Stuck On You

Stuck On You
Istri Yang Memiliki Hati Palsu


__ADS_3

Teruslah kuat untuk berpijak meski luka datang mendera. Engkau tahu, selalu ada doa yang menjadi obat penenang terampuh..🥀


Julius melangkah masuk ke dalam kamar, namun dalam kamar terlihat sunyi. Julius kembali melangkah keluar untuk pergi ke ruang kerjanya.


Rini yang kebetulan baru keluar dari kamar Siska melihat suaminya memasuki ruangan kerja tanpa mencarinya terlebih dahulu. Biasanya Julius akan mencari dirinya lalu mulai melanjutkan aktivitas lainnya. Rini kemudian diam-diam mengikuti suaminya ke ruang kerja. Setelah sampai di depan pintu, Rini dibuat kaget dengan apa yang didengarnya.


"Pak Fabian, sepertinya pertemuan dengan keluarga Pratomo tidak bisa dilakukan di rumah saya. Kita bertemu di restoran X saja," ucap Julius.


"...."


"Nanti saya infokan ke Yuni. Atau jika pak Fabian masih di tempat Yuni bisa langsung memberitahunya," kata Julius lagi.


"..."


"Engkau tahu kondisiku, Fabian. Aku ingin melihat putriku menikah dan bahagia," ucap Julius dengan nada tulus sekaligus sedih.


Setelah itu Julius memutuskan sambungan telepon dan duduk di atas sofa kerjanya.


Rini dengan cepat meninggalkan ruangan itu takut ketahuan oleh Julius. Rini berjalan menuju kamar putrinya. "Siska.. sayang..." panggil Rini tergesa-gesa.


"Ada apa sih, Ma?" tanya Siska yang sedang memainkan ponselnya.


"Ternyata dugaan mama benar. Papa kamu baru pulang bertemu dengan Yuni," ucap Rini serius.

__ADS_1


"Apa, Ma? Mama tahu darimana?" tanya Siska lagi.


"Mama baru habis mendengarnya secara diam-diam. Dan juga mama denger, Yuni akan dinikahkan dengan lelaki dari keluarga Pratomo," jelas Rini.


"Apa??!" Wajah Siska langsung berubah merah padam.


"Kok kamu jadi marah begitu?" tanya Rini yang melihat raut wajah Siska yang tiba-tiba marah.


"Pak Richard harus nikah sama aku, Ma. Dari dulu aku maunya sama pak Richard," ucap Aty dengan nada memohon pada mamanya namun terdengar manja.


"Pak Richard dosen yang kamu ceritakan itu?" tanya Rini.


"Iya, Ma," jawab Siska.


"Iya, Ma.. Pewaris perusahaan Pratamo itu, Ma," jawab Siska.


"Ngga.. Yuni ngga boleh nikah sama dosen kamu itu. Kita harus cari cara agar dia ngga jadi nikah," ucap Rini dengan nada khawatir.


"Bantu Siska, Ma. Aku ngga sanggup lihat orang yang aku suka nikah sama orang lain apalagi dengan perempuan ja**ng itu," ucap Siska kesal.


"Mama akan cari caranya. Kamu tenang aja," ucap Rini lalu berjalan keluar dari kamar Siska.


Rini berjalan menuruni tangga dan menuju ke gazebo dekat kolam renang. Setelah melihat situasi sudah aman, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Cari tahu semua tentang seorang pewaris dari perusahaan Pratomo. Saya beri waktu dua hari." Setelah itu dengan cepat Rini mematikan sambungan teleponnya.


"Ternyata kamu disini, Rin.." ucap Julius yang datang dari arah dapur sambil membawa segelas air putih.


"Aku disini, Pa. Baru pulang? Sudah makan apa belum?" tanya Rini pura-pura perhatian padahal dalam hatinya mengumpat suaminya.


"Iya, Rin. Ada sedikit urusan di kantor.." jawab Julius lalu kembali meminum air putih yang dipegangnya.


"Oke, Pa. Kerja sih kerja tapi jaga kesehatan juga. Papa punya sakit mag, kalau kambuh gimana?" ucap Rini dengan senyum ketus yang tidak diketahui oleh Julius.


"Aku baik-baik aja kok. Ngomong-ngomong Siska kemana?" tanya Julius.


"Ada di kamarnya, Pa. Memangnya ada apa, sore-sore begini cari putri semata wayang kamu?" tanya Rini yang masih berakting menjadi istri yang baik.


"Ngga ada apa-apa kok. Hanya tadi dia minta dibelikan tas baru. Uangnya sudah aku transfer ke rekeningnya," jawab Julius lalu meminum air di gelas itu sampai habis.


"Jangan terlalu memanjakan putri kita, Pa.." ucap Rini yang melihat Julius dengan alis terangkat.


"Siska kan putri kita, Rin. Jadi wajarlah aku manjain dia." Julius merasa lucu dengan kalimat yang diucapkannya. Dia baru sadar bahwa kalimat itu sangat konyol yang telah diucapkannya berulangkali selama ini.


🍁🍁🍁


I Love You❤

__ADS_1


__ADS_2