Stuck On You

Stuck On You
Upaya Mengembalikan Ingatan


__ADS_3

"Pak Fabian..." panggil Della yang melihat kedatangan Fabian.



"Iya nona Della. Bagaimana kondisi pak Richard?" tanya Fabian seraya melangkah masuk dan memberi salam pada Julian dan Joana. Tidak lupa pula dokter Anton di samping Julian.


"Kalau begitu saya permisi dulu untuk memeriksa pasien yang lainnya." Pamit Anton lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


"Makasih banyak, Dok.." ucap Julian dan Joana bersamaan.


Julian melihat kedatangan Fabian bertanya-tanya dalam hatinya. Karena yang menjadi tanggung jawab bisnis perusahaanya sekarang di kota A adalah Fabian setelah Richard mengalami kecelakaan.


Fabian melihat kondisi Richard sudah lebih baik dari sebelumnya. Hatinya merasa lega.


"Richard mengalami kehilangan ingatan jangka pendek. Dia tidak mengingat kejadian selama dua tahun di kota A," jelas Julian pada Fabian.


"Jadi yang diingatnya adalah kejadian-kejadian sebelum dirinya berangkat ke kota A, Pak?" tanya Fabian kaget.


"Iya. Lebih tepatnya sebelum Raka meninggal dan masih menjalin hubungan dengan Maura," jelas Julian lagi.


Fabian terdiam sebentar. Dikeluarkannya sebuah kotak berwarna merah maroon dari dalam jasnya, "Ini cincin yang saya temukan dalam genggaman tangan pak Richard saat kecelakaan."

__ADS_1


"Cincin? Richard dari kecil tidak suka memakai cincin. Sejak kapan dia mulai memakainya?" tanya Joana lalu menerima kotak cincin dari Fabian. Setelah membuka kotak cincin itu, Joana terlihat kaget sekaligus sedih.


"Ada apa, Ma? Cincin itu beneran milik Richard?" tanya Julian bingung.


"Iya, Pa.. Richard menyuruhku mencari cincin untuk melamar kekasihnya, Pa. Ini mama beli waktu kita ke Afrika Selatan bulan lalu," jelas Joana sedih sambil memandang cincin indah itu.


"Lalu dimana cincin yang satunya, Fabian?" tanya Julian lagi.


Fabian kaget dengan pertanyaan dari Julian, " Mengenai itu saya tidak tahu, Pak."


"Apakah sudah diberikan pada kekasihnya?" tanya Della pada dirinya sendiri. Julian yang mendengar itu hanya mengerutkan dahi dan memasukan tangannya ke dalam saku celananya.


"Kalau begitu bawa gadis itu kesini. Dengan kehadirannya mungkin membuat Richard dapat mengembalikan ingatannya," ucap Julian pada Fabian.


"Putrinya Julius Anindya kan?" tanya Julian lagi.


"Iya, benar Pak.." jawab Fabian tanpa menyebutkan nama kekasih Richard.


"Saya dengar gadis itu sementara kuliah. Urus surat perpindahannya dan siapkan waktu agar saya dapat bertemu langsung orang tuanya," kata Julian semangat.


"Baik, Pak.." jawab Fabian tidak kalah semangatnya.

__ADS_1


'Akhirnya saya tidak perlu merasa bersalah lagi kepada dua insan yang saling mencintai namun terpisah jarak dan lupa ingatan ini.' Batin Fabian lega.


"Kalau begitu saya permisi, Pak, Bu dan nona Della.." pamit Fabian yang langsung ditanggapi dengan anggukan kepala dari Julian.


"Hati-hati pak Fabian. Urus kakak iparku dengan baik yah.." ucap Della senang. Joana tersenyum dengan penuh harap pada Fabian.


"Siap, Nona Della.." jawab Fabian lalu melihat Richard sebentar dan beranjak keluar dari ruangan itu.


Wajah gelisah keluarga Julian Pratomo kini berubah menjadi cerah karena adanya sebuah harapan. Richard sudah menemukan tambatan hatinya, mereka tidak perlu khawatir lagi jika Richard akan kembali mencari Maura.


"Syukurlah Richard sudah menemukan seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya.." ucap Joana.


"Aku bakalan punya kakak ipar.." ujar Della senang.


'Bagaimanapun Richard harus pulih seutuhnya agar bisa mengingat kembali dimana bukti kejahatan Joe Dexunta' Batin Julian yang masih menyimpan dendam terhadap orang yang mencelakai putranya.


🍁🍁🍁


Hallo hayyy


Like, Vote dan Rate yah..

__ADS_1


I Love You❤


__ADS_2