Stuck On You

Stuck On You
Permission Access Denied


__ADS_3

Yuni yang duduk berhadapan dengan Aty terlihat kaget dan langsung menutup telinganya, "Suara Lo Ty bikin jantung gue ngga baik tahu."


"Sory, Yun. Gue kaget soalnya. Ngga nyangka gitu si Goblin suka sama Lo."


"Gue juga ngga nyangka. Tapi setelah dengar penjelasan dari dia, gue percaya."


"Dia jelasin apa aja Yun sampai Lo percaya. Padahal ni yah, Lo itu orangnya ngga gampang percaya sama orang. Apalagi baru seminggu putus sama mantan Lo. Hati Lo langsung terima gitu aja. Apa diancam sama Goblin?"


"Dia udah diam-diam merhatiin gue dari dua tahun lalu. Mencari tahu keberadaan gue, sampai semua hal yang berkaitan sama gue. Lo aja dia tahu kalau Lo speaker aktif. Aku yang nerima ngga di paksa," jelas Yuni.


"What? Pantas aja belakangan ini dia baik banget sama, Lo. Nungguin Lo putus sama mantan eh dia langsung datangin Lo. Ngga nyangka gue." Aty menggelengkan kepalanya masih belum percaya dengan apa yang terjadi sekarang.


"Gue juga ngga percaya, Ty. Masih dikira mimpi."


"Tapi kenapa Lo tidak ke rumah gue ketika apartemen Lo jadi hancur gitu? Lebih milih pacar daripada sahabat yah sekarang."


"Ngga juga, Ty. Gue bangun pagi tadi juga kaget tiba-tiba aja gue udah di rumahnya."


"Berarti Lo dalam keadaan pingsan ketika di bawah kesini?"


"Ngga juga sih.." Yuni mengernyitkan keningnya enggan bercerita.


"Terus bagaimana Lo kesini? Jangan-jangan lo di culik yah sama Goblin."


"Ngga juga, Aty. Janji dulu jangan ketawa.." pinta Yuni sambil menyodorkan kelingkingnya.


"Okay." Aty melingkarkan kelingkingnya di kelingking Yuni.


"Kemarin setelah pulang dari pantai dia ajak gue ke mall."


"Sama pacar mau aja, kalau gue ajak susahnya minta ampun." Aty memotong pembicaraan Yuni.


"Bukan gitu juga Aty sayang. Rambut gue diberantakin sama dia jadi dia bawa gue ke salon yang di mall itu," jelas Yuni lagi.


"Baru jadian udah main jambak-jambak rambut. Unik yah si Goblin."


"Ngga dijambak Aty tapi diberantakin kaya gini." Yuni seraya membuka ikatan jedai rambut Aty lalu memberantakan rambutnya.


"Ngga usah dicontohkan juga, Yun. Rambut gue jadi berantakan nih.."


"Nah persis seperti tanggapan gue kemarin kaya gini. Jadi dia yang liat gue kesal langsung deh bawa gue ke mall."

__ADS_1


"Lo terima gitu aja pas Goblin ajak? Biasanya kan Lo susah diajak, pancing donat dulu baru mau."


"Sahabat gue jadi cemburu nih.. Gini yah awalnya gue pikir dia mau antarin gue pulang, tahu-tahunya dia bawa gue ke mall. Ngga ngomong dan ngga nawarin ke gue awalnya."


"Gitu yah.. Jadi pas sampai di mall hati Lo yang biasanya permission access denied itu luluh gitu aja."


"Hati gue bukan seperti buka tutup folder dalam komputer Aty yang butuh ijin dari administrator, mentang-mentang anak komputer."


"Hehehe gue seneng liat Lo ada yang nemenin dan jagain sekarang. By the way, disini Goblin ngga ngapa-ngapain Lo kan?"


"Ngga diapa-apain, Ty. Tapi gue minta buat beres-beres ni apartemen sebagai bayaran karena gue nginep disini."


"Dia setuju gitu aja? Ni apartemen gede loh Yun, emang Lo sanggup?"


"Dia ngga setuju hanya gue ancam mau nginep aja di rumah Lo. Akhirnya dia luluh."


"Selain dingin, datar dan killer ternyata Goblin bisa jatuh cinta juga yah."


"Dia juga manusia, Ty.."


"Ciee bela ni yeee..."


"Gue mikirnya ke Siska. Karena kemarin Lo adu mulut sama dia di kampus," jawab Aty dengan tatapan serius.


"Iya juga sih. Tapi dia kok tega banget sampai segitunya," imbuh Yuni.


"Kan dia tega ke Lo dari dulu, Yun. Emang Lo udah laporin ke polisi?"


