
Samuel langsung mencari tahu tentang Tari , dia mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari data tentang Tari.
Setelah Samuel mendapatkan semua data tentang Tari, dia melaporkannya Pada Felix.
" Jadi bagaiman hasilnya Samuel ? " Tanya Felix datar.
" Tuan Felix, Rudi kemungkinan sudah terbunuh " jawab Samuel datar.
" Terbunuh ?" Beo Felix.
Samuel mengangguk " Benar Tuan , menurut informan saya, Mantan Rudi adalah istri Pewaris Aditya grup, anda tahu sendiri bagaimana tempramen Naraya Aditya yang mendidik anak buahnya agar tidak segan - segan menghabisi orang yang berani mengusik keluarganya, jadi saya menyimpulkan jika Rudi sudah terbunuh oleh anak buah Naraya !"
" Bruaaakkk !!! " Felix menggebrak meja karena marah.
" Sialan !!, Berani Betul Naraya Membunuh orang kepercayaanku, apa tua bangka itu sudah lupa dengan kesepakatan kita !!" Ucap Felix geram.
Felik menatap tajam Samuel " beritahu Naraya ,jika aku ingin menemuinya, aku ingin tahu bagaiman dia menjelaskan semuanya !"
" Baik Tuan !!" Samuel membungkuk kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
...----------------...
Naraya Menghela napas ,sesudah dia menerima telepon dari samuel.
Naraya memanggil pengawal bayangannya " Lux Keluarlah "
Tiba - tiba seorang pria dengan jubah Hitam dan mengenakan topeng Muncul dihadapan Naraya dan langsung memberi salam Hormat pada Naraya.
" Saya disini Tuan Besar " Ucap Pria yang dipanggil Lux.
Naraya berdiri, dia menghadap kejendela " Lux , Jaga Narendra baik - baik , jika ada apa - apa prioritaskan keselamatannya !" Ucap Naraya Sendu.
" Baik Tuan Besar !"Lux Menjawab dengan tegas.
" Pergilah !" Naraya mengusir Lux untuk pergi.
__ADS_1
Naraya menghela napas kasar, matanya berubah menjadi tajam " Berani kamu menyentuh keluargaku Felix , aku akan bertarung hingga mati melawanmu !" Gumam Naraya tegas.
Naraya Sadar jika Felix bukan Lawan Yang Mudah, pasalnya Felix adalah Penguasa Real Estate di Negara tersebut.
Walaupun Naraya lebih Kaya dari Felix tapi buka berarti dia bisa menyingkirkan Felix begitu saja, banyak Bisnis mereka yang bekerja Sama di perusahaan Real Estate, jika Felik menghentikan kerjasama tersebut , Naraya akan cukup Banyak menelan kerugian.
untuk Itu Naraya selalu menjaga sikap dengan Felix, tapi Karena masalah Narendra ,bukan tidak mungin jika Felix akan melepas kerjasamanya.
Narayapun sudah melakukan persiapan dengan menyuruh Asistennya untuk secara perlahan menyerang Felix.
Karena sikap Felix yang begitu Arogan, Naraya Paham betul jika Felix pasti akan mementingkan masalah Rudi. jadi Naraya memutuskan agar anak Buahnya sesegera mungkin mengambil beberapa bagian Saham diperusahaan Real Estate milik Felix.
Naraya tidak tanggung - tanggung mengeluarkan uang Ratusan Milyar untuk mengakuisisi saham Felix.
Bagi Naraya uang sudah tidak ada artinya jika dibandingkan dia harus kehilangan keluarganya untuk kedua kali.
...****************...
Narendra yang sedang melihat - lihat Berkas tentang pengeluaran dan pemasukan Bisnisnya tersenyum puas " Lumayan , ini awal yang bagus " Gumam Narndra Bangga.
" Masuk !" Narendra masih membolak - balik berkas perusahaannya.
Nikole memasuki ruangan tersebut dengan membawa Seorang Wanita di belakangnya " Tuan, ada tamu untuk anda "
Narendra mendongakan kepalanya , dia terkejut " Silvia ?!"
