Stuck On You

Stuck On You
Mantan Kekasih


__ADS_3

Hari ini Yuni keluar dari rumah sakit. Sampai pada kesembuhannya, Yuni sama sekali tidak mendapatkan kabar dari Richard. Yuni sudah merasa lelah dan menyerah untuk menunggu kedatangan Richard lagi. Namun di hati kecilnya masih menyimpan satu nama, Richardo Johan. Semakin dia berusaha melupakannya namun semakin kuat pula nama itu bertakhta dihatinya.


Yuni membiarkan semua rasa kecewa dan kesedihan hilang bersama waktu. Membiarkan kepedihan itu menemaninya, entah akan menetap atau menghilang, Yuni sudah siap untuk itu. Hingga waktunya tiba dia tidak lagi sakit dan kembali bangkit dari keterpurukannya.


"Akhirnya Lo pulang juga, Yun.." ucap Aty yang membantu Yuni mengemas barang-barangnya.


"Iya, Ty. Secepatnya gue harus menyesuaikan materi kuliah yang tertinggal juga," jawab Yuni.


"Tenang.. Nanti gue bantu," ucap Aty.


"Makasih Atyku sayang," seru Yuni senang.


"Udah pada siap mau pulang nih," kata Rangga yang baru memasuki ruangan rawat Yuni.


"Iya ni, Ga. Bakalan rindu sama ruangan mewah ini," u cap Aty dengan bibir manyunnya.


"Makanannya juga, Ty.." kata Yuni yang diiringi dengan persetujuan dari Aty lewat anggukan kepalanya.


"Ada-ada saja kalian ini," kata Rangga melihat kedua gadis dihadapannya.


"Tiga sejoli mana? Kok ngga bareng sama Lo?" tanya Aty yang melihat Rangga memasuki ruangan sendiri tanpa ada Viki, Gio maupun Rizal.


"Mereka lagi MABAR free fire di rumahnya Gio," jawab Rangga.

__ADS_1


"Jadi mereka lebih mentingin game gitu.." ucap Aty ketus.


"Sepertinya begitu.." jawab Rangga yang langsung mendapat tatapan melotot dari Aty. Yuni yang melihat perilaku Aty hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Sudah beres semua?" tanya Rangga yang mengabaikan tatapan Aty.


"Sudah semua, Ga.." jawab Yuni.


"Ayo.." ajak Rangga pada Aty dan Yuni.


"Bye-bye kemewahan..." ucap Aty. Kemudian ketiganya keluar dari ruangan itu dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


"Yuni..."


Aty, Rangga dan Yuni langsung menghentikan langkah kaki mereka dan mencari sumber suara.


"Adrian..?" ucap Yuni bingung dengan kedatangan Adrian.


Aty dan Rangga yang melihat kedatangan Adrian terlihat tidak suka. Aty menarik switer yang dikenakan Yuni dari samping agar jangan menanggapi Adrian.


"Gue denger Lo kecelakaan. Kenapa ngga ngasih tau gue, Yun?" tanya Adrian yang menatap Yuni tajam.


"Kenapa gue harus ngasih tahu Lo? Ngga ada apa-apa lagi diantara kita, Adrian.." ucap Yuni serius dan ketika melihat mata hitam milik Adrian rasa benci muncul begitu saja dari hatinya.

__ADS_1


"Ck.. Siapa yang setuju kalau kita putus? Setahu gue hubungan kita masih berjalan seperti biasanya," ucap Adrian yang mulai emosi.


"Terserah Lo mau anggapnya gimana. Intinya kita ngga ada hubungan apa-apa lagi," ucap Yuni.


"Berani-beraninya Lo ngomong kaya gitu. Dasar cewek yang ngga bener Lo. Nyusahin gue mulu. Tapi sekarang malah ngomong putus seenaknya." Adrian sudah emosi. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sudah tidak terkontrol lagi.


Rangga juga sudah mulai tersulut emosi. Kata-kata yang dilontarkan oleh Adrian sudah keterlaluan, "Maksud Lo apaan, ha?"


Adrian melihat Rangga dengan tatapan merendahkan, "Oh jadi ini cowok baru Lo.. Murahan juga Lo."


Bugh..


Rangga sudah tidak sabar lagi. Sebuah pukulan mengenai pipi Adrian menyebabkan Adrian terhuyung ke samping.


"Brengsek Lo berani mukul gue. Lo tahu gue siapa, ha!?" Adrian dengan nada tinggi dan kemarahan yang sudah tidak terbendung lagi.


"JADI LO MAU APA?! MAU PAKAI STATUS BOKAP LO GITU. DASAR PENGECUT." Aty yang sedari tadi diam saja tiba-tiba berdiri di tengah antara Adrian dan Rangga. Suaranya menggema di ruangan itu.


🍁🍁🍁


Holaaaaaaa


Dukung Aku dong..

__ADS_1


Like, vote, rate dan komen


I Love You ♥️


__ADS_2