
Danil menatap Narendra dengan tidak percaya, bagaiman mungkin orang yang dulunya miskin di panggil Tuan muda.
Narendra menatap Danil " apa maksud kamu menyerangku ?, bukankah kita tidak saling mengenal ?"
Naraya dan Wiradi menatap lekat - lekat anak muda yang sedang di tanyai Narendra, mereka juga ingin tahu apa alasan anak muda tersebut.
Danil belum mau membuka suara, tetapi Joni langsung membentaknya " apa kamu tuli !, Tuan muda sedang bertanya padamu jawab !!!"
Narendra melambaikan tangannya agar Joni diam, Joni yang melihat itu mengangguk .
" jawablah apa tujuanmu sebenarnya ?" Narendra berkata dengan datar.
Danil kemudian tertawa " hahaha... kamu masih bertanya padaku apa tujuanku ?, sudah jelas aku ingin menjauhkan kamu dari Ayu ,karena lelaki miskin sepertimu tidak pantas bersanding dengan Ayu !"
Joni akan bergerak saat mendengar ucapan Danil, Tapi Narendra menggelengkan kepalanya.
Narendra menghela napas " huh... Ketahuilah aku dan Ayu tidak memiliki hubungan, dan aku juga sudah memiliki istri ,aku juga sadar diri "
" jangan terlalu naif kamu, Ayu selalu membicarakan kamu saat dia sedang bersamaku !" Danil meraung.
Tari yang sudah menidurkan anaknya di kamar ,dia kemudian menghampiri Narendra yang berada di ruang tamu.
tetapi Tari terkejut saat melihat banyak orang berkumpul di ruang tamu , dia bergegas mendekati Narendra karena ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
" Ada apa ini Pih ?" Tari yang baru sampai bertanya.
Tari kemudian menoleh ke orang yang duduk di lantai, dia sangat terkejut saat melihat orang yang dia kenal " Kak Danil !"
Danil juga tidak kalah terkejut, pasalnya dia mengenal Tari ,karena mereka dulu sering bermain bersama dengan Ayu.
" Ta..Tari.. kenapa kamu ada di sini ?" Danil yang tadi emosi ,sedikit mereda setelah melihat Tari.
" kalian saling kenal ?" Narendra mengerutkan keningnya.
Tari mengangguk " Dia kakak sepupu Ayu pih "
Tari kemudian memperkenalkan Narendra " kak Danil kenalkan ini suamiku Narendra "
__ADS_1
Danil Bingung ingin menjawab apa , pasalnya dia tidak tahu jika Narendra adalah suami Tari, jika dia mengetahui itu mungkin dia tidak akan mencelakakan Narendra.
Naraya tertawa " hahaha.. Dunia ini ternyata begitu sempit, Wiradi .. lebih baik kita mengobrol di tempat lain, biar anak muda menyelesaikan masalahnya sendiri "
Wiradi mengerti maksud ucapan Naraya, walaupun dia ingin mengenal Narendra lebih dekat, tapi dia tahu jika Narendra harus meluruskan jesalah pahamannya.
Naraya membawa Wiradi ke halaman belakang, Joni dan Hari juga di suruh untuk melakukan tugasnya kembali.
Setelah mereka pergi, Narendra menyuruh Danil untuk duduk.
Tari kemudian bertanya lagi " jadi sebenarnya ada apa pih ?"
Narendra menggendikan bahunya " tanyakan saja padanya !"
Tari menatap Danil dengan sengit, dia ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.
Danil yang mengerti itu ,dia kemudian buka suara " maaf Tari.. aku tidak tahu jika dia suami kamu , aku mengira dia sedang mendekati Ayu ,jadi.."
Danil ragu - ragu untuk mengatakannya, Tari kemudia bertanya " jadi.. apa kak Danil ?"
" aku yang memerintahkan orang untuk memukuli suamimu, maaf.." ucap Danil Merasa bersalah.
Danil Tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya Bisa meminta maaf " Maaf Tari.., aku tahu aku salah , aku hanya ingin ayu .."
