
anak buah Vinven membawa Aulia keruang bawah tanah tempat penyekapan sandera, bukan ruang yang ditempati Narendra dan keluarganya.
Ruang penyekapan berada di belakang Vila, sementara ruangan Keluarga Narendra berada didalam Vila.
Sementara itu Vincen menemui Narendra yang sedang duduk santai di ruang Keluarga.
" Tuan Narendra " Vincen memberikan salam.
Narendra langsung menoleh kearah suara, saat dia melihat Vincen Narendra buka suara " Ada apa ?, duduklah .."
Vinven mengangguk, dia kemudian duduk diseberang Narendra " Tuan... saya ingin memberikan informasi penting " Ucap Vincen bersemangat.
Narendra mengerutkan keningnya " Informasi penting ?" beo Narendra.
Vincen mengangguk " Saya sudah tahu siapa yang menyuruh pembunuh bayaran untuk mengincar keluarga anda " ucap Vincen datar.
" Benarkah ?, siapa orangnya ?" Tanya Narendra penasaran.
Vincen yang notabenya tidak ingin menyembunyikan apapun dari Narendra, tentu saja dia langsung memberiitahu Narendra.
" Ludwil Zain, orang nomor satu di Provinsi Zelris, dia juga disebut sebagai tiran kota, karena dia selalu menindas pebisnis yang baru muncul di Zelris !" jawab Vincen yakin.
Narendra menghela napas, ternyata dibelahan Bumi manapun pasti akan ada orang yang seperti Ludwil, Narendra yang awalnya hanya ingin membuka bisnis secara sehat di Zelris, malah terjerat dengan keangkuhan Ludwil.
" Jadi ... apa yang akan kamu lakukan Vincen ?" tanya Narendra tanpa basa - basi.
Vincen tersenyum " Tuan tenang saja, saya sudah menculik anaknya, saya ingin bermain - main dengan Ludwil sebentar " Seringai iblis terlihat diwajah Vincen.
Narendra yang melihat itu sedikit begidik ngeri, pasalnya Narendra tahu jika Vincen memiliki kelainan jika memberi pelajaran pada musuhnya.
Narendra menghela napas " Jangan bermain - main Vincen !, selesaikan masalah ini secepatnya, aku tidak ingin keluargaku terkena teror terus !" ucap Narendra tegas.
" Dimengerti Tuan !" Vinven beranjak dari tempat duduknya dan pamit undur diri.
Tari yang baru turun dari atas, melihat Vincen pergi bertanya " Tadi siapa pih...?"
__ADS_1
Narendra menoleh kearah istrinya " Vincen mih, dia memberi beberapa informasi " Jawab Narendra jujur.
Tari mengangguk mengerti, dia tidak banyak bertanya, hanya duduk disamping Narendra dan ngobrol biasa.
Sementara itu Vincen pergi keruang penyekapan, dia melihat dua anak buahnya yang sedang berjaga " buka pintunya !"
" Baik Bos !" Pintu ruangan tersebut dibuka, terlihat Aulia yang tangan dan kakinya di ikat diranjang, mulutnya di sumpal kain.
Vincen menyeringai , dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ludwil, tak perlu banyak waktu untuk Ludwil mengangkat telepon Vincen.
Ludwil yang belum tahu jika anaknya di Culik, dia menanggapi panggilan tersebut biasa saja " Halo.. "
" Halo.. Ludwil Zain... " Ucap Vincen santai.
Ludwil mengerutkan keningnya " Siapa kamu !!?" ucap Ludwil ketus.
" Hoi, hoi... tidak perlu marah - marah seperti itu, mari kita bernegosiasi, Aktifkan Video Call Ludwil !"
Ludwil mengerutkan keningnya, tapi dia menurut , Ludwil terkejut Saat Vincen memperlihatkan Aulia yang sedang tidak sadarkan diri sambil diikat diranjang.
Ludwil berdiri sambil meraung " Brengsek !!, apa yang kamu lakukan dengan anakku !!?"
Ludwil Meraung marah " Bajingan !!, akan kubunuh kau jika kamu berani menyentuh putriku !!!"
" Hahaha.... benarkah ?, tapi sayangnya aku sudah menyentuh putrimu !" terlihat Vincen sudah membuka semua kancingkemeja Aulia, hingga penutup gunung kembar Aulia yang berwarna Putih terlihat.
" Tu...tunggu dulu, apa yang kamu inginkan ?, tolong jagan apa - apakan putriku, aku akan memberimu apapun !" Ludwil mencoba membuang egonya.
Vincen Menyeringai " Benarkah ?, Bagaimana kalau 100% saham Zain Corp.?"
" Lancang !!, itu mustahil Brengsek !!!" Ludwil meraung tidak setuju.
" Kalau begitu ....." Vincen menunjukan tangannya yang memegang Gunung kembar milik Aulia.
Ludwil berkeringat dingin saat melihat hal tersebut, dia yang biasanya menekan orang lain, kini dia merasakan apa yang dia lakukan pada orang Lain.
__ADS_1
" Bagaimana , Ah... aku rasa libidoku mulai naik " Vincen Memainkan gunung kembar Ludwil.
Ludwil ambruk di kursinya " Baik, Baik, aku setuju, tapi lepaskan anakku dulu !"
" Apakah kamu pikir aku bodoh Ludwil ?, Aku tunggu berkas penyerahan dokumen yang sah, jika kamu berani bertindak bodoh, maka aku pastikan anakmu akan kubuat jadi pelacur anak buahku !" Vincen mematikan ponselnya.
" Sial !, Aku benar - benar terangsang, Wanita ini memang sangat cantik !" Vincen menggelengkan kepalanya dan langsung meninggalkan tempat tersebut, karena dia takut tidak bisa mengontrol napsunya.
Vincen menghela napas lega setelah pergi dari tempat tersebut, Vincen biasanya menyiksa orang bukan mempermainkan wanita, tentu saja dia yang notabenya masih pria normal akan tertarik saat melihat keindahan tubuh wanita, apalagi Aulia termasuk wanita yang cantik.
Anak buah Vincen yang melihat Bosnya bertingkah aneh saling menatap, karena dia beluam pernah melihat Bosnya seperti itu.
Ditempat Ludwil , dia mengamuk menghancurkan apapun yang ada didepannya.
" Bajingan !!, Brengsek !!!"
" Argggghhhhh , Sial !!!"
Luke yang mendengar Ludwil berteriak diruangannya, dia bergegas masuk karena takut Bosnya kenapa - napa.
" Tuan Zain ada apa ?" Tanya Luke sopan.
Wajah Ludwil menggelap " Ada apa ?,kamu bilang ada apa ?!, anakku di culik dan kalian tidak tahu !, aku sudah membayar mahal kalian tapi apa yang kalian lakukan !!?" Ludwil meraung seperti orang gila.
" No..na Aulia di culik ?" Luke bertanya seperti orang bodoh.
Ludwil menghampiri Luke dan mencengkram kerah bajunya " Kamu masih bertanya !!!?, kamu pikir aku main - main hah !!!?, Cepat lakukan sesuatu Bodoh !!" Ludwil mendorong Luke sampai jatuh terduduk.
" Ba..Ba..ik Tuan Zain !" Luke langsung berlari ketakutan.
Luke langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari Aulia, dia benar - benar di buat frustasi oleh kejadian yang mendadak tersebut, pasalnya mereka tidak menyangka jika akan ada yang berani menculik Aulia di daerah kekuasaan Ludwil sendiri.
.
.
__ADS_1
.
.