Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 51


__ADS_3

Narendra memikirkan Cara untuk mengetahui siapa yang ada dibalik Pergerakan Rudi, Walaupun kakeknya memiliki Anak buah yang hebat, tapi Mereka tidak bisa menemukan siapa dalangnya.


Jadi Narendra berusaha mencari tahu sendiri dengan bantuan informasi dari Bandi .


Narendra sedang duduk diruang kerja kamarnya " Ah... benar kata kakek , Masalah ini tidak ada celah sama sekali " Narendra menghela napas Kasar.


Tari masuk dengan membawa secangkir kopi , dia menegur suaminya yang sedang memejamkan matanya bersender di kursi kerjanya " Kenapa pih ?"


Narendra membuka matanya , lagi - lagi dia menghela napas " gak kenapa - napa kok mih "


" Mikirin masalah kemarin yah ?" Tanya Tari menyelidik, dia menarik Kursi dan duduk disebelah Suaminya.


Narendra mengangguk pelan, sambil menyeruput kopinya " Masalahnya kita tidak memiliki data yang falid tentang Rudi, yang kita tahu Cuma tentang keluarganya , Tapu Rudi sudah lama tidak berhubungan dengan keluarganya "


" Apa papih sudah tanya kemereka ,kemana saja Rudi pergi Sebelum meninggalkan rumahnya ?"


Narendra mengangguk " anak buah kakek sudah mengecek semuanya, tapi tidak ada yang mencurigakan sama sekali "


" Coba tanya Linda mantan pacar Rudi, Karena saat kita bertemu di res..." Tari melirik suaminya dulu, saat akan menjelaskan hal itu, pasalnya dia takut narendra marah lagi.


Narendra tersenyum " Lanjutkan saja , aku sudah tidak apa - apa kok "


" Tapi pih ..."


Narendra menggenggam tangan istrinya " Kalau itu bisa memberi sebuah petunjuk , cerita saja !" Narendra meyakinkan istrinya.


Tari mengangguk, dia kembali melanjutkan ceritanya " Rudi sempat membicarakan Linda saat di Restoran, katanya dia baru putus Satu minggu yang Lalu , mungkin Linda ta..."


" Cup " Narendra mengecup Bibir istrinya membuat dia terdiam langsung.


Narendra tersenyum " Terimakasih sayang, mungkin ini bisa sedikit memberikan kita informasi "


Tari mengerutkan keningnya " Masa cuma Kiss hadiahnya " Ucap Tari menggoda.

__ADS_1


" Masih sore sayang, Nanti malam saja yah, Aku juga mau menghubungi bandi dulu " Narendra berdiri, dia mengecup kening istrinya.


Narendra langsung menghubungi Bandi agar menemukan wanita yang bernama Linda yang merupakan mantan Rudi.


Bandi dengan Sigap melaksanakan perintah Narendra, dia langsung bergegas menghubungi Informannya.


☆☆☆


Malam harinya , Bandi sudah menemukan keberadaan Linda , kebetulan Linda ada disebuah Bar untuk menemui seseorang.


Orang Bandi sengaja pura -pura mabuk dan menyenggol Linda saat berpapasan dengannya, dengan tujuan memasang sebuah penyadap didalam Tasnya.


Setelah penyadap terpasang dia segera memasuki sebuah Van yang sudah disediakan untuk mendengarkan Suara Linda.


didalam Bar ,Linda memasuki sebuah Ruangan yang dijaga oleh dua body guard.


Linda duduk didepan Tangan Kanan Roger " Deril, aku sudah tidak berhubungan dengan Rudi lagi sesuai kemauanmu , jadi tolong lepaskan aku , Aku janji aku tidak akan Bicara pada siapapun tentang hal yang aku dengar " Linda berkata dengan khawatir.


Deril menyeringai " Linda ,Linda , sayangnya Tuanku tidak mengijinkan Aku untuk melepaskanmu , karena Kamu sudah tahu semuanya "


Deril memegang Dagu Linda " Aku bisa menyembunyikanmu dari Tuanku ,asalkan kamu mau menjadi Pemuasku , Bagaimana ?"


Linda merasa dunianya runtuh , jika dia menerima Tawaran Deril , sama saja dia dengan Mati , Linda gelisah karena pilihan yang diberi Deril seperti pedang bermata dua.


Walaupun dia mau jadi pemuas napsu Deril, Tapi dia yakin jika Deril sudah bosan, pasti akan membunuhnya juga , Linda tahu Orang seperti apa Deril, dia memperlakukan Wanita layaknya mainan.


Melihat Linda yang terdiam ,Wajah Deril menggelap , dia mencengkram Dagu Linda dengan Kuat , Membuat Linda terkesiap.


" Hei..Lacur !, Nyawamu ada ditanganku , harusnya kamu bersukur aku masih mau mengampuni Nyawamu !" Ucap Deril Ketus.


Deril Menghempaskan Cengkramannya, hingga Linda terdorong kebelakang, Air mata Linda bercucuran.


" Buka Bajumu sekarang dan puaskan aku !!!" Bentak Deril pada Linda.

__ADS_1


Linda yang takut akan dibunuh , tentu saja dia menurut , Linda berdiri dia membuka Bajunya , hingga terpampang lah gunung kembar yang disangga BH berwarna putih.


Deril menyeringai saat melihat Tubuh bagian atas Linda , Deril menyesap Anggur yang ada ditangannya dengan memandangi Linda.


Saat Linda akan Melepaskan Roknya , pintu ruangan tersebut di dobrak oleh Bandi " Braaakkk !!!"


Deril terkejut , dia langsung mencari pistolnya tapi anak buah bandi dengan sigap menembak tangan Deril " Dorrrr !!"


" Arghhh !" Deril memgang tangannya yang tertembak.


Sementara Linda terduduk dilantai karena ketakutan , Tubuh Linda bergetar saat menyaksikan tembakan tersebut.


Bandi menghampiri Linda " Pakailah bajumu kembali Nona " Bandi memberikan Baju Linda yang tadi dia lepaskan.


Linda menerimanya " te..terima ka..sih "


Bandi mengangguk , dia langsung Menghampiri Deril dan mematahkan tangan satunya dan membuatnya pingsan, agar dia tidak bisa memberi tahu siapapun.


" Bawa dia kerumah Tuan !" Ucap Bandi Tegas.


Anak Buah Bandi langsung Membawa Deril, Sementara Linda dipapah Bandi , Bandi juga menjelaskan kedatangannya untuk menolong Linda agar Linda tidak khawatir.


" Nona , lebih baik anda ikut kami ,Agar keselamatan anda terjamin " Ucap Bandi Lembut.


Linda mengangguk ,dia tidak berbicara , mau bagaimanapun dia masih syok dengan kejadian barusan.Linda hanya bisa pasrah dengan keadaan.


☆☆☆


Di Rumah Naraya ..


Narendra dan Tari tersenyum saat Melihat Linda yang ada diruang tamu bersama Bandi, Mereka berdua duduk di seberang Linda.


Linda yang sudah Tahu Tari dari Rudi terkejut " Ka..Kamu Tari kan , apa yang akan kalian lakukan padaku, tolong lepaskan aku ?" Tanya Linda gugup.

__ADS_1


Linda merasa jika dia berasa Berdiri di ujung tanduk, baru saja dua keluar dariCengkraman Buaya ,sekarang dia masuk kekandang Harimau.


Linda benar - benar ketakutan saat melihat Tari , pasalnya dia tahu semua rencana Bos Rudi Untuk menghancurkan keluarga Tari.


__ADS_2