Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 57


__ADS_3

Narendra ,Naraya dan Tari dilarikan kerumah sakit Terdekat , Mereka langsung mendapat Perawatan terbaik.


Wiradi yang baru datang dirumah sakit Menatap anak buah Naraya dan anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga Naraya " Bagaimana bisa kalian seceroboh ini ?!, Bukankah aku sudah bilang lakukan penjagaan Lebih !!"


Para Anak Buah Hanya bisa menundukan kepala, Mereka tidak berani menatap Muka Wiradi yang sedang Marah.


Wiradi Mondar - Mandir di lorong Rumah Sakit , dia merasa tidak tenang karena tidak melakukan tindakan pencegahan, Harusnya dia menahan Naraya dan keluarganya agar tidak pulang terlebih dahulu sampai situasinya membaik.


***


Berita tentang Pembunuhan Naraya dan Keluarganya , Segera menyebar Luas di sosial media maupun tayangan Tv Lokal.


Apa lagi Naraya dan Keluarganya masih terbaring di rumah sakit sampai sekarang , Para Wartawan terus menggunakan berita tersebut sebagai bahan utama.


di sosial Media juga tidak kalah hebatnya , Berita tersebut langsung menjadi trending Topic hanya beberapa jam Saja.


Sementara itu , Roger sedang berpesta Karena mengira jika Naraya dan keluarganya sudah tidak bisa diselamatkan lagi , Pasalnya kecelakaan tersebut Benar - Benar sangat Fatal.


" Hahaha... Akhirnya ,ajalmu akan segera datang Naraya !" Roger Menenggak Segelas Anggur yang ada ditangannya.


Orang - Orang Roger termasuk Felix juga merayakannya " Anda Benar - Benar hebat Tuan !, tidak salah anda menggunakan pembunuh Terbaik , untuk melenyapkan Mereka sekaligus " Puji Bawahan Roger.


" Ya.. Walaupun Harganya sangat Mahal, tapu setidaknya kerjaan dia sangat Bagus , apa lagi dia mampu Membunuh satu keluarga sekaligus !" Roger berkata dengan mantap.


" Ya anda benar !, Mari bersulang untuk keberhasilan Tuan Roger !" Ucap Salah satu bawahan Roger.


Mereka semua menikmati Pesta tersebut , Tanpa Tahu apa yang sedang terjadi dengan pembunuh Bayaran yang mereka pekerjakan.


***


Di sebuah Bangunan Tua, Terlihat seorang Pria dengan Luka Tembak di bahunya sedang Mencoba mencongkel Peluru yang bersarang dibahunya Sendiri.


" Arghhhhh !" Jeritan Pria tersebut tertahan Karena menggigit Sepotong Kain di mulutnya.

__ADS_1


" Hoss, Hoss..., Sial !!, Aku tidak menyangka jika penjagaannya akan seketat Ini !" gerutu Pria tersebut.


Pria tersebut berhasil Mencongkel Peluru yang bersarang pada bahunya, dia menyenderkan Tubuhnya di dinding Bangunan tersebut.


Tiba - Tiba Sebuah Suara dengan Lantang terdengar " Menyerahlah !!, Kamu sudah dikepung !!!"


Pria tersebut tertawa sendiri " Hahaha.. ternyata hanya sampai disini saja petualanganku !"


Terlihat Sorot Lampu Yang Mulai Memasuki gedung tersebut , Pria pembunuh Mulai bergerak , dia berusaha untuk melarikan diri sebisa mungkin.


Tapi sayangnya dia ketahuan , Adu tembak pun tidak bisa dihindari , Pria tersebut dengan tenaga tersisa mencoba untuk melawan.


Hingga akhirnya dia kehabisan peluru karena melawan Begitu Banyak anak Buah Wiradi dan Naraya.


Pria tersebut Mengambil Pisau yang dia sembunyikan di Kakinya dan Menerjang seorang anak Buah dan menikamnya pas di leher hingga dia tewas.


