Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 26


__ADS_3

Narendra melihat kakeknya di Halaman belakang Rumah sedang bersantai.


Narendra menghampiri kakeknya yang sedang menikmati Indahannya tanaman yang dia rawat dengan Baik.


Narendra duduk di sebelah kakeknya " Aku berharap Kedamaian ini akan selamanya menaungi keluarga kita "


Naraya tersenyum " kamu benar ,Kakek juga ingin seperti ini terus "


" Kek, kemarin perasaan kita masih di China ?, Kok Tiba - tiba aku sudah sampai rumah ?" Tanya Narendra penasaran pada Kakeknya.


Naraya tersenyum " Kamu tidak usah memikirkan hal itu, yang penting kita sudah berkumpul di rumah " ucap Naraya santai.


Narendra pun hanya menganggukaa kepalanya, dia tidak Menanyakan tentang kejadian Kemarin lagi, yang membuat dia sedikit lupa apa yang terjadi.


Narendra ngobrol dengan kakeknya masalah Perusahaan yang akan dia pegang.


Narendra Meminta ke kakeknya agar dia belajar dulu tentang Manajemen perusahaan, Karena tidak mau asal - asalan mengurus perusahaan.


Apa lagi dia akan mewarisi seluruh Aset Keluarga Aditya.


Narendra berpikir jika dirinya juga ingin punya konstribusi pada perusahaan yang sudah kakeknya bangun dari Awal, dia tidak mau cuma menjadi Benalu yang menumpang Hidup di Induknya.


Narendra bangkit dan pamit pada kekeknya untuk Undur diri.


Narendra menghampiri istri dan anaknya yang sedang bermain di Ruang Keluarga , di sana juga terlihat Lulu yang menemani mereka.


Narendra Duduk di sofa Memperhatikan Istrinya yang terlihat sangat bahagia bermain dengan anaknya, Narendra tersenyum puas saat melihat pemandangan tersebut.


Tari yang melihat Suaminya sedang memandanginya tersenyum, dia kemudian menyerahkan Alveandra pada Lulu dan duduk di samping suaminya.


" Sudah nemuin kakeknya pih ?" Tanya Tari pada Narendra.


Narendra mengangguk " Sudah mih " Ucap Narendra sambil tersenyum.


" Kalian Membicarakan apa saja ?" Tari Kepo dengan pembicaraan mereka.

__ADS_1


" tidak banyak, Cuma masalah perusahaan, Oh iya Mih, pipih Rencananya akan sekolah lagi, agar nanti bisa membantu kakek, boleh kan ?" Narendra menggengam tangan Tari.


Tari tersenyum manis " Tentu saja Boleh pih, itu juga kan buat kebaikan Keluarga kita nantinya "


" Makasih sayang, kamu memang paling mengerti tentang aku " Narendra mencubit hidung Tari.


Beberapa Hari Berlalu, Walaupun Umur Narendra sudah tidak Muda lagi , tapi dia tidak ragu untuk memulai studi kembali.


Narendra Memulai Kuliahnya lagi hari ini, Naraya mendaftarkan Narendra di Universitas nomor satu di kota tersebut.


Naraya juga memberitahu Rektor jika harus memberi mata kuliah Lebih pada Narendra, karena Naraya tahu jika Narendra hanya lulusan Sekolah dasar.


Awalnya Rektor terkejut, bagaimana Bisa cucu orang paling Kaya Di provinsi J. hanya lulisan Sd, Naraya pun menjelaskan pada Rektor yang merupakan Rekannya dulu waktu masih sekolah.


Tentu itu akan Jadi masalah Yang rumit untuk Universitas , Karena Narendra harus memulainya benar - benar dari Awal.


Seharusnya Narendra memulai dari SMP ,tapi Karena usianya yang sudah Tuwir, Jadi Rektor akhirnya menerimanya.


Hari - hari Narendra di sibukan dengan Belajar hal - hal dasar , seperti Belajar komputer, Managemen keuangan, dan Bahasa asing.


Secara bertahap Narendra melakukan semua itu tanpa Lelah, Rektor sangat Senang saat melihat Narendra yang begitu Fokus dengan studinya.


