Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 30


__ADS_3

setelah pembicaraan kemarin, Tari seolah menjadi Wanita yang paling bahagia di dunia ini, dia memiliki Narendra yang Tampan, Baik ,setia dan Kaya .


untuk itu Tari bertekad ingin memperbaiki penampilannya agar Narendra tidak bosan dengannya.


Tari mengikuti Kelas Senam Erobic ,ngegym hingga Yoga, dia melakukan Hal tersebut untuk memperindah tubuhnya yang semakin Gemuk Karena dia sehari - hari tidak bekerja , dia ingin menghilangkan lemak - lemak yang ada di tubuhnya agar dia terlihat menawan seperti dulu lagi.


sementara Narendra masih sibuk dengan kuliahnya, walaupun Ayu dan Silvia terus menggodanya, Narendra tidak Menggubrisnya sama sekali.


Narendra hanya memperlakukan Ayu seperti Adiknya, untuk Silvia, dia tidak terlalu memikirkannya , walaupun terkadang Silvia kelewat batas saat menggodanya , Narendra selalu bisa menghindarinya.


Narendra pulang dari Universitas, saat dia melihat Anak sulungnya , dia menghampirinya " Lagi ngapain sayang ?" tanya Narendra pada Winda sambil mengusap puncak kepalanya.


" Ngerjain PR yah " Ucap Winda singkat, karena diasedang sibuk menghitung PR matematikannya.


Narendra celingukan mencari Istrinya, dia kemudian bertanya pada pengasuh Winda " Nyonya Mana Lu ?"


" Nyonya tadi Pergi Tuan " jawab lulu yang sambil mengajari Winda.


" Pergi kemana ?" Tanya Narendra penasaran.


Lulu menggeleng " Saya tidak tahu Tuan "


Narendra mengangguk , dia kemudian berbicara pada anaknya " Sayang Ayah ke kamar yah ?"


Winda mendongak " Iya yah "


Narendra mengecup kening Anaknya dan melangkah pergi ke kamarnya, Narendra melemparkan tasnya di ranjang dan merebahkan diri tanpa ganti baju terlebih dahulu.


Stelah beberapa saat dia terlelap Karena kecapean setelah seharian penuh terus belajar.


Narendra terbangun saat ada Tari membangunkannya " pih.. bangun yuk, kita makan malam dulu "


" emmm... " Narendra langsung duduk mengucek matanya dan melihat jam yang menunjukan sudah pukul 8 malam.


" Mamih habis kemana seharian ini ?" Narendra bertanya menyelidik.

__ADS_1


Tari tersenyum " Mandi dulu, Terus makan malam , nanti mamih ceritain semuanya "


Narendra mengerutkan keningnya, tapi saat dia akan bicara lagi, Tari mengecup bibirnya " Mandi dulu pih " Tari menarik suaminya dari ranjang.


Narendra yang sudah penasaran dengan jawaban Tari ,terpaksa harus menunda keingin tahuannya. dia bergegas ke kamar Mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Tari turun ke Bawah untuk bergabung dengan Naraya dan Anaknya yang sudah menunggu untuk makan Malam.


" Mana Narendra Tari ?" Tanya Naraya pada Tari.


Tari dufuk dan menjawab " Sedang mandi kek, bentar lagi juga turun "


Naraya mengangguk, dia tidak bertanya apa - apa lagi, Tari mengambilkan Nasi dan lauk untuk Naraya dan Anaknya.


Melihat wajah Tari yang berseri - seri setiap hari , Naraya jadi penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi dengan cucu menantunya tersebut.


Tapi Naraya tidak menanyakannya, karena bagi dia ,melihat keluarga Narendra bahagia saja itu sudah cukup Untuknya.


beberapa saat kemudian Narendra turun dari kamarnya dan bergabung dengan mereka.


tidak ada beban lagi yang menyelimuti keluarga Narendra, Yang ada sekarang hanya bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan keharmonisan tersebut.


dua jam setelah mereka makan Malam, Tari dan Narendra ada di kamarnya.


