Stuck On You

Stuck On You
14. Tanpa Gangguan


__ADS_3

Karel memberhentikan mobilnya didepan rumah bernuansa klasik milik orang tua Nadia.


Karel menahan lengan Nadia ketika Nadia akan membuka pintu mobil. Membuat Nadia membalikkan badan ke arah karel dengan tatapan bertanya "lo cantik. Apalagi dengan lo pake dress, dan riasan natural itu"


Karel tersenyum menatap Nadia "gue juga baru pertama kali liat lo senyum selebar tadi"


Nadia mengerjapkan matanya beberpa kali. Membuat Karel terkekeh pelan sembari mengacak pelan kepala Nadia "lo juga lucu"


Degg


'Jantung gue kenapa ini' batin Nadia


"Eegh-- lepas" Nadia menarik lengannya yang dipegang oleh Karel


"Thanks udah nganterin gue" ujar Nadia, lalu membuka pintu mobil, kemudian keluar.


Nadia berjalan pelan sembari memegang dadanya "kok gue deg-degan kenceng banget ya"


Nadia membalikkan badan kearah mobil Karel dibelakangnya. Terlihat Karel yang tersenyum lebar sembari melambaikan tangannya, kemudian mobil Karel meninggalkan pelantaran rumahnya


Setelah memastikan mobil Karel sudah jauh, Nadia kembali melanjutkan langkahnya memasuki rumah. Di ruang keluarga, mama dan papanya terlihat sedang duduk bersama sambil menonton tv.


Nadia mendekati mama dan papanya, duduk diantara keduanya, lalu bersedekap dada dengan bibir cemberut "jahat. Masa anak sendiri ditinggal" cetus Nadia


Papa dan mama terkekeh melihat tingkah putrinya yang satu ini "gimana nge-date-nya? Lancar?" goda papa


Mama mengangguk setuju "nge-date kemana sayang?"


Nadia makin memberengutkan wajahnya sebal "gitu ya, anaknya ditinggal sama anak orang, mama sama papa enak-enakan pacaran"


"Ya kan kalian juga pacaran" celetuk mama


Nadia merengek kepada mamanya "mamaaaa Nadia nggak pacaran sama dia"


Papa makin keras tertawa melihat kejahilan istrinya itu "udah udah. Sana ganti baju, cuci muka, cuci kaki, terus tidur" papa menengahi pembicaraan


"Ah, nggak mau. Nadia mau disini sama papa mama" tolak Nadia, lalu memeluk mamanya dari samping


Mama balik memeluk Nadia "udah malem, nanti kamu kesiangan bangun"


"Yaudah, Nadia naik kekamar" ujar Nadia, ia melangkah ke lantai dua, ke arah kamarnya


Nadia kembali mendekat ke orang tuanya, lalu mencium pipi orangtuanya "Night pa, ma"


'Night too" ujar mama dan papa serempak. Setelah mendengar jawaban orang tuanya, Nadia langsung naik ke kamarnya


\*\*\*\*\*\*


Sudah beberapa hari ini, setelah acara makan malam itu, Nadia beberapa hari ini bisa bernafas lega. Sudah tidak ada yang menunggunya di koridor pagi-pagi, mengganggu jam istirahat Nadia, bahkan saat Nadia hunting foto disekitar area sekolah.


Bahkan beberapa hari lalu, saat Pak Andi menyuruh Nadia dan Karel menemui di ruangannya, Pak Andi berbicara jika cowok itu sudah menemui Pak Andi terlebih dahulu sebelum Nadia.


Ketika mengantar Dita menemui Dito juga Nadia tidak melihat batang hidung Karel. 'Ngapain gue cari dia' batin Nadia


"Nad, lo celingak-celinguk cari Karel ya?" tanya Arman


Nadia, Dita, Dito, dan Arman sedang duduk di kantin bersama. Perilaku Nadia yang sedari tadi celingak-celinguk seperti mencari seseorang membuat Arman bertanya-tanya


"Nggak" jawab Nadia singkat

__ADS_1


"Lo kesepian gara-gara nggak di ganggu sama Karel kan" celetuk Dito. Membuat Dita yang duduk disebelahnya menyenggol Dito dengan sikutnya


Dito nyengir tanpa dosa ke arah Dita yang sedang melotot


"Karel lagi sakit. Udah tiga hari ini. Rencananya kita bertiga mau jenguk Karel setelah pulang sekolah nanti. Kalo lo mau, lo bisa ikut" Arman memberi tahu keadaan Karel


'Oohh sakit ternyata' batin Nadia


Ternyata Karel sedang sakit. Terhutung sudah tiga hari, tepat setelah acara makan malam itu. 'Tapi kira-kira kenapa ya' tanya Nadia dalam hati


'Duhh ngapain gue mikirin dia'


Dita melambaikan tangannya didepan wajah Nadia "Nad? Hallo"


Nadia mengerjapkan matanya beberapa kali, mengembalikan fokusnya "lo ikut kan?" tanya Dita


Nadia mengalihkan pandangannya ke arah Dito dan Arman yang sama-sama menatapnya dengan kedua alis yang terangkat. Dengan pelan, Nadia mengangguk mengiyakan ajakan mereka


\*\*\*\*\*


Sepulang sekolah, Nadia dan Dita menuju parkiran motor. Menemui Arman dan Dito yang sudah menunggu di atas motor masing-masing