Nikole langsung pergi dari ruangan tersebut, karena dia takut dimarahi Narendra karena membawa orang masuk sebelum membuat janji dengannya.
Silvia menggembungkan pipinya, dia menarik Kursi dan duduk dihadapan Narendra " kamu jahat Ndra, Dari kemarin aku menunggu kamu menghubungiku tapi malah di diamkan sampai sekarang !!" Silvia Merajuk seperti ABG.
Narendra menghela napas " Aku sibuk Silvia ,Jadi maaf aku tidak bisa menghubungimu "
Silvia tersenyum " tidak apa - apa lupakan itu , tapi kamu harus mengganti makan malam kita yang tidak jadi waktu itu !" Ucap Silvia Memelas.
Narendra tersenyum kecut, dia teringat saat meninggalkan Silvia dan Nikole di Restoran " Silvia aku beneran Sibuk " Narendra mencoba menolak ajakan Silvia.
__ADS_1
" Ayolah Ndra, lagi pula Makan malam tidak mengganggu pekerjaanmu kan ?" Uvap Silvia memelas.
Narendra terdiam , dia bingung antara mau atau tidak, Silvia yang melihat keraguan Narendra berkata lagi " Ayolah Ndra, satu kali ini please... yah ..yah ..!"
Narendra menghela Napas , dia tidak tega saat meliat Silvia seperti itu , dia juga belum mengucapkan terimakasih karena telah Merekomdasikan Nikole yang Covok dengan kriteria Narendra.
" Baiklah, nanti Malam jam 8 di Luxure Resto " Uvap Narendra datar.
Silvia menyunggingkan Senyum " Terimaksih Narendra, aku tunggu nanti malam , Bye ..!" Silvia berdiri dan langsung pergi meningglakan ruangan Narendra.
Narendra menggelengkan kepalanya, dia merasa tingkah Silvia seperti anak kecil padahal usianya sudah 30 tahun, seharusnya dia lebih dewasa lagi.
tapi begitulah Cinta ,tidak peduli berapa umur kamu , Cinta akan membuat Kita berubah asal melihat orang yang kita Cintai, entah itu dari sifat, perilaku atau ucapan.
Setelah Narendra menyelesaikan membaca semua berkas yang dia terima , Narendrapun pulang Kerumah.
☆☆☆
Narendra langsung kekamar tanpa menyapa Tari yang ada diruang Keluarga sedang bersama anaknya.
Tari yang melihat itu menyerahkan anaknya pada Pelayannya dan mengejar Narendra keatas.
saat Narendra sedang Melepas Dasinya , Tari dengan Sigap membantunya " Papih Mau mandi dulu Atau ..." Tari sengaja menggantung ucapannya.
Narndra mengerutkan keningnya, dia tidak menjawab ucapan " Aku nanti malam akan Makan Malam dengan Silvia di Luxure Resto !" Ucap Narendra datar.
Tari yang sudah melepas dasi Narendra sedikit terkejut , Tapi dia senang karena Narendra memberitahunya ,yang berarti dia secara langsung meminta ijin padanya.
" Apa aku boleh ikut pih ?" Tanya Tari Lembut sambil membereskan jas dan Sepatu Narendra yang sudah dia lepas.
" Ikut untuk apa ?, Aku tidak punya hubungan dengan dia, Aku hanya mentraktirnya makan mulum untuk mengucapkan rasa terimakasihku karena telah mencarikan aku asisten pribadi " Jawab Narendra sambil berlalu kekamar Mandi.
Tari tahu jika Narendra tidak mungkin menghianatinya ,jadi dia tidak bertanya lagi, karena dia takut memancing Emosi Narendra lagi.
Tari sadar jika dia sekarang harus banyak mengalah dan sabar untuk Menata kembali kepingan - Kepingan Hati Narendra yang sempat dia Hancurkan Tempo Hari.
__ADS_1