
Saat Narendra Pulang dia di buat tercengang Oleh Ayu, Pasalnya sudah jam 9 Malam, Ayu belum pulang juga.
Ayu sedang Menonton TV dengan Tari di Ruang Keluarga, dia memakai Baju tidur milik Tari.
" Ehem !!" Narendra Sengaja berdehem untuk menarik perhatian Mereka.
Sontak saja keduanya langsung menoleh ke belakang.
Tari tersenyum saat melihat suaminya " Eh.. sudah pulang pih " Tari menghampiri Narendra dan mencium tangannya.
Narendra menatap Tari meminta penjelasan , Kenapa Ayu belum pulang dan memakai baju tidur.
Tari yang mengerti maksud suaminya, dia Menarik tangan Narendra agar sedikit menjauh Dari Ayu " Biarin lah pih.., sesekali gak papakan, Toh Winda juga tadi senang banget bermain dengan Ayu "
" Ck, Kita tidak bisa menunaikan Sunah Rasul malam jum' at dong " Narendra mendesah kesal.
Tari mencubit pinggang Suaminya " Apaan sih pih , setiap hari juga kalau mau mamih kasih juga , lagi pula Ayu kan tidur di kamar Tamu" Ucap Tari gemas pada suaminya.
Narendra tersenyum kecut " Hehe... papih tunggu di kamar " Narendra langsung berlari ke kamar, karena takut di cubit istrinya lagi.
Tari melanjutkan menemani Ayu , yang dari tadi sebenarnya memperhatikan kemesraan Mereka.
sebenarnya Ayu iri pada mereka , tapi Ayu juga sadar ,jika posisinya dia bukan siapa - siapa buat Narendra.
" Narendra baru pulang Tar ?" tanya Ayu basa - basi.
Tari mengangguk , dia tersenyum kemudian duduk " Dia memang kalau lagi bekerja kek gitu, Gak peduli Waktu " Ucap Tari sambil menatap Layar Tv.
Ayu tidak bertanya Lagi, pasalnya semakin dia bertanya, hatinya semakin terasa perih, karena mendengar kedekatan mereka berdua.
Setelah jam 10 malam Ayu Pamit pada Tari untuk tidur.
Tari juga langsung kekamarnya, dia Melihat Narendra yang sedang bermain ponselnya.
Tari Memeluk Narendra dari samping " Belum tidur pih ?" Tanya Tari manja.
__ADS_1
" Orang lagi nungguin Mamih " Narendra mematikan Ponselnya dan menaruhnya.
Mereka Berdua saling Tatap, hingga lama kelamaan saling Bergelut di gelapnya malam.untuk menunaikan Sunah Rasul.
Ke esokan Harinya, Tari yang bangun lebih dulu sengaja tidak membangunkan suaminya, karena dia tahu jika Narendra kelelahan bekerja siang dan Malam, apa lagi tadi malam habis lembur.
Tari seperti biasa menyiapkan sarapan untuk anak - anaknya, dia yang biasa melakukan kegiatan tersebut sendiri.
pelayanpun sengaja tidak di izinkan Tari untuk membantunya, pasalnya Tari ingin melayani Suami dan anak - anaknya jika di pagi Hari.
Tapi hari ini berbeda, Ayu yang sudah bangun, dia langsung membantu Tari, walaupun Tari sudah melarangnya.
Akhirnya Tari mengalah , dia mempersilahkan Ayu untuk membantunya menyiapkan sarapan untuk Suami dan anaknya.
Narendra terbangun dari tidurnya saat Cahaya mentari Masuk menembus kaca jendela kamar.
Dia mengerjapkan Matanya dan terbangun sambil menguap.
Narendra Langsung bergegas membersihkan diri.
Sementara Tari dan Ayu yang sedang sibuk menyiapkan sarapan di kagetkan kehadiran Winda " Bu..." Ucap Winda yang tiba - tiba ada di Dapur.
Ayu tersenyum menghampiri Winda yang cemberut " kamu kenapa Sayang , Kok pagi - pagi sudah cemberut " Ayu mengusap - usap puncak kepala Winda.
" Boneka Aku rusak Tante " Winda menunjukan Bonekanya Yang Robek.
Tari menghela napas dan menghampiri anaknya " Ya ampun Winda, Boneka Robek aja sampe bikin kaget Orang , Nanti ibu beliin yang Baru oke !" Ucap Tari lembut pada anaknya.
Ayu menimpali " Ya udah , kamu mandi dulu sana, nanti kita sarapan bareng - bareng "
" Oke Tante , Ibu janjiloh belikan boneka Baru buat Aku " ucap Winda menatap ibunya.
" iya sayang " Tari mencubit hidung Winda.
Winda tersenyum, dia langsung meninggalkan Kedua orang dewasa yang sedang sibuk di dapur.
__ADS_1
Ayu dan Tari Menata makanan di meja, Naraya yang datang lebih dulu di Ruang makan Tersenyum saat melihat Tari dan Ayu yang begitu akrab.
Naraya menarik Kursi dan duduk , dia menunggu Narendra dan Anaknya yang masih belum turun.
setelah menunggu beberapa saat, Narendra Turun di ikuti Winda di belakangnya.
" Kamu mau kemana ndra ? , sudah rapi begitu, bukannya hari ini kamu tidak ada mata kuliah yah ?" Tanya Ayu saat Narendra baru akan duduk.
Narendra mengerutkan keningnya ,Narendra tidak suka jika Ayu terus Kepo padanya.
Bukan Narendra yang menjawab, Tapi Naraya " Dia mau menyurvei Kantor Baru yang akan di gunakan karyawannya untuk memogram sebuah aplikasi, Benar kan ndra ?" Tanya Naraya pura - pura tidak terlalu tahu.
Narendra mengangguk " Ya Kek " ucap Narendra Acuh.
" Wah .., sekarang kamu sudah megang bisnis sendiri ,selamat yah ndra " Ayu mencoba masuk dalam pembicaraan mereka.
Narendra awlnya tidak mau menjawab, tapi Tari menyenggol bahu Narendra dengan sikutnya " Terimakasih yu "
Naraya menghela napas, dia tidak menyangka jika cucunya benar - benar tidak tertarik dengan wanita secantik Ayu.
Jika Naraya masih muda, tentu dia akan sangat senang menerima Ayu, apa lagi Ayu terkesan melemparkan dirinya sendiri pada Narendra.
Tapi Naraya juga tahu ,jika Narendra ingin setia dengan Tari, Karena Naraya sudah Tahu sepahit apa keadaan mereka dulu, Tari tetap tidak berpaling dengan Pria Lain.
" Ndra , Nanti siang temani Kakek bertemu seseorang !" Ucap Naraya sambil menyendok makanan ke mulutnya.
" Habis makan siang yah kek, aku kayaknya lama mengurus kantor barunya " jawab Narendra Santai.
Naraya tersenyum " terserah kamu saja, kalau kamu sudah selesai segera hubungi kakek !"
" Baik Kek !"
Ayu dan Tari tidak ikut bicara ,mereka hanya menyimak pembicaraan Narendra dan Naraya , sambil Menikmati makanan.
Narendra langsung berpamitan setelah selesai Makan, Sementara Ayu yang sengaja tidak berangkat Kuliah Karena ingin bersama Narendra ,pupus sudah harapannya.
__ADS_1
Ayu tidak tahu jika Narendra akan sesibuk itu, dia mengira jika Narendra belum memikirkan tentang bisnis.
Walaupun kecewa tapi Ayu setidaknya sedikit senang, karena bisa makan bersama dengan Narendra.