Stuck On You

Stuck On You
7. Quality Time


__ADS_3

Mama membuktikan ucapannya jika papa akan pulang cepat hari ini. Entah apa yang sedang mereka rencanakan. Tapi bolehkah Nadia berfikiran negatif kepada kedua orang tuanya sendiri? Pasalnya, mulai dari dia pulang sekolah, sudah tak terhitung kejutan yang dialaminya sore ini. Membuat Nadia bingung, bahagia, dan sedikit menaruh kecurigaan kepada kedua orang tuanya. Semua yang ia rasakan seakan mencampur menjadi satu.


Nadia dan mamanya sudah selesai membuat kue. Ada beberapa juga kue yang dibungkus rapi. 'Mungkin untuk tetangga atau teman mama' pikirnya


Mama sudah sibuk lagi dengan peralatan masaknya dibantu oleh bi Inah untuk menyiapkan makan malam. Sedangkan Nadia berada didalam kamarnya. Tertidur.


                      *****


Suara mobil terdengar di garasi rumah. Diikuti dengan suara tertutupnya pintu mobil. Nadia mengeliat dalam tidurnya. Perlahan matanya terbuka, melihat kearah jam dinding. Menunjukan jam 8 malam. Sudah waktunya makan malam. Ia melangkah menuju kamar mandi. Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk Nadia mandi dan bersiap untuk turun ke lantai bawah


Di meja makan, terlihat mamanya dan bi Inah yang sibuk menata beberapa makanan diatas meja. Nadia mendekati mamanya yang belum sadar dengan kehadirannya.


"Ma" panggil Nadia


Mama melihat kearah Nadia lalu tersenyum "duduk dulu, Sayang"


Nadia menarik kursi untuk didudukinya lalu memperhatikan mamanya yang masih sibuk menata makanan. Jarang sekali ia melihat ini. Betapa bahagianya Nadia saat ini. Melihat mamanya yang menyiapkan makanan untuk dirinya dan papanya dengan masakan rumahan yang dibuat sendiri.


"Itu papa udah dateng" ujar mama. Lalu Nadia mengarahkan pandangannya kearah papanya yang sedang berjalan ke arahnya


Papa mengelus rambut Nadia, lalu mencium kepalanya "halo anak Papa"


Nadia yang diberi perlakuan seperti itu tersenyum kerah papanya lalu memeluk pinggang papanya. Karena Nadia saat ini sedang duduk dan papana yang berdiri disebelahnya


"Kangen papa" ucap Nadia pelan, tapi masih bisa di dengar oleh papanya


Papa tersenyum kearah mama yang juga sedang melihat kedekatan antara ayah dan putrinya "papa juga kangen sama anak papa yang satu ini"


"Cuma papa nih yang dikangenin. Sama mama nggak kangen?" celetuk mama yang membuat Nadia melepaskan pelukan pada papanya


"Tuh kan, mama mulai" jawab Nadia


Mama dan papa terkekeh mendengar jawaban Nadia. "Papa, sini cepet duduk. Mama udah laper" ajak mama


Papa duduk di kursi paling ujung. Mama duduk berhadapan dengan Nadia. Beberapa menu makanan sudah tersaji di hadapan kami. Ada semur ayam, ayam goreng, tempe goreng, dan masih ada yang lainnya. Mama dengan cekatan menyajikan nasi dan lauk di piring Nadia dan papa.

__ADS_1


Mereka menghabiskan makan malam dengan beberapa obrolan ringan. Membuat suasana makin hangat. Terkadang papa juga menanyai Nadia mengenai sekolah hingga menanyai anaknya mengenai pacar


"Nggak ada waktu buat mikirin itu pa" jawabnya ketika papa menanyai perihal pacar


"Nggak ada waktu, apa nggak ada yang mau" goda mama


Nadia mendengus sebal kepada mamanya. Mereka bertiga sedang berada di ruang keluarga. Duduk bersama di satu sofa panjang. Nadia duduk di tengah-tengah mama dan papanya. Tv di depannya menyala. Tapi tidak di tonton oleh ketiganya. Karena sibuk dengan obrolan yang tercipta diantara mereka. Sesekali mamanya yang menggoda Nadia, sosok mama yang jail dan papanya yang selalu santai. Berbanding terbalik dengan Nadia yang lebih banyak diam dan cuek jika dengan sekitar. Hanya orang-orang terdekatnya saja yang terkadang melihat sifat manjanya


"Mama udah bilang sama Nadia?" tanya papa kepada mama


Mama mengangguk mengiyakan. Membuat Nadia melihat mama dan papanya bergantian "bilang apa?"