"Semuanya diurus oleh pak Fabian, Ty. Ngga apa-apa kan kalau gue nginap disini?"


"Ngga apa-apa Yun. Gue lihat Goblin kalau di luar kampus gini baik yah. Ngga dingin dan datar seperti di kampus. Jadi semoga langgeng dan bahagia yah, Yun. Lo udah menderita selama ini. Gue dukung asal lo bahagia," ucap Aty tulus.


"Makasih ya, Ty. Gue sayang Lo." Yuni lalu memeluk Aty.


"Sama-sama Yun..." jawab Aty memeluk Yuni.


"Oh iya, Yun. Apakah Adrian hubungi Lo semenjak kalian putus?" tanya Aty lagi. Yuni yang memeluk Aty seraya melepas pelukannya.


"Ngga, Ty. Dia menghilang gitu aja. Memangnya kenapa?" tanya Yuni dengan dahi berkerut.


"Ngga apa-apa kok. Gue hanya pengen tahu aja kalau dia ngga gangguin Lo lagi." Aty tidak menceritakan pertemuannya dengan Adrian di apartemen Yuni tadi. Setelah melihat Yuni yang sudah mulai bangkit dan bahagia bersama Richard, Aty tidak mau mengganggu kebahagiaan sahabatnya.

__ADS_1


Tidak mereka sadari dari balik pintu tampak seseorang menahan tawa mendengar percakapan keduanya.


"Jadi selama ini mereka menyebut saya goblin, dingin dan datar," ucap Richard pelan.


Setelah mendengar nama Adrian membuat Richard sedikit terganggu. Adrian merupakan mantan kekasih Yuni yang kasar dan tidak pengertian. Richard berjalan menuju tempat Fabian.


"Fabian, apakah data-data mengenai Adrian masih ada?" tanya Richard setelah sampai di meja Fabian.


"Masih ada, Pak." Fabian lalu mengambil dokumen yang ada di tumpukan di sampingnya dan memberikannya pada Richard.


Setelah melihat latar belakang hidup Adrian dan pekerjaan orang tuanya, Richard hanya tersenyum kecut. Adrian merupakan anak tunggal dari pejabat yang kaya dan terkenal di kota tersebut. Memiliki banyak uang membuatnya jadi sombong dan semena-mena. Melanjutkan kuliah di Australia membuatnya memiliki banyak wanita dan sering bergonta-ganti pasangan. Richard hanya mengangkat alisnya. Berusaha memahami maksud Adrian yang kembali mencari Yuni. Tapi setelah mendengar perkataan Yuni dan Aty membuatnya kembali tenang. Dan juga Yuni sudah menjadi miliknya sekarang.


"Apakah ada yang salah, Pak?" tanya Fabian melihat ekspresi Richard tidak seperti biasanya.


"Tidak ada." Richard berjalan kembali memasuki apartemennya. Setelah sampai di depan pintu kamar Yuni, Richard mengetuk pintunya. Tidak menunggu lama pintu kamar itu pun terbuka.


"Kalian disini?" tanya Richard pura-pura tidak tahu.


"Iya.. ada apa, Richard?" Yuni bertanya pada Richard membuat Aty terbatuk-batuk menahan kaget dan tawa karena mendengar Yuni memanggil dosennya.


"Ngga apa-apa. Kalau merasa bosan di kamar, kalian bisa karaoke, main game atau berenang. Semuanya ada disini," jawab Richard.


"Semuanya benaran ada disini? " tanya Aty kaget dengan suara khasnya.


Suara Aty sontak membuat keduanya kaget. Yuni dan Richard hanya saling pandang lalu tertawa. Aty yang melihat Yuni dan Richard hanya mengerutkan bibirnya menahan kesal terhadap sahabatnya dan malu kepada dosennya.


"Ada. Mau baca buku juga bisa," jawab Richard lagi.


"Kolam renangnya dimana Pak?" Aty yang sudah tidak takut kepada dosennya mulai bertanya. Yuni hanya memandangnya dengan tersenyum.


"Ada di atap.. Ayo aku antar," ajak Richard.


"Tapi saya ngga bawa pakaian ganti," ucap Aty yang langsung mendapat tatapan dari Yuni.


"Nanti disiapkan sama pegawai saya," jawab Richard.


"Ngga usah repot-repot Pak Ukuran pakaian aku sama Yuni sama kok," jawab Aty yang mengerti dengan tatapan Yuni. Kadang-kadang otaknya tidak bekerja kalau lagi senang.


🍁🍁🍁


To be continue 🌹

__ADS_1


__ADS_2