Stuck On You

Stuck On You
Persiapan Perjumpaan


__ADS_3

Waktu Tuhan itu sempurna


Persiapkanlah hatimu. Dan jika sudah tiba waktunya kamu akan menerima itu. Bersyukurlah...🥀


Yuni menangis tertunduk. Julius bangun dan duduk di samping putrinya, "Richard sudah tidak apa-apa. Ini bukan salah kamu. Sebentar lagi Richard dan orang tuanya datang." Julius memeluk dan menenangkan putrinya


"Dia ngga apa-apa kan, Pak Fabian?" tanya Yuni dalam pelukan Julius.


"Pak Richard telah sadar dan sudah pulih. Namun ingatannya belum kembali," ucap Fabian.


Yuni yang mendengar itu tertunduk sedih, "Kapan mereka kesini, Pa?" tanya Yuni sendu.


"Papa dan Pak Fabian sudah memutuskan hari Minggu ini," jawab Julius.


"Tiga hari lagi?" tanya Yuni sambil menghapus air matanya.


"Iya, Yun," jawab Julius merasa lega setelah melihat perubahan raut wajah Yuni yang kembali cerah.


"Nanti ketemunya dimana, Pa? Aku harus menyiapkan beberapa perlengkapan di rumah ini lagi," kata Yuni semangat.


"Yun, kamu punya rumah, kamu punya papa. Kita akan bertemu di rumah papa. Bisa kan?" tanya Julius.


Yuni nampak berpikir sejenak, " Baik, Pa. Aku setuju," jawab Yuni. Bagaimanapun itu adalah rumahnya juga.

__ADS_1


"Kamu harus dandan yang cantik. Sudah sebulan kan kamu tidak bertemu Richard?" tanya Julius.


Yuni nampak malu-malu di depan papanya, "I..iya, Pa," jawabnya.


"Nanti papa transfer uangnya untuk belanja keperluanmu," ucap Julius lembut. Fabian yang melihat Yuni dan Julius ikut bahagia melihat keharmonisan antara ayah dan anak itu.


"Uang aku masih ada, Pa," Jawab Yuni.


"Kamu masih tanggung jawab papa, Yun. Ingat itu."Julius menatap putrinya lekat.


Yuni tersenyum sampai menampakkan barisan gigi putihnya, "Iya, Pa. Aku ngga bantah Papa lagi.


"Begitu dong," ucap Fabian yang juga ikut tersenyum.


Yuni terlihat sangat bahagia. Setelah selesai berbicara, Yuni kembali ke dapur dan melihat semuanya sudah beres.


"Apa, Ma? Papa kena kanker hati? Darimana Mama tahu?" tanya Siska kaget.


"Iya, sayang. Dokter pribadi papa kamu yang memberitahukan kepada mami," jawab Rini.


"Terus gimana nasib kita selanjutnya, Ma?" Siska dengan nada khawatir.


"Kita harus cari tahu isi surat wasiat papa kamu. Bila perlu kita buatnya koma dan paksa dia untuk tanda tangan surat wasiat agar semua warisannya diberikan kepada kita," ucap Rini dengan senyum licik.

__ADS_1


"Iya Ma. Aku yakin warisan papa semuanya diberikan pada perempuan ja**ng itu," ucap Siska ketus.


"Ngga akan mama biarkan," ucap Rini.


"Itu kayanya bunyi mobil papa deh, Ma. Papa darimana yah seharian ini?" tanya Siska seraya melihat ke arah pintu masuk dari kamarnya di lantai dua.


"Tadi mama ke kantor tapi papa kamu ngga ada di sana. Mama curiga pasti dia bertemu dengan Yuni," ucap Rini kesal.


"Ngga mungkin, Ma. Papa itu benci banget sama perempuan ja**ng itu," ucap Siska yang juga mulai kesal.


"Tuh papa kamu udah dateng. Samperin sana," ucap Rini ketika mendengar langkah kaki yang kian mendekat.


Siska langsung berlari keluar menghampiri Julius, "Papa udah pulang.. Darimana aja sih, Pa? Aku cari Papa loh seharian ini," ucap Siska manja sambil bergelayut manja di lengan Julius.


"Papa ada pertemuan dengan kenalan. Urusan kantor, maafkan Papa yah," ucap Julius berusaha menutupi pertemuannya dengan Yuni.


"Baiklah, Pa.. Pa aku mau beli tas baru, model terbaru dan aku suka banget, Pa," ucap Siska.


"Oke nanti Papa transfer uangnya," jawab Julius seraya tersenyum pada Siska.


Siska terlihat senang," Makasih, Pa. Papa emang yang terbaik." Julius hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamar.


Telah aku sia-siakan putri kandungku dan lebih memilih kalian. Akan ku pasti kan kedepannya Yuni akan bahagia, batin Fabian dalam hatinya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


I Love You❤


__ADS_2