Stuck On You

Stuck On You
Jodoh Pasti Bertemu


__ADS_3

"Kamu mau ke mana, Yun?" tanya Aty yang melihat Yuni beranjak dari tempat tidur.


"Gue mau lihat papa, Ty," jawab Yuni sambil memakai sendal di kaki putih miliknya.


"Oh jadi gini yah rencana kamu pura-pura pingsan biar cari perhatian sama pak Richard?" Terdengar suara dari arah pintu. Yuni dan Aty langsung melihat ke arah sumber suara. Nampak Siska dengan wajah kesalnya.


"Maksud lo?" tanya Aty geram.


"Halah ngga usah sok cari perhatian, Yun. Gue peringatkan ke lo yah, jauhin pak Richard jika masih mau papa lo hidup." Siska dengan mata memelotot tajam ke arah Yuni dan Aty.


"Gue ngga cari perhatian. Gue juga ngga akan ganggu kalian lagi. Asalkan jangan ganggu papa dan orang-orang terdekat gue," ucap Yuni sendu. Badannya belum sepenuhnya pulih namun dia berusaha menimpali perkataan Siska.


"Lagian pak Richard yang datang menghampiri Yuni bukan Yuni yang mendatangi pak Richard," tambah Aty membela Yuni. Dia tidak suka jika sahabatnya dicaci maki oleh orang lain.


"Gue akan pindahkan papa ke rumah sakit lain agar pak Richard tidak bertemu lo lagi," ucap Siska ketus.


"Papa mau dipindahkan ke mana? Rumah sakit terbaik di kota ini hanya rumah sakit ini, Sis," ucap Yuni dengan suara nyaris tidak terdengar.


"Bukan urusanku. Gue ngga mau lihat lo dekat-dekat pak Richard lagi. Sekali lagi gue lihat, gue pindahkan papa ke rumah sakit lain." Siska berkata dengan kesal dan melangkah pergi meninggalkan Yuni dan Aty yang menatapnya geram. Aty menghembuskan napas kesal karena Yuni menahan tangannya agar tidak meladeni ucapan Siska.

__ADS_1


"Kenapa lo selalu mengalah sama dia, Yun?" tanya Aty kesal sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Percuma ladenin dia, Ty. Gue mau lihat papa dulu." Yuni beranjak dari tempat tidur dan melangkah pergi. Aty yang sedang kesal menghentakkan kakinya di lantai lalu bangkit berdiri dan melangkah pergi mengejar Yuni.


"Memangnya lo ngga sedih pak Richard nikah sama Siska?" tanya Aty setelah menyamai langkahnya dengan langkah Yuni.


"Jika dia jodoh gue pasti apapun rintangannya bakal balik ke gue kalau ngga berjodoh mau dipaksakan bagaimanapun tetap ngga bisa, Ty," ucap Yuni melihat sekilas ke arah Aty lalu membukakan pintu ruangan Julius.


"Lo percaya aja pada takdir, semuanya butuh usaha, Yun. Tuhan mempertemukan, kita yang usaha agar bisa tetap bersama," ucap Aty lalu seraya duduk di kursi di samping tempat tidur Julius.


"Ponsel gue mana yah? Apa gue lupa di ruangan tadi?" tanya Yuni sambil meraba-raba di saku baju dan celananya. Aty yang melihatnya tambah kesal karena merasa di abaikan, padahal Aty sudah memikirkan kalimat terbaik untuk menegur sahabatnya itu.


"Gue ngga tahu," ucap Aty ketus.


🍁🍁🍁


Lorong rumah sakit nampak ramai. Beberapa perawat dan suster sibuk melakukan pekerjaannya dan juga pengunjung yang datang mengunjungi keluarganya. Richard nampak berjalan seorang diri diiringi tatapan kesal dari seorang wanita di hadapannya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membantunya.


"Bryan, apakah kamu bisa membantuku?" tanya Richard ketika berlalu pergi meninggalkan Siska di kantin rumah sakit.

__ADS_1


"Say hallo dulu, Richard. Masa main langsung-langsung aja lo," ucap Bryan.


"Cari tahu latar belakang tentang Siska dan ibunya," ucap Richard tanpa mempedulikan perkataan Bryan.


"Oke, Bro.." jawab Bryan.


Richard melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia tidak menyadari dengan arah tujuannya yang menuju ke ruangan rawat Yuni. Setelah sampai di depan pintu ruangan, Richard menghentikan langkahnya. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan berpikir dengan dirinya yang tiba-tiba sudah berada di depan ruangan rawat Yuni. Dia merasa aneh dan juga bingung.


Sejak kapan hati sama otak tidak koneksi begini? Apakah benar dugaan ku bahwa gadis di dalam ruangan ini memiliki hubungan denganku?


Richard membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan itu. Dia membalikkan badan dan melangkah pergi. Namun tidak diketahuinya, Yuni yang berada tidak jauh darinya sedang melihatnya dengan sendu dipenuhi kerinduan.


🍁🍁🍁


Maaf telat 🙏🙏🙏



**Butuh perjuangan agar bisa kembali ke kota..

__ADS_1


Tugas kali ini sungguh menantang bagi Author. Perjalanan yang sangat parah dan jaringan juga sulit..


Maaf yah🙏🙏🙏**


__ADS_2