Belum selesai bicara Tari memotongnya " Ayu apa heh.. dari dulu kamu selalu mengejar Ayu, tapi apa harus sampai melukai seseorang !, aku benci padamu kak Danil, lebih baik kamu pergi dari sini !"
Narendra terkejut saat melihat Tari marah, pasalnya dia tidak pernah melihat sisi istrinya yang seperti itu, dia kaget karena Tari begitu menakutkan saat marah.
" Tari maafkan aku " ucap Danil memohon.
Tapi Tari malah memanggil Bandi yang selalu Siaga di dekat Narendra " Bandi !!!, bawa pergi orang ini dari hadapanku !" Tari berteriak kencang.
Bandi yang dari tadi memantau dari luar langsung masuk dan menyeret Danil pergi, Danil berteriak - teriak minta maaf tapi Tari tidak menggubrisnya.
setelah Danil sudah tidak kelihatan , Narendra mengusap punggung istrinya " makasih sayang "
Tari menatap suaminya " untuk apa ?"
__ADS_1
" karena kamu sudah membelaku, sudah yah jangan marah lagi " Narendra mengecup Bibir Tari .
Tari tersipu malu " ini ruang tamu pih ih.."
" biarin.. habisnya mamih sekarang nambah cantik " Narendra menggoda istrinya agar tidak marah lagi.
Wajah Tari merah merona saat di goda Narendra, Walaupun sudah beranak dua wajah Tari masih cantik , hanya saja karena minim keuangan dia tidak bisa merawat tubuhnya, jadi dia sedikit gembul.
tapi setelah tinggal bersama Kakek Naraya, Tari sudah mulai merawat tubuhnya, dia jadi semakin terlihat manis dan menggemaskan.
Narendra kemudian berpamitan pada Tari untuk menemui kakek Naraya, sementara Tari kembali ke kamarnya untuk menemani Alveandra.
Di halaman belakang Naraya sedang mengobrol dengan Wiradi, Narendra kemudian menghampiri mereka.
" kakek Tuan Erlangga " Narendra membungkuk hormat.
" Anak mida yang sopan, Dia memang persis dengan ibunya Naraya " Wiradi puas dengan sikap Narendra.
Naraya terkekeh " hahaha.. kamu memang benar Wiradi, aku juga sangat senang melihat cucuku yang mewarisi sikap ibunya itu "
" duduklah Narendra !" Naraya menyuruh Narendra duduk .
" Kakek .., sebenarnya siapa Tuan Erlangga ini ?" Narendra langsung ke intinya.
Naraya menatap Wiradi untuk meminta persetujuan menjelaskan masa lalunya, Wiradi mengangguk menyetujui.
Naraya tersenyum , dia kemudian menjelaskan " Wiradi Erlangga, Dia teman semasa kakek muda, kebetulan dia jago beladiri. sementara kakek hanya bisa mengandalkan otak kakek, Jadi kami saling melengkapi satu sama lain. "
Naraya menceritakan semua tentang Wiradi, dari dia masuk dunia Hitam hingga sekarang dia menjadi bayangan Naraya.
Naraya juga tidak lupa menceritakan tentang kejadian yang membuat keluarga aditya hancur dulu.
Wiradi lah yang dulu mengawasi gerak - gerik orang yang menghancurkan aditya grup, jadi setelah Naraya keluar dari penjara ,mereka dengan mudah menyerang balik orang - orang tersebut.
Wiradi juga sempat mencari orang tua Narendra saat dia tahu kalau mereka sengaja di ungsikan oleh Naraya.
waktu itu Wiradi sangat menyesal karena tidak mendengar langsung masalah tersebut.
__ADS_1
dia mendengar itu setelah Aditya grup hancur dan Naraya sudah di penjara, jadi Wiradi tidak bisa berbuat apa - apa, dia hanya bisa menjenguk dan memberikan informasi yang dia ketahui dari luar.
Narendra mendengarkan dengan seksama, dia hanya bisa merasakan sakit yang amat sangat, saat mendengar cerita teesebut.