Richard?" tanya Rizal heran.


"Gue bilang apa tadi, kalau Pak Richard dan Yuni punya hubungan," ucap Gio yakin.


"Jadi Yuni kena tembak di apartemennya Pak Richard?" tanya Rangga menahan pedih.


"Iya.. Tepatnya di atap," jawab Aty gugup.


Rangga menghembuskan nafas kasar. Gio, Rizal dan Viki terlihat bingung dengan tingkah Rangga.


"Apa hubungan Yuni dan pak Richard, Ty?" tanya Viki.


"Eng......"


"Yuni.. kamu udah sadar?" panggil Aty dan Viki bersamaan.


🍁🍁🍁


Hay guys 🀩

__ADS_1


Vote dan like yah untuk Yuni dan RichardπŸ€—



__ADS_2