Tapi sayangnya dia juga tertembak , Anak buah Wiradi sengaja hanya menembak kedua kaki pembunih tersebut. hingga dia jatuh tersungkur.


Pria pembunuh Hanya bisa pasrah ,saat dia di seret oleh anak Buah Wiradi Masuk kedalam Mobil , Lux yang menunggu di dalam Mobil langsung menghajar pria tersebut hingga tergeletak Pingsan dengan Wajah yang babak Belur.


***


Ke esokan Harinya , Narendra dan Tari sudah terbangun , Mereka ditempatkan pada kamar yang sama.


Narendra melihat Kanan Kiri , disana terlihat Bandi dengan Tangan yang di Perban sedang duduk disampingnya.


" Tuan Muda " Ucap Bandi senang.


Narendra akan bangkit , tapi Bandi segera menahannya " Tuan istirahat lebih dulu , Tubuh anda madih Lemah " Ucap Bandi Lembut.


" dimana Kakek Bandi " Ucap Narendra Parau.


Bandi mencoba untuk tetap tersenyum , agar Narendra tidak khawatir " Tuan Besar ada di ruangan Sebelah , dia di jaga oleh Tuan Wiradi " jawab Bandi sedikit berbohong pada Narendra.

__ADS_1


Narendra Menghela Napas " Sukurlah kalau kakek baik - baik Saja " Narendra kemudian menoleh kearah istrinya yang terlihat terbaring lemah.


Narendra melihat Tari di jaga Oleh Bi Edah yang kemarin dijemput langsung Oleh Jony agar mengurus Mereka.


Narendra Melihat Luka di wajah istrinya , dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga Tari dengan Baik, Mata Narendra berkaca - kaca.


Tiba - Tiba Pintu ruangan tersebut terbuka , Silvia dengan Ayahnya masuk dengan tergesa - gesa , Silvia Langsung menghampiri Narendra " Ndra, kamu tidak apa - apakan ?" Silvia terlihat begitu khawatir, Airmatanya menetes.


Narendra menggelengkan kepalanya dan menoleh kearah Tari , Silvia yang mengerti maksuda narendra langsung menghapus air matanya dan menghampiri Tari.


Silvia memberikan sebuah Bingkisan pada Tari , dia menaruhnya di Laci Ruangan tersebut " Terimakasih " Ucap Tari Pelan dangan suara paraunya.


Silvia tersenyum " Sama - Sama Nona Aditya , Oh..ya perkenalkan Saya Teman Narendra , Saya Silvia "


Tari Menganggukkan Kepalanya " Saya sudah mendengar tentang anda dari suami saya , terimaksih karena sudah membantu Suami saya "


" Nona Aditya tidak perlu sungkan , Apa Nona Perlu sesuatu Biar saya Carikan ?" Silvia Berkata dengan Lembut.


Tari menggelengkan kepalanya , dia tidak perlu apapun, yang dibutuhkan dia sekarang Hanya waktu untuk istirahat , padalnya tubuhnya mulai terasa Sakit semua, Begitu juga Narendra.


Bandi yang tagu itu langsung memanggil Dokter agar memberi obat pereda rasa sakit pada Tuannya.


sementara itu Naraya masih terbaring Lemah di ruang ICU , Wiradi menjaganya sepanjang Malam ditemani Anak buahnya .


Wiradi menatap Naraya dengan penuh Kekhawatiran " Naraya , Bertahanlah !" Gumam Wiradi Lemah.


Pembunuh Bayaran juga di masukan dalam rumah sakit tersebut , Wiradi menyuruh Anak buahnya melakukan hal itu karena ingin Melihatnya tidak Mati Begitu saja, sekaligus untuk mendapatkan informasi lebih darinya.


dia dijaga dengan Ketat, di ruang perawatannya, Anak Buah Lux menjaga 24 jam penuh ,mereka akan bergantian berjaga untuk memastikan dia tidak kabur.


..


..

__ADS_1


__ADS_2