Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 21


__ADS_3

setelah Naraya memerintahkannya, Bandi bergegas menjalankan perintah beliau.


Bandi mengatur anak buah kepercayaannya untuk menjalankan misi " Hari.. Joni, kalian sudah mendengar pokok masalahnya, jangan kecewakan Tuan besar!"


" Bos tenang saja, kami akan melakukan secepatnya !" ucap Joni mantap.


Bandi mengangguk, kemudian menyuruh mereka pergi.


di rumah Sakit Medika, Bos geng motor jaguar sudah tersadar ,dia sedang berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit.


bukan cuma kaki dan tangannya yang patah, Mentalnya juga patah, pasalnya belum pernah ada yang berani melakukan hal tersebut di kota B.


dia selalu mendominasi dan membuat orang - orang yang melihatnya ketakutan, karena dia tidak segan untuk melukai mereka.


Danil yang sengaja menunggui Bos geng jaguar untuk mendengar kejadian secara rinci bertanya " kenapa kalian bisa kalah dengan satu orang saja Marlon?!"


Marlon menatap Danil dengan tajam " Walaupun cuma sendiri dia bagaikan beruang yang lapar, dia bukan orang sembarangan !"


sorot Mata Marlon seakan ketakutan saat membahas Bandi, dia begitu tidak berdaya saat berhadapan dengannya.


Danil juga mengingat saat wajah ayahnya pucat pasi saat melihat pria yang memukuli Marlon.


" apa kamu punya orang yang bisa mengalahkan dia ?" Tanya Danil pada Marlon.


Marlon diam sebentar, dia kemudian mengingat seseorang " ada satu orang, tapi aku tidak yakin dia mau membantu kita, karena dia sudah lama meninggalkan dunia hitam !"


Danil tersenyum " Berikan aku alamatnya "


Marlon memberitahu alamat orang tersebut, Danil langsung bergegas menemui orang yang di bicarakan Marlon, pasalnya dia mengingat kata - kata ayahnya, jika dirinya dalam bahaya jika tidak cepat minta maaf pada Narendra.


Danil mengemudikan mobilnya secepat mungkin, dia ingin cepat - cepat bertemu dengan orang yang di tunjukan Marlon.


tetapi Danil tidak tahu jika dia sedang di ikuti oleh Hari dan Joni yang sudah mengetahui siapa di balik penyerangan Tuan mudanya.


" Joni.. bukankah arah ini ke tempat orang itu ?" Hari menegur joni.


Joni terkekeh " hahaha.. cukup berani juga dia mendatanginya, kita lihat apa yang akan terjadi nanti !"


Hari dan Joni sudah tahu Danil akan pergi kemana, pasalnya jalanan itu sudah tidak asing bagi mereka berdua saat dulu melakukan pelatihan pengawal kusus untuk keluarga Aditya.

__ADS_1


Danil sudah samapai di rumah Tua dengan halaman yang begitu luas.


Danil turun dari mobilnya , saat dia baru berjalan beberapa langkah, seseorang menghentikannya " ada maksud apa kamu datang di kediaman Erlangga !"


Danil berhenti melangkah ,dia kemudian menjawab " aku ingin bertemu dengan Tuan Wiradi Erlangga untuk membicarakan Bisnis ."


Orang yang menghentikannya kemudian mengangguk mengerti, dia kemudian mengantar David ke halaman belakang Tempat Wiradi elatih murid - muridnya.


Saat Danil di ajak kehalaman belakang, Mobil yang di tunggangi Hari dan Joni sampai di sana.


Joni mencibir " bocah bodoh.., mau meminta tolong dengan Tuan Erlangga , apa dia cari mati ?"


Hari tersenyum kecut " dia seperti katak dalam sumur, tidak melihat siapa lawannya."


Hari dan Joni kemudian berjalan memasuki Rumah tersebut, tentu saja kedatangan mereka di sambut baik oleh bawahan Wiradi Erlangga.


Danil di antar me tempat Wiradi berada " Tuan Erlangga ada tamu untuk anda ! " setelah mengucapkan itu dia langsung pergi.


Wiradi menengok Ke Danil " ada perlu apa kamu mencariku ?!" dia berbicara dengan acuh.


