
Sayangnya Vincen benar - benar sudah membersihkan seluruh area sekitar penculikan hingga tidak ada celah sedikitpun.
Yang ada hanya teman Aulia sebagai Saksi, tapi teman Aulia juga jelas tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, karena kejadian yang menimpa mereka sangatlah mendadak.
Luke tifak tahu harus mencari informasi dimana lagi, dia hanya bisa pasrah jika Ludwil akan memarahinya habis - habisan.
Sementara itu, Aulia yang disekap sudah sadar, Vincen juga sudah melepaskan ikatan Aulia, karena dia hanya ingin membuat cemas Ludwil.
Sebenarnya Vincen tidak berniat sama sekali menyakiti Aulia secara Fisik, karena dia hanya ingin melukai Ludwil bukan Aulia.
" Makanan buatmu !, jangan sampai kamu mati kelaparan disini !" ucap Vincen ketus.
Aulia meraung, saat Vincen akan pergi " Siapa kamu !?, Berani sekali kamu menculikku !"
Vincen membalikan badannya, dia menyeringai " kamu akan segera tahu siapa aku, kita lihat apakah ayahmu sehebat desas - desus yang aku dengar "
Aulia sontak saja kaget, dia kemudian bertanya " Apa sebenarnya yang kamu inginkan ?!, kalau kamu mau uang, Ayahku pasti akan memberikannya untukmu !" ucap Aulia tegas.
" Hahahaha... Uang ? " Vincen mendekati Aulia, dia meremas dagu Aulia.
" Dengarkan baik - baik Aulia Zain, Ayahmu hanya badut buat Tuanku !, karena dia berani menyinggung Tuanku, jangan harap keluarga kalian akan lolos dari cengkraman kami !, Karena kami tidak akan puas jika keluarga kalian jatuh - sejatuh, jatuhnya !" ucap Vincen Sinis sambil mendorng wajah Aulia.
Aulia jatuh terduduk diranjang yang sudah tidak empuk, pasalnya ranjang tersebut sudah tahunan tidak diganti.
Aulia merasakan tubuhnya begidik ngeri, pasalnya dia merasa jika Ayahnya telah menyinggung orang yang salah.
__ADS_1
Vincen keluar dari tempat tersebut dan menguncinya, dia menyuruh anak buahnya agar tetap waspada menjaga Aulia.
Vinven menemui Brodi untuk mengatur rencana selanjutnya, karena dengan bantuan Brodi, Vincen yakin rencananya akan berjalan lancar.
" Cepat katakan apa rencanamu Vincen, jika kita tidak cepat bertindak, para pembunuh bayaran akan terus memburu Tuan Narendra !" ucap Brodi dingin.
Vincen menghela napas " Iya, iya, aku tahu itu..., Aku sedang meminta 100% saham Zain Corp., tapi aku yakin pasti Ludwil akan berusaha mengulur Waktu untuk mencari tahu lokasi anaknya, jadi lebih baik kita yang akan keluar langsung, biarkan Ludwil memilih, dia ingin berperang sampai mati atau dia ingin menjalani kehidupan baru !"
Brodi mengerutkan keningnya " apa kamu tahu resikonya jika kita muncul Vincen, semua Milter Zelris berpihak pada Ludwil !" Brodi tidak setuju dengan usulan Vincen.
Tapi Vincen malah tersenyum " Benarkah seperti itu, Lihat ini Brodi ..." Vincen menyerahkan sebuah ponsel yang menunjukan seseorang sedang di lantik menjadi Komandan Militer Zelris.
Brodi menghela napas " jadi kamu mau memanfaatkan aku Vincen ?"
Vincen menggendikan bahu " Entahlah... Tapi ini semua demi Tuan Narendra, bukankah kamu sendiri yang bilang padaku jika kamu akan melakukan apapun untuknya ?, kurasa ini sepadan Brodi !" ucap Vincen sambil tersenyum.
Vincen hanya menyeringai, karena baginya keluarga Zain sekarang sudah menjadi mayat hidup, dia tidak berniat mengampuni Ludwil Zain.
Vincen sudah bertekad dalam hatinya jika dia akan melakukan apapun untuk Narendra, untuk itulah dia melakukan segala cara untuk menyelesaikan Krisis tersebut.
Malam harinya pembunuh bayaran datang lagi, tapi karena kali ini Vincen ada ditempat tersebut, para pembunuh bayaran bisa di singkirkan dengan mudah.
Brodi dan anak buahnya tidak perlu bekerja keras seperti kemarin malam.
Sementara ditempat Ludwil, dia tidak bisa tidur, tapi dia tiba - tiba teringat sesuatu " apakah penculikan Aulia ada hubungannya dwngan Narendra ?, benar... Aku rasa ini ada hubungannya !, Sial...!, ternyata dia lebih licik dariku !" Ludwil bermonolog sendiri.
__ADS_1
Setelah punya pikiran seperti itu, Ludwil langsung menghubungi Luke, dia memberitahu jika ada kemungkinan Aulia disekap oleh Narendra.
Tentu saja Luke terkejut, pasalnya dia tidak pernah berpikir kesana sedikitpun, karena jika ucapan informannya tentang Brodi benar, Brodi tidak mungkin melakukan hal tersebut.
" Astaga !, apakah bukan cuma Brodi yang membantu Narendra ?, tapi siapa lagi yang mempunyai kemampuan seperti itu ?!" Luke berpikir keras dikamarnya.
Dia kemudian mencari informasi dar berbagai sumberdaya yang dia miliki, Luke tidak tidur semalaman untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang bekerja sama dengan Brodi.
Luke sampai membayar situs web rahhasia militer yang tidak diketahui, dia membayar jutaan dolar hanya untuk sebuah informasi.
Dan akhirnya Luke menemui sebuah titik terang saat sudah jam 5 pagi , data tentang Brodi yang menjadi bawahan Naraya Aditya dan oartnernya juga tertera disitu.
Luke tercengang saat membaca data tersebut " Sial !, ini benar - benar gila !, bagaimana mungkin orang dari Zolria bisa menundukan dua monster sekaligus ?, Sebenarnya apa yang telah terjadi ?"
Luke sangat khawatir setelah melihat semua data Rahasia tersebut, dia malah sudah goyah untuk bekerja dengan Ludwil.
Dipikiran Luke sekarang ingin pergi sejauh - jauhnya agar tidak terlibat dengan masalah Ludwil, karena Luke yakin jikapun Ludwil dibantu pemerintah sekalipun dia akan kalah telak.
Luke orang yang cerdas, hanya mendapatkan informasi yang terbatas saja, dia sudah dapat menggabungkan informasi - informasi selanjutnya.
" Aku harus bilang pada Tuan Ludwil, lebih baik dia menyerah, karena komandan Zelris sekarang dipimpin langsung oleh bawahan setia Brodi !, ya.. Aku harus mengatakannya pada Tuan Ludwil !" ucap Luke bergegas menemui Ludwil.
.
.
__ADS_1
.