Stuck On You

Stuck On You
Ingatan Richard


__ADS_3

Ketahuilah...


Akan ada yang tetap tinggal, meski telah lama ia kau tinggalkan..🥀


Della tidak menjawab pertanyaan Richard. Pandangannya kini tertuju pada Julian dan Joana. Rasa sedih yang sejak tadi ditahannya kini tidak bisa ditahannya lagi. Ditambah dengan tatapan sendu dari Orang tuanya.


Richard terlihat bingung, namun sebuah senyum terukir di wajahnya. "Apa Raka masih sibuk dengan tugas sekolahnya?" Tanyanya lagi.


Della berlari ke arah Julian dan Joana. Dipeluknya Julian dengan sangat erat. Tangisnya pecah, dia menangis di pelukan Papanya.


"Ada apa Ma, Pa?" tanya Richard yang bingung melihat keluarganya tampak sedih.


Joana menangis dengan suara tertahan. Hatinya tidak kuat melihat anak lelakinya.


"Del, Papa mau ngomong sama abang kamu dulu," ucap Julian lalu melepaskan pelukan putrinya.


Richard memandang Julian dengan tatapan bertanya-tanya, "Ada apa, Pak? Raka kenapa?"


Julian menatap putranya,"Kamu barusan sadar, gimana kalau kamu istirahat dulu?" ucap Julian lembut berharap Richard mendengarnya.

__ADS_1


Richard semakin tidak mengerti dan merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh orang tuanya, "Ada sesuatu yang Papa sembunyikan. Apa yang terjadi dengan Raka, Pa? Kemarin aku baru anterin dia ke sekolah," ucap Richard berusaha ingin tahu apa yang sudah terjadi.


"Oke, Papa jelaskan semuanya. Dan Papa harap kamu dapat menerimanya," jawab Julian karena sudah tidak ada pilihan lain lagi. Julian menarik napas dalam, menenangkan hatinya dan memikirkan kalimat yang tepat untuk menceritakan semuanya pada putranya. Dipandanginya Joana sejenak yang langsung dibalas dengan anggukan kepala dari istrinya. Della yang disamping Joana mengeratkan genggamannya di lengan ibunya.


"Kamu mengalami kecelakaan dua minggu lalu.." Julian mulai menceritakan semua kejadian yang dialami putranya. Mulai dari hubungannya dengan Maura, kematian Raka dan kepergiannya menenangkan pikiran di kota A selama dua tahun.


"Ngga Pa.. ngga mungkin Maura setega itu. Maura menyayangiku begitupun aku. ngga mungkin, Pa.." ucap Richard lirih tidak mempercayai perkataan Julian.


"Semuanya benar, Richard. Kamu kehilangan ingatan, kejadian selama dua tahun ini tidak kamu ingat karena benturan keras di kecelakaan itu.." jelas Julian lagi.


"Ngga, Pa.. aku ngga percaya itu.. Raka.. Maura.." Richard berteriak dan meronta-ronta di atas tempat tidur, membuat Joana langsung memeluknya erat.


"Sayang.. masih ada Mama, Papa dan Della, sayang. Lupakan Maura.. Raka sudah tenang di sana." Bujuk Joana menenangkan Richard.


"Richard..? Sayang..? Pa, panggilkan dokter Anton.. cepet, Pa..!" Joana terlihat cemas. Julian langsung memencet tombol darurat beberapa kali dengan tidak sabar.Terdengar Della juga mulai gelisah dan memanggil nama Richard berkali-kali. Suasana di dalam ruangan rawat Richard sangat tegang dan kecemasan melanda keluarga Julian Pratomo.


"Apa yang terjadi pak Julian?" tanya dokter Anton yang masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa.


"Saya menceritakan peristiwa yang dilupakannya dua tahun terakhir. Tapi tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat kemudian tidak sadarkan diri, Dok.." jelas Julian.

__ADS_1


Dokter Anton mulai memeriksa keadaan Richard. Pemeriksaan tanda vital dengan membaca tekanan darah dan laju pernapasan Richard. Setelah sepuluh menit memeriksa, dokter Anton melihat Richard sebentar dan melihat Julian.


"Richard mengalami kecemasan, gangguan panik dan stres atau yang biasa disebut efek psikologis ketika mendengar informasi yang sulit diterima olehnya. Efek psikologis ini merangsang saraf vagus dan mengakibatkan hilangnya kesadaran," jelas Anton pada Julian.


"Apakah Richard baik-baik saja, Dok?" tanya Joana yang duduk di samping tempat tidur Richard.


"Sejauh ini Richard baik-baik saja. Diharapkan jika dia sadar, keluarga bisa menemani dan menenangkannya. Beberapa informasi yang memicu sarafnya sebaiknya jangan diberitahukan dulu," ucap Anton lagi.


Tok..tok..


Bunyi ketukan pintu membuat semua yang ada dalam ruangan itu melihat ke arah pintu. Della berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Selamat siang semua..."


Semua pandangan tertuju pada pemilik suara yang berada di depan pintu itu.


🍁🍁🍁


Maaf telat yah sayang-sayangku Semua

__ADS_1


Lagi bantu menyusun pidato untuk orang jadi terlamabat up-nya..


I Love You❤


__ADS_2