Stuck On You

Stuck On You
Pilu


__ADS_3

Andaikan hidup bisa di restart dan diinstal ulang seperti komputer, maka tidak akan pernah ada kesedihan..πŸ₯€


Garis hidup dan takdir seseorang tidak dapat diprediksi. Menangis, marah, kecewa dan putus asa adalah bentuk gejolak yang muncul ketika berhadapan dengan masalah. Terkadang enggan bangkit dan ingin menyerah saja. Namun yang harus diingat adalah masih ada sebuah harapan untuk hidup yang lebih baik dan kebahagiaan. Selama masih ada sebuah harapan, hidup akan terus berjalan. Dan selama masih hidup, harapan bisa terwujud.


"Apakah kamu setuju? Dan perlu diketahui jika kamu tidak setuju maka ada dua nyawa yang akan menjadi korban karena keegoisan kamu," ucap Rini.


Papa dan pak Fabian adalah yang paling penting. Maafkan aku Richard, kuserahkan perasaan ini pada Tuhan sang empunya segala cinta. Pikir Yuni yang dipenuhi rasa perih di hatinya.


Dengan berat hati Yuni harus memilih. " Baiklah.." ucap Yuni lirih, suaranya sedikit bergetar, "Tapi jangan pernah lagi mengganggu papa, pak Fabian dan orang-orang terdekatku," ucap Yuni.


Rini tersenyum senang, raut wajahnya terlihat seperti seseorang telah memenangkan lotere. "Baiklah. Dan kamu tidak boleh muncul di depan Richard lagi." Rini mengambil ponselnya di atas meja dan melangkah pergi meninggalkan Yuni yang berdiri dengan segala rasa sakit di hatinya.


"Richard, maafkan aku.." Kembali air mata menetes di pipinya. Dengan cepat Yuni menghapus air matanya


"Sekarang bukanlah saatnya untuk menangis, papa masih kritis dan pak Fabian belum sadar." Dia berjalan tergesa-gesa menuju ruangan papanya.


"Yun.." Aty yang melihat Yuni sudah kembali terlihat khawatir.

__ADS_1


"Iya, Ty. Ayo kita lihat keadaan papa," ajak Yuni berusaha bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lo ngga apa-apa, kan?" tanya Aty ingin memastikan keadaan sahabatnya itu.


"Gue ngga apa-apa, Ty." Yuni tersenyum ke arah Aty. Wajah Aty terlihat lega. Kemudian Yuni membukakan pintu ruangan untuk melihat papanya.


Julian terbaring lemah di atas ranjang. Wajahnya nampak pucat. Yuni kembali menguatkan hatinya, entah sudah berapa kali Yuni meminta hatinya untuk tetap kuat. Yuni berjalan mendekat, semakin dekat hatinya sudah tidak bisa di ajak untuk bekerja sama lagi. Pertahanannya goyah, hatinya luluh lantak. Kakinya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya.


"Yun.." Aty yang di belakang Yuni terlihat kaget melihat Yuni jatuh terduduk di lantai. Wajah Yuni terlihat putus asa. Air matanya terus mengalir, ia menangis tanpa suara.


"Yun..," panggil Aty lembut. Hatinya juga ikut sedih melihat betapa hancurnya hati sahabatnya itu. "Lo harus kuat, ngga boleh lemah, yah.." Aty berusaha menopang tubuh Yuni untuk berdiri.


"Yun.. Masih ada gue. Lo ngga sendiri. Sedikit lagi Rangga dan yang lainnya datang. Kuatkan hati lo," ucap Aty berusaha menguatkan Yuni.


Yuni merebahkan kepalanya di pundak Aty. Dia juga merasa bersalah kepada sahabatnya itu. "Maafkan gue, Ty. Makasih selalu ada buat gue dan tidak pernah pergi..," ucap Yuni lirih.


"Harus kuat, Yun. Gue ngga akan pernah pergi sekalipun lo ngusir gue, gue akan selalu ada buat lo," kata Aty tulus.

__ADS_1


"Gue akan berusaha untuk kuat demi papa. Demi kalian semua juga." Yuni terlihat sedikit bertenaga.


"Gitu dong. Keep Fighting..." Aty mengangkat tangannya yang menampakkan lengannya yang tanpa otot.


"Fighting..." ucap Yuni yang berusaha bangkit meski hati dan fisik tidak kuat lagi. Namun harapan selalu menguatkannya.


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka. Aty dan Yuni langsung melihat ke arah pintu.


Deg!


Lagi-lagi Yuni harus menahan pedih. Seseorang yang sangat dinantikan dan dirindukannya selama ini berdiri di hadapannya dengan seorang wanita yang bergelayut manja padanya.


****


Ah Yuni di part ini sedihnya banyak banget.. Hehehe bukan author yang kejam yah. Salahkan tante Rini aja.πŸ˜†

__ADS_1


Minta Like dan Votenya dong😊


Biar aku semangat up-nya..


__ADS_2