
Mama tersenyum melihatku lalu meletakkan makanan yang sudah dibuatnya diatas meja makan
"Anak mama udah pulang, ganti baju dulu gih, terus makan sama mama" ucap mama sambil tersenyum
Nadia masih berdiri di samping kursi makan. Masih terkejut dengan kehadiran mamanya yang tidak seperti biasanya. Ia masih memandang mamanya tanpa sepatah katapun terlontar dari mulutnya. Masih berpikir, apakah ini nyata, atau hanya halusinasinya saja
Mama mengelus bahu Nadia pelan "sayang? Kok liatin mama gitu banget? Ada yang salah ya?" mama melihat badannya sendiri dari kaki hingga atas
"Ini beneran mama?" tanya Nadia ragu
Mama terkekeh pelan "iyalah sayang, masa sama mama sendiri lupa"
Nadia langsung menggelengkan kepalanya "ng-nggak ma, bukan gitu"
"Udah-udah, sana ganti baju dulu. Terus turun lagi kesini. Makan bareng mama" mama tersenyum sambil membalikkan badan Nadia
Nadia menurut. Ia berjalan ke arah tangga, menuju kamarnya. Saat berjalan pun Nadia masih tidak menyangka jika di jam seperti ini, mamanya berada di rumah. Ditambah lagi ia melihat mamanya memasak untuk dirinya dan mengajak makan bersama.
*****
Selesai mengganti pakaiannya, Nadia kembali menemui mamanya yang sudah duduk menunggunya di meja makan. Nadia mendudukan dirinya berhadapan dengan mamanya
Beberapa menu tersaji di meja makan. Dan semuanya adalah makanan kesukaan Nadia. Hati Nadia menghangat. Dia tidak menyangka mamanya tau makanan kesukaannya.
"Hei, malah bengong. Sini mama ambilin nasi sama lauknya" ujar mama membuyarkan lamunan Nadia
Nadia hanya tersenyum tipis melihat mamanya yang sedang mengambilkan makanan untuknya. Satu hal menjadi kenyataan. Ia pernah membayangkan mamanya yang memasakkan makanan untuknya. Dan saat ini hal itu menjadi nyata. Betapa bahagiannya dia.
Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang mengisi suasana di meja makan kali ini
"Sini ma, biar aku aja" Nadia mengambil piring yang sudah dipakai oleh dirinya dan mamanya. Menaruh piring kotor itu ke tempat pencuci piring. Lalu kembali duduk.
"Gimana pelajaran disekolah" tanya mama setelah Nadia duduk
"Baik ma" jawab Nadia
Mamanya tersenyum tipis memandang anaknya. Lalu tangannya terulur untuk mengelus tangan anak perempuan satu-satunya itu yang berada di atas meja
__ADS_1
"Pasti kamu kaget liat mama tiba-tiba ada dirumah sore ini"
Nadia menganggukan kepalanya pelan. Menunggu kelanjutan omongan mamanya
"Mulai saat ini, detik ini, mama akan jadi ibu rumah tangga. Mau jadi ibu yang baik untuk anak mama ini" ujar mama tenang. Membuat Nadia terkejut entah untuk ke-berapa kalinya sore ini
"Maksud mama?" tanya Nadia yang sedari tadi diam mendengarkan apa yang mamanya ucapkan
"Iya, mama yang bakal ngurusin segala macam kebutuhan kamu mulai dari bangun tidur, sampai kamu tidur lagi"
Nadia membelalakan matanya. Masih tidak menyangka mamanya mengambil keputusan itu
"Mama serius?" lagi-lagi Nadia bertanya bingung
Mamanya mengangguk yakin "iya mama serius". Nadia tersenyum sumringah ke mamanya. Ini pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia merasakan hatinya sebahagia ini lagi
"Terus kantor mama gimana?" alis Nadia berkerut. Ia baru terpikir oleh fakta itu
"Kamu tenang aja. Mama hanya sesekali ke kantor. Semua tanggung jawab kantor, sudah mama kasih ke paman kamu" jelas mama
Nadia makin tersenyum sumringah mendengar kabar bahagia itu. 'Mimpi apa gue semalem' batinnya