"Kita ke toko buah dulu. Baru kerumah Karel" ujar Dita


"Kita cuma mau bawa buah doang?" tanya Dito


Taakk


Satu jitakan dari Arman mendarat mulus di kepala Dito "lo pikir kita mau piknik, yang harus bawa banyak makanan?" gemas Arman


Nadia menahan senyumnya melihat kelakuan kedua cowok ajaib di depannya. Dito yang ceplas ceplos, berbanding terbalik dengan Arman yang selalu stay cool


"Nadia, lo boncengan sama gue, biar Dito sama Dita" ucap Arman, tangannya memberi helm kepada Nadia


Nadia mengangguk, lalu memakai helm yang diberikan Arman. Dua motor itu mulai meninggalkan area sekolah. Tidak jauh dari sekolah, mereka mampir ke toko buah, memesan satu wadah sedang berisi macam-macam buah. Setelahnya, mereka melanjutkan perjalanannya ke rumah Karel


"Assalamualaikum"


Dito mengetuk pintu rumah Karel. Terlihat wanita paruh baya membuka pintu, senyumnya mengembang "ehh Dito, sama siapa kesini?"


Dito tersenyum "sama temen-temen yang lain tante" ujar Dito menyalami tangan tante Sarah. Diikuti oleh Arman, Dita, dan terakhir Nadia


"Nadia juga ikut toh"


Nadia tersenyum kearah Tante Sarah "nemenin Dita, Tante"


"Masuk-masuk. Karel ada dikamarnya. Naik aja"


Tante Sarah mempersilahkan kami untuk masuk. Naik langsung menemui Karel di kamarnya.


Kesan pertama kali Nadia memasuki kamar Karel adalah Rapi. Kamar Karel bercat abu-abu, di atap kamarnya tergambar galaksi planet-planet. Meja belajarnya pun rapi. Buku-buku tertata.


Diatas ranjang, terlihat Karel yang sedang berselimut rapat. Membelakangi pintu masuk. Dito melompat ke ranjang Karel. Membuat Karel mengeliatkan badannya sedikit


Dito menggeplak pundak Karel "Heh, bangun lo"


"Dit. Dia lagi tidur ****" ujar Arman kesal


"Gue juga tau kali. Mangkanya gue bangunin"

__ADS_1


"Ya pelan-pelan. Jangan asal ngegeplak kenceng gitu"


"Biar cepet bangun elahh"


"Enggh. Berisik lo pada" Karel mengeliatkan badannya. Lalu mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya


Dito tersenyum kemenangan "tuh kan bangun"


Karel membalik badannya, mendudukan tubuhnya agar bersandar di sandaran ranjang. Menatap sekitar, matanya terbelalak melihat ada Nadia yang berdiri disamping Dita, tidak jauh darinya


"Dit, itu seriusan Nadia?" tanya Karel memastikan


Plaakk


Dito menepuk bahu Karel kencang "lo sakit beberapa hari doang jadi amnesia?"


Arman terkekeh melihat Karel yang sepertinya terkejut melihat kehadiran Nadia


"Dia cuma nganterin Dita. Jangan ge-er lo" celetuk Arman


Karel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa malu menyadari tingkah lakunya sendiri


"Radang lo kumat lagi, Rel?" tanya Dita yang sedari tadi hanya menjadi penonton perdebatan teman-temannya itu


Karel mengangguk sebagai jawaban. "Banyakin tuh makan gorengan, makan pedesnya" cetus Dita kepada Karel


"Lo tuh kayak emak gue tau gak Dit. Orang lagi sakit malah dimarahin"


"Heh. Lo tuh patut dimarahin. Di baikin malah ngelunjak tau nggak"


Sekarang giliran Dita dan Karel yang berdebat "ehm" deheman Nadia menghentikan perdebatan Dita dan Karel. Dito dan Arman sudah sibuk dengan PS yang ada di kamar Karel


"Gue pulang duluan" ujar Nadia


"Lho, kan baru sebentar, Nad" jawab Karel


Dita mengangguk menyetujui. "Udah ditungguin supir"


"Cepet sembuh, Rel" ucap Nadia yang akan keluar kamar Karel


"Nad, mau gue anter nggak?" celetuk Arman. Yang dibalas gelengan oleh Nadia. Karel melotot kearah Arman yang tercengir lebar


"Yaudah hati-hati ya. Sorry gue nggak bisa nganter pulang" ujar Dita


Nadia menggeleng "nggak papa, Dit. Gue pamit"


"Nad, thanks ya, udah mau jengukin gue" karel tersenyum kepada Nadia. Lalu Nadia keluar dari kamar Karel


Turun dari tangga, Nadia berpapasan dengan Tante Sarah yang membawa minuman dan makanan ringan "Nadia mau kemana?"


"Mau pulang tante. Nadia pamit ya" ujar Nadia tersenyum ke Tante Sarah.


"Kok cepet banget?"


"Iya tante. Ada urusan lain. Nadia pamit ya, tante"


Tante Sarah mengangguk sembari tersenyum kepada Nadia "kamu hati-hati dijalan ya"


"Iya tante. Assalamualaikum" pamit Nadia

__ADS_1


"Waalaiksalam" jawab Tante Sarah. Setelah itu, Nadia menuju mobil jemputannya


__ADS_2