Stuck On You

Stuck On You
Papa..


__ADS_3

Teruslah berusaha, tapi jangan lupa berdoa. Karena setiap usaha yang diiringi dengan doa akan senantiasa diberikan jalan terbaik oleh-Nya.🌹


"Om Fabian.." ucap Aty kaget. Semenjak kunjungannya terakhir kali ke rumah sakit, sejak itu pula tanpa kabar darinya.


Yuni yang melihat Fabian tidak terkejut dan merasa biasa saja, "Apa kabar, Pak?"


"Kabar saya baik. Senang bertemu kalian lagi. Mari, silahkan masuk.." ajak Fabian ramah.


Yuni dan Aty melangkah masuk dan diikuti oleh Rangga.


Duarrrrr....


Terdengar letupan konfeti sehingga beragam warna potongan kertas bertebaran di dalam ruangan itu. Yuni dan Aty terperanjat kaget melihat ruangan yang sudah di dekorasi dengan beberapa balon warna warni. Ada sebuah tulisan di dinding yang membuat keduanya bingung.



"Surprise... welcome home Yuni Andita.."


Suara beberapa lelaki dari dalam ruangan tersebut. Viki, Gio dan Rizal nampak bahagia menyambut kedatangan Yuni. Tatapan Yuni berhenti pada seorang lelaki yang sangat dirindukannya. Air matanya sudah tidak terbendung lagi.


"Papa..." panggil Yuni memastikan bahwa yang dilihatnya bukan mimpi atau halusinasi.


"Iya, Yuni.. maafin papa, Nak.." jawab Julius membuat Yuni menangis tak karuan. Julius melangkah ke arah Yuni dan memeluk putrinya erat.



Semua yang melihat anak dan ayah yang saling berpelukan itu hanya terdiam dan saling pandang. Semuanya merasa terharu sekaligus sedih mengingat hubungan Yuni dan ayahnya.


"Aku ngga mimpi kan, Pa?" tanya Yuni di pelukan Julius.


"Iya, Yun. Papa disini.." jawab Julius sambil mengusap kepala putrinya.

__ADS_1


Yuni menumpahkan semua rasa rindu dan kesedihan di pundak papanya. Bagaimanapun cinta putri perempuan kepada ayahnya tidak akan pudar dan hilang. Rasa cinta Yuni kepada papanya melebihi dari apapun.


"Papa ngga marah sama aku lagi kan?" Yuni melepaskan pelukannya dan menatap Julius ingin memastikannya.


"Iya Yun. Papa yang seharusnya minta maaf sama kamu. Papa sudah banyak nyakitin kamu." Julius menatap putrinya.


"Papa ngga salah kok. Makasih Pa sudah mau menerima aku kembali sebagai putri Papa," ucap Yuni lalu kembali memeluk Julius lagi.


"Iya Yun. Kita mulai lembaran baru lagi. Lupakan masa lalu. Papa harap kamu bisa terima pemberian papa ini.." ucap Julius seraya merenggangkan pelukan Yuni dan menyerahkan sebuah kunci padanya.


"Ini apa, Pa?" tanya Yuni bingung.


"Karena apartemen kamu yang lama sudah diporakporandakan dan hancur, papa membeli apartemen ini untuk kamu. Sekaligus permintaan maaf dari papa," jawab Julius.


Yuni tersenyum senang. Air matanya kembali mengalir dari kedua matanya yang indah, "Makasih, Pa." Yuni memeluk Julius untuk ketiga kalinya.


Fabian yang sedari tadi melihat Yuni dan Julius hanya bisa menahan sedih kala mengingat pembicaraannya dengan Julius.


Flashback On


"Sampaikan terima kasih saya pada pak Richard yang sudah bersedia kembali bekerja sama dengan perusahaan Anindya.." ucap Julius memulai pembicaraan.


"Nanti saya sampaikan, Pak. Tapi pertemuan kali ini tidak membahas tentang pekerjaan," kata Fabian.


Julius mengerutkan keningnya, "Lalu apa yang ingin Anda sampaikan?"


"Ini menyangkut Yuni putri Bapak. Orang tua Richard ingin bertemu langsung Anda dan keluarga," jelas Richard.


Julius terlihat kaget, "Benarkah..?"


"Benar, Pak. Kapan waktunya pertemuan ini bisa dilakukan?" tanya Fabian lagi.

__ADS_1


"Setelah Yuni sembuh dan keluar dari rumah sakit," jawab Julius.


"Baik, Pak. Tapi.. maaf sebelumnya, apakah hubungan Anda dan Yuni sudah lebih baik? Saya mendengar bahwa Anda mengusirnya dari rumah." tanya Fabian lagi.


Julius menghembuskan napas kasar, "Saya sangat menyesalinya. Ternyata istri saya yang sudah memfitnah Yuni agar keluar dari rumah. Saya merasa sangat menyesal, bagaimanapun Yuni adalah putri kandung saya," jawab Julius sedih.


Fabian melihat raut wajah Julius yang penuh penyesalan kembali bertanya, "Apakah Anda baik-baik saja?"


"Saya melihat kamu sangat peduli pada putri saya. Apakah saya bisa meminta sesuatu?" tanya Julius yang tidak menjawab pertanyaan Fabian dan berbicara layaknya seorang teman.


Fabian melihat ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Julius, "Apa yang bisa saya lakukan, Pak?"


"Hidup saya sudah tidak lama lagi. Beberapa hari yang lalu saya di vonis terkena kanker hati dan sudah stadium akhir. Saya harap kamu bisa terus menjaga Yuni. Anggaplah ini permintaan dari seorang teman untuk putrinya," kata Julius penuh harap.


Fabian terlihat kaget. Tidak disangkanya akan mendengar hal mengejutkan ini, "Saya bersedia menjaga Yuni, Pak. Bapak tenang saja dan fokus dengan kondisi Bapak."


Lalu Julius meminta Fabian untuk mencari apartemen baru untuk Yuni. Julius tidak membiarkan Yuni kembali ke rumah karena takut istrinya menyakiti Yuni. Mengingat beberapa hal yang sudah terjadi sebelumnya, Julius tidak mau sesuatu terjadi pada putri tunggalnya.


Flashback Off


Suasana ruangan yang mengharu biru membuat semuanya ikut merasa terharu.


"Kamu suka kan sama desain ruangan ini?" tanya Julius pada Yuni.


Yuni melihat seisi ruangan itu, setelah masuk tadi dirinya belum sempat melihat seisi ruangan karena lebih fokus pada salah satu objek yang sangat dirindukannya.


🍁🍁🍁


Halloo Hayyy


Vote, like dan komen yah..

__ADS_1


Kritik dan Saran silahkan di kolom komentar


I Love You ♥️


__ADS_2