Danil tidak mau bertele - tele ,dia langsung pada intinya " saya ingin meminta bantuan anda untuk menangani seseorang "


Wiradi menatap tajam Danil " aku sudah tidak menerima tawaran seperti itu, lebih baik kamu pergi " kata - kata Wiradi masih acuh.


sebelum Wiradi menjawab ,terdengar suara orang menyapa Wiradi " Tuan Erlangga , lama tidak bertemu " Hari berkata dengan hormat.


" halo suhu apa kabar ?" Joni dengan seringai menyapa gurunya.


Wiradi menengok ke hari dan Joni " ada apa kalian ke sini, apa Naraya butuh sesuatu ?"


Danil yang merasa di abaikan menegur " Tuan Erlangga , saya serius dengan ucapan saya !"


Joni langsung menghampiri Danil dan mencekik lehernya " berani sekali kamu meninggikan suara di depan suhu kami !"


Danil memukul - mukul Tangan Joni, tetapi tangan Joni seperti penjepit besi, dia tidak bergeming sedikitpun.


Wiradi kemudian buka suara " Joni lepaskan dia "


Joni langsung melempar Danil hingga tersungkur di tanah.Hari yang melihat itu hanya menggeleng.

__ADS_1


Wiradi bertanya lagi " kalian belum menjawab pertanyaanku "


Hari menghela napas " Tuan Erlangga, kami datang kemari untuk menangkap pemuda itu " Hari menunjuk Danil.


Wiradi mengerutkan keningnya " ada masalah apa kalian dengannya ?"


Joni langsung menyambar pertanyaan Wiradi " bocah ini berani memukuli Tuan muda Aditya, hingga kaki dan tangannya patah suhu !"


Wiradi terlonjak kaget, pasalnya dia sendiri tidak berani menyentuh sesuatu yang berhubungan dengan Naraya aditya.


karena walaupun dia selalu mengirim muridnya untuk bekerja dengan Naraya, tapi masih ada sosok yang lebih hebat darinya yang melindungi Naraya.


Wiradi kemudian menatap Hari untuk menjelaskan detail kejadiannya.


Hari mengangguk, dia menjelaskan semua detail kejadiannya, dari mulai Narendra yang baru di temukan hingga kejadian Bandi menghajar orang suruhan Danil.


" jadi Cucu Naraya sudah ketemu ?" Wiradi bertanya kaget.


" Benar Tuan Erlangga, namanya Narendra Aditya " Hari menjawab dengan mantap.


Erlangga berdiri, kemudian menghampiri Danil, dalam sekejap mata Erlangga memukul tengkuk Danil hingga tak sadarkan diri .


" Bawa dia Joni, aku akan ikut kalian menemui Naraya !" perintah Wiradi.


" Baik Tuan Erlangga ."


Mereka kemudian membawa Danil ke kediaman Naraya Aditya, Wiradi kebetulan sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu, dia juga sekalian ingin melihat cucu Naraya ,agar kelak tidak salah mengambil tindakan.


beberapa Menit berlalu Mereka sampai di kediaman Naraya, Hari bergegas memberi tahu Tuan besarnya jika Wiradi ingin menemuinya.


Naraya pun bersemangat, dia juga tidak lupa membawa Narendra untuk mengenalkannya pada wiradi.


sementara Joni bertugas membawa Danil, alih - alih Danil di panggul atau di bopong, Joni malah menyeret kerah belakang bajunya.


Tentu saja semakin lama semakin terasa panas bokong Danil hingga dia terbangun.


Danil terlonjak kaget saat dia melihat dirinya di seret seseorang " mau di bawa kemana aku !" Danil meronta - ronta.


tetapi Joni tidak menggubrisnya, saat Mereka sampai di hadapan Naraya dan Narendra yang sudah menunggu di ruang Tamu, Joni melempar Danil ke hadapan Narendra.

__ADS_1


" Tuan muda, dia dalang di balik pengeroyokan anda !" Joni bicara dengan tegas.


Danil mendongak, melihat orang yang di panggil Tuan muda, dia sangat terkejut saat melihatnya.


__ADS_2