Narendra memeluk Tari dari belakang yang sedang Melihat Riasannya di Cermin Riasnya " Kamu sudah cantik kok, walaupun tanpa Riasan " Bisik Narendra Mesra.


Tari Menatap suaminya dari kaca sambil tersenyum " biar mamih makin Cantik, jadi papih tidak tergoda dengan Wanita lain di luar sana " Tari memegang Leher Suaminya.


Narendra Langsung menyambar Bibir Tari , Tari pun tidak menolaknya, dia malah senang karena walau sudah punya dua orang anak ,suaminya masih menginginkan lagi dan Lagi.


Setelah beberapa menit melakukan pagutan, mereka menyudahinya dan berganti ke ranjang.


Tubuh Tari yang sekarang sudah terlihat putih Bersih, membuat Narendra semakin bersemangat saat dia melepas pakaian istrinya.


Tari sekarang sudah tidak tertupi sehelai benangpun, di berbaring di ranjang menunggu Adegan selanjutnya yang akan di lakukan Suaminya.

__ADS_1


Narendra menikmati setiap inci Tubuh istrinya, Tari yang sudah tidak tahan berkata " Pih ... Pusakamu " ucap Tari Mesra.


Tari membuka tempet goanya di sembunyikan, Narendra langsung menghujamkan pusakanya, dia memompa pusakanya di goa Tari dengan perlahan agar sama - sama mendapat nikmatnya surga Dunia.


Mereka bergelut hingga beberapa Ronde, Tari sampai Lemas tidak berdaya menghadapi suaminya yang tiba - tiba sangat perkasa.


Tapi Tari tidak menghentikan Suaminya walau dia sudah terengah - engah bermandikan peluh.


Tari Pasrah, dia menuruti semua kemauan Suaminya agar dia Puas.


Hingga setelah beberapa jam pergelutan mereka menyudahinya.


Tari menyenderkan kepalanya di bahu suaminya yang sedang bersender di ranjang.


" Makasih sayang " ucap Narendra sambil mengecup puncak kepala Istrinya.


Tari mendongak sambil tersenyum " asal papih senang, Mamih juga senang " ucap Tari Mesra.


Narendra membelai Rambut istrinya dengan penuh kasih " mih.. akhir - akhir ini kamu selalu pulang Sore , mamih kemana saja ?"


" Menurut papih ?" Tari malah balik bertanya.


" udah main rahasia - rahasian nih ceritanya " Narendra memencet hidung tari.


" Enggak Sayang..., Mamih mengikuti perawatan tubuh, daripada mamih bengong di rumah, lagi pula ini juga demi papih juga kan " Tari memainkan jarinya di perut Narendra.


Narendra tersenyum, dia kemudian menggoda Tari " Pantas saja sekarang kamu nambah Cantik dan menggigit "


Tari mendongakan kepalanya Lagi " ih..papih ..apaan sih ?, tapi papih senang kan ?"


Narendra mengangguk, dia mengecup Bibir istrinya .


Narendra tidak menyangka jika Tari akan berinisiatif untuk melakukan hal tersebut, untung saja dia tidak langsung curiga dan membicarakannya baik - baik, jadi tidak ada salah paham di antara mereka.


Memang begitulah seharusnya rumah tangga, jika kalian yang sudah berumah tangga, Kalau ada masalah bisa bicarakan baik - baik dulu ,jangan langsung mengambil kesimpulan tanpa adanya bukti.

__ADS_1


salah satu waktu yang tepat untuk membicarakan masalah , ya saat setelah melakukan hubungan intim, pasalnya setelah kita melakukan hal tersebut, kita akan merasa Rilex, suasana Hati kalian berdua juga tentu sedang bagus, jadi gunakanlah moment tersebut untuk membicarakan masalah keluarga baik - baik.


__ADS_2