Stuck On You

Stuck On You
13. Jalan Bareng?!


__ADS_3

"Ini anak tante, Nad" ujar tante Sarah kepada Nadia yang masih terkejut mengetahui jika Karel anak tante Sarah


"Dia juga satu sekolah sama kamu" lanjut om Ferdi


Papa melihat ke arah Nadia. Memandang dengan tatapan terkejut juga "masa iya? Kok kamu nggak pernah cerita, sayang"


"Nggh, Nadia juga baru tau kalo Karel itu anak tante Sarah, pa" jawab Nadia


Mama ikut memandang Nadia "kalian nggak pernah ketemu di sekolah?"


"Kita nggak sekelas tante, tapi kita sering ketemu kok"


Karel yang menjawab dengan tatapan jahil ke arah Nadia. Betapa bahagianya Karel sekarang. Bisa bertemu lagi dengan Nadia, ditambah lagi mengetahui jika teman papanya itu ternyata orang tua Nadia


"Bagus kalo kalian udah saling kenal" ujar mama tersenyum kepada Karel yang sudah duduk di kursi depan Nadia


Nadia diam saja. Seolah tidak mendengar apa-apa. Sibuk dengan makanan di hadapannya. Mengabaikan Karel yang sedari tadi memperhatikannya.


Semua kembali fokus dengan makanannya masing-masing. Sesekali para orang tua yang mengisi pembicaraan malam ini.


Acara makan malam sudah selesai. Om Ferdi dan Tante Sarah meminta kami semua untuk duduk untuk sekedar mengobrol di ruang tamu. Paoa dan om Ferdi sibuk mengobrol mengenai pekerjaan, sedangkan mama dan tante Sarah baru saja pamit untuk kedapur. Katanya mau mencoba resep makanan baru


"Ma, Nadia ikut ya" ujar Nadia yang berdiri akan mengikuti mama


Mama mengangkat jangannya kearah Nadia "kalo kamu ikut, Karel gimana. Mendingan nih ya, kamu sama Karel jalan - jalan"


Nadia membelalakan matanya "jalan-jalan?"


Mama dan tante Sarah mengangguk serempak "Karel, Nadia kamu ajak jalan-jalan sana. Biar tambah akrab"


Karel yang mendengar perintah mamanya mendekat dengan wajah berseri. Mengangkat telapak tangannya kepelipis, hormat "siap komandan"


"Ayo, Nad" ajak Karel yang memegang lengan Nadia, menarik pelan agar beranjak dari ruang tamu


"Ma" panggil Nadia kepada mamanya dengan wajah memelas. Tapi mama tidak menggubris, mama melambaikan tangan kepada Nadia, lalu langsung menuju dapur bersama tante Sarah


'Ya Allah cobaan apa lagi ini' batin Nadia mengeluh


Nadia mengikuti langkah Karel. Tangannya masih digandeng oleh Karel. Bukannya Nadia mau-mau saja digandeng oleh Karel, hanya saja Nadia menjaga image keluarganya di depan orang lain


Nadia menghempaskan tangan yang dipegang Karel "Lepas"


"Balik lagi juteknya"


Nadia bersedekap dada. Matanya memandang kesegala arah "jalan yuk" tanpa persetujuan Nadia, Karel kembali menarik tangan Nadia memasuki mobil. Lalu menjalankannya.


"Mau dibawa kemana?" tanya Nadia

__ADS_1


"Apanya? Hubungan kita?" Karel balik tanya


Nadia berdecak sebal. Lalu menolehkan kepalanya kearah luar jendela


"Nanti juga lo bakalan tau. Dijamin lo bakal exited deh"


Nadia tidak menjawab. Dia diam saja. Menuruti apa yang Karel mau.


Tidak membutuhkan waktu lama, Karel sudah memberhentikan mobilnya didepan taman kota. Taman yang penuh dengan lampu kerlap-kerlip yang menghiasi pohon. Beberapa orang juga terlihat duduk santai di area taman. Anak-anak yang sedang bermain dengan orangtuanya


Karel membawa Nadia duduk di salah satu kursi taman. Nadia terlihat berbinar memandang sekitar. Senyum tipis terlihat di bibir Nadia. Tanpa sepengetahuan Nadia, Karel memotret Nadia dari samping. Momen yang langka, melihat Nadia yang tersenyum meskipun sedikit.