"Itu, yang mama bilang mau jadi ibu rumah tangga" kekeh mama


Nadia mengangguk. Mulutnya membulat "kirain papa nggak tau" ujar Nadia


Mama mengelus rambut putrinya pelan "malah papa orang pertama yang tau"


"Iya. Mama udah lama cerita kalo mama ingin fokus ngurusin kamu sama papa. Tapi keadaan nggak memungkinkan. Jadi baru kali ini bisa terealisasi keinginan mama itu" jelas papa sembari


Nadia tidak akan melupakan malam ini. Malam dimana ia bisa bersenda gurau dengan mama papanya. Menghabiskan waktu malam dengan berkumpul dan mengobrol ringan seperti ini. Hal yang selalu ia impikan.


"Maafin mama ya, mama terlalu sibuk sama pekerjaan mama" mama mengelus lengan Nadia


"Dan papa yang sering keluar kota, jadi jarang pulang" lanjut papa


Nadia memeluk mama yang duduk disebelahnya "kan mama sama papa kerja keras juga buat Nadia. Dan yang terpenting, untuk kedepannya kan mama bakalan selalu ada buat Nadia"


Mama mencium puncak kepala Nadia dengan sayang. Papa menggeser duduknya mendekat ke arah mama dan Nadia. Lalu memeluk keduanya. Dua orang yang sangat berarti. Yang sangat dicintainya


"Eh, Nadia lupa" ucap Nadia menepuk dahinya. Mengagetkan mama dan  papanya. Membuat mereka melepaskan pelukan ketiganya. Memandang heran kearah putrinya


"Ma, papa harus cobain kue buatan kita" Nadia berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah dapur


Papa mengerutkan dahinya bingung. Lalu memandang mama " mama buat kue"

__ADS_1


Mama mengangguk "iya. Tadi sore mama yang ajak Nadia"


"Taadaaaaa" Nadia datang dengan membawa beberapa potong kue di atas piring dengan riang. Keriangan yang jarang ia tunjukan ke orang lain


"Ini ranibow cake kan?" tanya papa sambil mencomot kue yang dibawa Nadia


Nadia kembali duduk ditengah-tengah mama dan papanya "ini, ma" Nadia menyodorkan piring berisi kue kearah mamanya. Lalu mamanya mengambil sepotong


"Papa udah lama nggak makan ini" papa mengambil satu potong lagi


"Iyalah. Mana ada waktu buat makan ginian" sindir Nadia


Papa menepuk tangan Nadia "kamu itu, suka banget nyindir papa"


Nadia terkekeh mendengar ucapan yang dilontarkan papanya. Mama berbisik ke telinga Nadia "terus aja nggak apa-apa. Mama juga jadi jarang berduaan sama papa"


"Pasti ngomongin papa itu" papa menyipitkan matanya curiga kearah Nadia dan mama


Keduanya terkekeh bersama "percaya diri banget deh" jawab mama santai


"Iyalah. Harus. Mama ngomong apa, Nad?" tanya papa kepada Nadia


Nadia membenarkan duduknya, lalu menatap papanya yang sedang menunggu jawaban. Yang ditanya hanya diam sambil mengunyah kue. Setelah kue yang dikunyah habis, Nadia melihat kearah papanya yang sudah penasaran "nungguin yaaaa" goda Nadia kepada papanya


Papa berdecak sebal. Tidak mama, tidak anak. Sama-sama suka meledek. Memang satu server


"Papa harus sering-sering luangin waktu buat mama. Biar bisa berduaan kata mama" kekeh Nadia sembari menjelaskan


Mama menepuk paha Nadia pelan. Muka mamanya sudah memerah malu "hustt. Kamu malah bilang"


"Kasian papa kepo, Ma" ujar Nadia


Nadia meletakan piring yang sudah kosong ke meja didepannya "udah malem. Nadia tidur duluan ya ma, pa" ucap Nadia. Lalu mencium pipi mama dan papanya


"Have a nice dream, sayang" mama mencium dahi Nadia. Papanya mengelus rambut Nadia

__ADS_1


Nadia berdiri dari duduknya lalu berjalan kelantai atas. Kearah kamarnya. Sebenarnya ia masih ingin menghabiskan malam ini dengan orang tuanya. Tapi waktu sudah menunjukan tengah malam. Nadia tidak ingin terlambat untuk besok. Yang ada dipikiran dan hatinya saat ini, ia bahagia. Sangat bahagia.


__ADS_2