Nadia langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan. Kapan lagi ia bisa seperti ini bersama mamanya
"Nanti kita belanja dulu bahan-bahannya. Mama mau ganti baju dulu. Bau asem soalnya" kekeh mama. Lalu meninggalkan Nadia yang masih duduk
Nadia masih senyum-senyum sendiri membayangkan apa yang akan ia lakukan bersama dengan mamanya. Sudah lama sekali ia tidak menghabiskan waktu berdua dengan mamanya. Karena mamanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan ia yang sibuk dengan sekolahnya. Menambah faktor keminiman keduanya untuk sekedar berbincang. Papanya yang juga seorang yang selalu sibuk dengan pekerjaanya. Seringkali papanya keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya
"Yuk berangkat" ajak mamanya yang sudah rapi. Mamanya membawa tas selempang kecil yang tersampir di bahunya
"Iya" jawab Nadia
*****
Mereka sudah sampai di sebuah toko yang menyediakan berbagai macam bahan kue. Mereka berjalan beriringan menyusuri rak-rak berisi tepung. Nadia yang mendorong troli. Sedangkan sang mama yang bertugas mengambil bahan yang diperlukan. Sambil sesekali mereka mengobrol ringan bertanya ini itu membuat suasana diantara keduanya tidak secanggung sebelumnya
"Kita mau buat kue apa ma?" tanya Nadia
__ADS_1
"Kamu maunya apa?" tanya mama balik
"Kok tanya aku sih. Kan mama yang mau buat" Nadia mengerutkan alisnya
Mama meralat ucapan Nadia "Kita yang buat. Bukan cuma mama loh"
Nadia yang mendengar itu memproutkan bibirnya. Membuat mamanya terkekeh melihat tingkah anaknya
Alis Nadia terangkat. Mengingat sesuatu "gimana kalo kita buat rainbow cake sama brownis aja ma?"
Mama seperti sedang berpikir lalu mengangguk setuju "boleh. Enak juga kayaknya buat brownis"
Setelah semuanya dirasa sudah lengkap, mama dan Nadia menuju kasir. "Papa pulang nggak ma?" tanya Nadia
Mama mengangguk "iya. Udah mama suruh pulang cepet. Biar kita bisa makan malam sama-sama"
Surprise. Entah sudah berapa kali mamanya memberi kejutan kepandanya. Walau hanya berkumpul, makan bersama, ia merasa sangat bahagia saat ini. Besok disekolah, ia akan menceritakan ini kepada Dita. Dia akan mengtraktir sahabatnya itu hitung-hitung sebagai perayaan hari bahagianya ini
******
"Ini kamu yang mixer. Mama mau nyipain yang lain" perintah mama. Yang langsung dilaksanakan oleh Nadia
"Itu tempat yang buat naro adonan udah di kasih mengega belum ma?"
"Udah itu. Ada di meja. Nanti tinggal tuang aja kesitu"
Mama dan Nadia sudah sibuk dengan kegiatannya masing masing. Nadia yang sedang mencampur bahan dengan mixer, mamanya yang juga sedang menyiapkan bahan untuk membuat brownis. Dapur sudah tak terbentuk lagi. Banyak tepung dimana-mana. Padahal hanya ada mereka berdua.
Setelah dirasa cukup mencampur bahan-bahannya, Nadia mematikan mixer yang digunakannya. Mengambil tempat untuk menaruh adonan yang sudah terlapisi mentega didalamnya
"Ini langsung ditaro di oven kan ma?" tanya Nadia
"Ma?"
"Mama" panggil Nadia agak keras karena suaranya kalah dengan suara mixer yang digunakan mamanya
"Eh iya sayang, kenapa?" tanya mama balik
__ADS_1
"Ini langsung ditaro di oven kan?" ujarnya lagi
Mama mengiyakan lalu kembali berkutat dengan alat yang digunakannya. Nadia memasukkan beberapa wadah yang sudah terisi adonan. Sudah ada beberapa warna juga. Setelah menaruh adonan itu kedalam oven, Nadia mulai membersihkan barang-barang yang sudah tidak ia gunakan setelah membuat adonan kue itu. Mengumpulkannya menjadi satu, lalu mencucinya