"Lo cantik kalo senyum"


Nadia menoleh kearah Karel disebelahnya. Wajahnya kembali datar, seperti biasa


"Tapi sayang, lo jarang senyum" lanjut Karel


Nadia kembali melihat kearah sekitar. Kearah anak kecil perempuan yang sedang bermain boneka beruang bersama dengan orang tuanya. Mereka terlihat bahagia. Nadia mengambil ponsel miliknya, memotret kebersamaan mereka.


Nadia juga memotret objek yang lain. Setelah puas memotret, Nadia melihat-lihat hasil potretannya "lo punya hobi fotografi ya" tanya Karel yang sedari tadi melihat Nadia yang sibuk dengan kamera ponsel miliknya


"Hhmm" Nadia menjawab dengan gumaman


"Padahal nih ya, gue tuh waktu dirumah seneng denger lo ngomong banyak sama nyokap lo"


Karel menghembuskan hafasnya kasar. Lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi taman "emang cowok mah serba salah ya"


"Ngomong cantik dikira gombal, ngomong jelek, dikira ngatain"


Karel menggerutu pelan, tapi masih bisa didengar oleh Nadia 'kenapa dah dia' batin Nadia


"Eh"


Nadia agak terlonjak kaget mendengar celetukan tiba-tiba Karel. Membuat Nadia mengerutkan alisnya bingung seolah bertanya 'kenapa lagi ini bocah'


"Lo tunggu disini dulu. Gue pergi bentar. Jangan kemana-mana" ujar Karel yang berdiri dari duduknya, lalu pergi entah kemana. Meninggalkan Nadia sendiri di kursi taman


Tidak sampai 5 menit, Karel sudah kembali. Membawa beberapa bungkus kembang api kecil. Dan memberikannya kepada Nadia


"Buat gue?" Nadia menerima sebungkus kembang api yang diberikan oleh Karel


Karel mengangguk sembari tersenyum. Merasa senang ketika Nadia mau berbicara kepadanya


"Sini, kita nyalain" ujar Karel yang duduk di rumput taman. Disusul Nadia yang ikut duduk di sebelah Karel


Karel menyalakan korek gas. Tangannya menutupi sekitaran api agar tidak mati tertiup angin. Sedangkan Nadia mengodorkan ujung kembang api di korek yang dipegang Karel. Tanpa sadar, keduanya sudah duduk merapat. Karel menoleh kearah Nadia. Yang ditatap sepertinya tau. Nadia ikut menolehkan wajahnya kearah Karel.

__ADS_1


Keduanya hanyut dengan perasaan masing-masing. Masih dengan pandangan yang menyatu. Nadia tesentak kaget ketika kembang api yang dipegangnya sudah menyala. Membuat keduanya memutus kontak mata.


"Yeaayy" Nadia tersenyum lebar melihat kembang api yang dipegangnya. Memutar-mutar kembang api tersebut. Karel ikut menyalakan kembang api. Memutar-mutar kembang api sama seperti yang Nadia lakukan


Ddrrtttt ddrrrttt


Nadia mengambilnya ponsel yang bergetar di dalam tas slempang miliknya. Lalu menempelkan ponselnya di telingan


"Halo ma"


'Halo, sayang' ujar mama di sebrang telepon


'Mama sama papa udah pulang. Nanti kamu minta Karel anterin kamu pulang ya'


"Lah ma, kok gitu sih"


'Sini mama mau ngomong sama Karel'


Nadia menggerutu sebal. Lalu memberikan ponselnya kepada Karel


"Halo tante" sapa Karel


'Halo Karel, kamu bisa tolingin tante nggak?'


"Minta tolong apa tante?" tanya Karel


'Nanti tolong anterin Nadia pulang ya, soalnya tante sama om Haris udah pulang duluan'


Karel mengangguk senang "siap tante"


'Makasih ya, Karel. Maaf tante ngerepotin'


"Nggak kok tante. Nggak ngerepotin sama sekali"


'Yaudah hati-hati dijalan ya. Tante tutup teleponnya' ujar mama mengakhiri obrolannya dengan Karel


"Iya tante"


Tuutt


Karel mematikan panggialan teleponnya. Lalu memberikannya kepada Nadia "ini"


"Mama gue ngomong apa?" tanya Nadia yang sedang memasukan kembali ponselnya


"Mama lo minta gud anterin lo pulang" jawab Karel santai dengan kedua alis yang dinaik turunkan


Nadia mengusap wajahnya kasar 'kenapa hari ini gue berurusan terus sama dia sih' batinnya mendengus kesal

__ADS_1


__ADS_2