Hingga suatu Hari saat Narendra sedang mencari Buku di perpustakaan dia tudak sengaja bertemu Ayu di tempat tersebut.


" Narendra ..!!" ucap Ayu kaget saat Melihat Narendra sedang mencari buku yang akan dia baca.


Narendra menengok ke arah suara, dia juga sama terkejutnya dengan Ayu " Ayu...!"


Ayu menghampiri Narendra " Kamu sedang ngapain di sini Ndra ?" tanya Ayu penasaran.


Narendra tersenyum kecut " Aku kuliah di sini "


" Apa..!!, sejak kapan ?, aku tidak pernah melihat kamu ?" Ayu memberondong berbagai pertanyaan pada Narendra.


" Sudah hampir satu bulan aku di sini, Aku juga belajar di ruang Kusus sama pak Rektor " Narendra berkata jujur.

__ADS_1


Narendra memang di sediakan ruangan Kusus untuknya, Dia di sana belajar sendirian, dengan di ajar bergilir oleh Dosen sesuai Mata kuliahnya.


Tentu saja Dosen - dosen yang mengajar Narendra juga sudah di beritahu, agar mereka memberikan Narendra Pembelajaran Dasar Materi yang mereka bawakan.


Ayu sedikit paham maksud Narendra, pasalnya dia pernah bercerita jika dia hanya sekolah Dasar saja, Karena Narendra sekarang Sudah Kaya ,jadi Ayu berpikiran jika Narendra lewat jalur kusus.


" Sudah dulu yah , aku Masih banyak jam pelajaran " Narendra meninggalkan Ayu yang masih tertegun.


Ayu menatap kepergian Narendra " Kamu sekarang berbeda banget Narendra " Gumam Ayu.


" Hayo Loh nglamunin Apa !!" Tegur Jasmin teman Ayu.


Ayu mengelus dadanya " Hais .. kamu ini ,bikin orang kaget saja " Ayu melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan ,dia tidak menghiraukan pertanyaan Jasmin.


" Ayu Tunggu !!" Jasmin mengejar temannya tersebut.


Setiap Bulan Naraya akan mempertanyakan kemajuan Narendra pada Rektor.


Pada Bulan ketiga saat Naraya menanyakan Kemajuan Narendra, dia terkejut saat Rektor bilang jika penyerapan otak Narendra sungguh tidak wajar.


Karena hanya dalam waktu kurun Tiga Bulan, Narendra sudah mengetahui ilmu dasar - dasar berbisnis, dia juga sudah bisa memakai komputer dan Sudah menguasai bahasa inggris.


Di ruangan rektor ..


" Naraya , Cucumu benar - benar jenius, aku yakin jika dia sekolah sejak dini ,mungkin dia akan Akan mencapai gelar Profesor di usianya sekarang " Ucap rektor sambil menyerahkan hasil tes Narendra.


Naraya mengira jika temannya tersebut sedang bercanda " Kamu terlalu memuji Ruli "


Saat Naraya membuka semua Hasil Tes Narendra dia baru terkejut " Ini..., Ruli apakah benar ini nilai Tes Narendra ?" Ucap Naraya terkejut.


Ruli tersenyum " Bukankah tadi aku sudah Bilang ?, Naraya Cucumu Anak Jenius , sayang sekali Masa kecilnya tidak di tangan kamu "


Naraya menghela napas " Kamu benar Ruli, Jika saja aku berhasil menemukan dia secepatnya " Naraya terlihat sangat Sedih.


Ruli menepuk Bahu Naraya " Sudahlah..., yang penting sekarang Narendra sudah bersama kamu, dan kamu juga tidak perlu menghawatirkan dia lagi sekarang " Ruli mencoba menghibur Naraya.

__ADS_1


Naraya setuju dengan ucapan Ruli, Dia tersenyum dan menatap Hasil tes Narendra, Naraya sangat senang karena penerusnya bukanlah Anak Yang kurang pengetahuan lagi.


dia yakin dengan nilai yang seperti itu, bukan tidak mungkin jika Narendra bisa menghandle semua perusahaannya kelak.


__ADS_2