
Hari keberangkatan Narendra keluar Negeri akhirnya tiba , dia mengajak anak - anaknya sekaligus satu pelayan dan dua Baby sister.
Karena anak - anak Narendra sudah cocok dengan dua Baby sisternya ,jadi Narendra memutuskan untuk membawa mereka.
Sementara merkomendasikan Bi Edah yang notabenya sudah Melayani Naraya sudah lama , jadi Tari ingin membawa dia bersamanya.
" Bandi apa orang - orang kita di Zelris sudah diberitahu jika aku datang hari ini ?" tanya Narendra sebelum memasuki pesawat.
Bandi mengangguk " Semuanya sudah diberitahu Tuan , Anda tidak perlu khawatir " Ucap Bandi yakin.
Narendra mengangguk , dia kemudian memasuki pesawat di ikuti Bandi dan Wira yang sekarang menjadi bawahan Bandi.
Narendra duduk bersama Tari , sementara anak - anaknya duduk dengan Baby sisternya masing - masing , walaupun sesekali Alveandra ingin bersama dengan ibunya.
Tak berselang lama pesawat pribadi milik Naaraya lepas landas . Narendra dan Tari yang baru pertama kali naik pesawat mereka berdua terlihat tegang.
Untungnya pesawat tersebut adalah milik mereka jadi mereka tidak membuat malu nama Aditya didepan umum karena tingkah mereka yang konyol.
Sementara itu di Zelris , Kelompok Ghos't membagi tugas masing - masing sesuai pengaturan Brodi.
Alex yang menemani Brodi terlihat sedang duduk di Mobilnya menunggu kedatangan Narendra dan keluarganya.
Karena Brodi tidak ingin terlambat menjemput Narendra ,dia rela menunggu berjam - jam demi mengamankan lokasi bandara Zelris City.
Karena Narendra dan keluarga berangkat pukul 08.00 pagi , mereka tiba di Zelris pada jam 2 siang .
Begitu keluarga Narendra keluar dari pesawat , Mobil Brodi dan bawahannya langsung menjemput mereka.
Brodi dan anak buahnya keluar dari Mobil ,mereka membungkuk hormat " Selamat datang Tuan Aditya !" ucap mereka serempak.
Narendra mengangguk dan melambaikan tangannya menyuruh mereka berdiri , Brodi dan bawahannya langsung membukakan pintu Mobil.
Narendra dan Keluarga langsung memasuki mobil tersebut , mereka di bawa ke Vila Milik Naraya yang berada di Zelris.
__ADS_1
Setelah sampai di Vila Narendra dan Tari terkejut , pasalnya Vila tersebut sangat mirip dengan yang berada di Loria.
" Pih.. apa kakek memang sengaja mendesainnya sama atau hanya perasaanku saja ?" tanya Tari pada Narendra.
Bukan Narendra yang menjawab tapi Bandi yang menjelaskan menjelaskan pada mereka berdua " Nyonya benar , Tuan Naraya memang mendesain semua Vilanya hampir sama persis "
Narendra dan Tari mengangguk mengerti , mungkin karena ingin memberikan kenyamanan , jadi walaupun baru sampai di negara lain , berasa seperti dirumah sendiri.
Narendra Tari memasuki Vila di ikuti 3 pelayan mereka , Sementara itu Brodi kembali ke markasnya karena di Vila tersebut sudah banyak anak buahnya yang dia tinggal.
" Benar - benar sangat mirip " Ucap Narendra saat memasuki Vila.
" lihat pih , kamarnya juga sama , sepertinya kalau begini aku akan betah disini " ucap Tari bersemangat.
Narendra mengangguk setuju, karena Vila tersebut sangat mirip, dengan Vila yang berada di Loria, mereka tidak perlu beradaptasi dengan rumah baru mereka.
***
" Brodi , bagaimana menurutmu tentang Tuan Narendra ?" tanya Vincen penasaran.
Brodi mengerutkan keningnya " Apa maksudmu bertanya seperti itu Vincen ?" ucap Brodi ketus.
Eliot buru - buru bicara ,agar tidak terjadi kesalah pahaman " Maksud Tuan Vincen apakah Tuan Narendra dan keluarganya nyaman ditempat barunya ?" ucap Eliot sopan.
Brodi menghela napas " kamu tidak perlu menutupinya Eliot , aku sangat tahu dengan watak Bosmu itu !,.Jika kamu ingin tahu tentang Tuan Narendra Vincen ?, aku akan memberi tahu kamu "
Brodi diam sebentar kemudian melanjutkan " Tuan Narendra sama seperti Tuan Naraya jika masalah berbicara , mungkin perbedaan mereka ada pandangan dan sikap mereka "
Vincen mengerutkan keningnya " Maksud kamu lebih baik atau ...?"
Brodi menghela napas lagi " kamu akan segera tahu , tapi yang pasti aku akan mengikutinya layaknya mengikuti Tuan Naraya !" ucap Brodi yakin.
Melihat tekad Brodi di sorot matanya , Vincen menyeringai " Hoohhh... Jika kamu seperti itu, apa mungkin dia terlihat spesial dimatamu Brodi ?"
__ADS_1
Brodi menggendikan bahunya " entahlah..."
Vincen mengangguk mengerti, yang dia perlukan sekarang adalah menemui Narendra secara langsung ,agar dia bisa mengambil sikap dengan jelas padanya.
Sementara itu di sebuah perusahaan yang berada dikota bagian Zelris , Seorang Tiran kota sedang mengobrol dengan asistennya.
" Luke !, aku dengar ada orang dari Zolria yang akan mendirikan perusahaan di Zelris kita ?" tanya Tiran tersebut.
" Benar Tuan, dia adalah Narendra Aditya ,merupakan orang Nomor satu di Zolria setelah kematian Naraya Aditia !" jawab Luke memberi penjelasan.
Tiran tersenyum " jadi dia masih bocah kemarin sore maksudmu ?, Kalau begitu beri dia sedikit kejutan , aku mau lihat bagaimana kemampuannya !"
" Dimengerti Tuan !" Luke langsung pamit undur diri.
Pada dasarnya semua pengusaha sama saja , jika mereka menemukan pesaing baru ,maka mereka akan langsung menyerang ,tapi secara halus.
Jika dalam serangan tersebut berhasil, mereka akan cenderung menekan lebih lagi, tapi jika serangan mereka gagal ,mereka pasti akan mulai mendekati pendatang baru tersebut.
Karena jika pendatang baru bisa menggagalkan serangan pebisnis lama ,berarti dia memiliki kemampuan untuk menekan pebisnis lama.
Jadi pebisnis lama cenderung akan mulai berteman dengan pendatang baru yang notabenya sudah mengalahkan dia.
Begitupun Narendra ,karena dia baru pertama kali turun sendiri untuk mengelola perusahaan, jadi masih banyak orang yang mengincarnya.
Entah itu yang memiliki kedudukan tinggi atau rendah , pasalnya mereka sama saja mau jadi kawan atau lawan setelah melihat pergerakan Narendra nantinya.
Tapi Narendra tidak memikirkan hal tersebut , karena dia yakin dengan pemikirannya dan bantuan para anak buahnya ,dia bisa menjadi yang terbaik dimanapun dia berada .
.
.
.
__ADS_1