
Narendra yang kurang lebih sudah tahu tentang Bisnis, dia Mulai mencoba mengecek Berkas - Berkas pengeluaran dan pemasukan Perusahaannya.
Walaupun itu Berkas lama, tapi Niat Narendra memang untuk mempelajari berkas tersebut.
Tari yang melihat suaminya sangat Serius menatap Berkas - berkas tersebut selam Berjam - jam ,dia menegurnya " pih.. istirahat dulu yuk, nanti di sambung lagi " Ucap Tari sambil tersenyum.
Narendra menoleh Ke arah Istrinya " Bentar lagi mih " jawab Narendra singkat.
" Pih.. belajar Boleh, Tapi papih juga harus ingat waktu, lihat sudah jam berapa sekarang !" Tari menunjuk jam dinding.
Narendra Mendongak ke arah jam " Sudah jam 6 saja, Ya udah papih beresin ini dulu yah ?"
Tari mengangguk, Narendra langsung membereskan berkas - berkas yang dia baca barusan, setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya dan bergegas Ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di rumah Ayu.. dia sedang berbaring di kamarnya sambil Menatap foto Narendra yang dulu tampil di kafenya.
Matanya berkaca - kaca " Narendra , apa kamu masih mengingatku ?" Ayu Bermonolog.
Dia memandangi Foto tersebut sambil mengusap - usapnya.
Ayu membayangkan waktu pertama kali dia bertemu Narendra, entah kenapa dia bisa langsung jatuh Cinta padanya.
dia juga teringat saat Narendra menyanyikan sebuah lagu untuknya, Ayu semakin terlarut dalam Angannya, perasaannya terhadap Narendra masih terpatri jelas dalam lubuk Hatinya.
Walaupun dia sadar ,jika jarak antara mereka begitu jauh, tapi dia tidak bisa membohongi perasaanya jika dia masih mencintai Narendra.
" Aku tidak bisa seperti Ini , aku harus Move On !" Ayu mencoba meneguhkan pendiriannya.
Ke esokan Harinya Narendra seperti biasa datang ke perpus, pasalnya Narendra selalu ke perpustakaan saat Masih pagi , karena dia paling suka jika belajar sendirian.
Saat Narendra sedang membaca Buku " Rajin Amat , jam segini sudah di perpus ?" Ucap seorang Wanita sambil tersenyum.
Narendra Menjawab tanpa Melihat ke arah Suara " Iya nih " ucap Narendra datar.
Wanita tersebut bertanya lagi " Kamu Narendra kan ?"
__ADS_1
Kali ini Narendra berhenti membaca , dan mendongak menatap Orang yang mengajaknya bicara.
Narendra terkejut saat Melihat Wanita Seumurannya ada di depannya " Kamu siapa yah ?" Narendra malah Balik bertanya.
" Silvia Dosen di Universitas ini " Dia mengulurkan Tangan Sambil tersenyum.
Narendra menjabat uluran tangan tersebut " Ah.. maaf Bu Dosen , saya tidak mengenali anda "
" Jangan terlalu Formal , Kita masih seumuran " Dosen Berkata dengan Santai.
Narendra tersenyum, kemudian melanjutkan membaca lagi, dia tidak menghiraukan jika yang di depannya adalah Dosen.
Silvia menatap Narendra dengan senyum Manisnya, dia tidak beranjak dari tempat tersebut walau di abaikan oleh Narendra.
Narendra juga berpikir jika Silvia sudah meninggalkannya sendiri, pasalnya dia tidak mendengar suara Silvia lagi.
tapi saat dia menutup buku, dia terlonjak kaget saat melihat Silvia masih ada di depannya, Narendra sampai jatuh dari tempat duduknya.
" Kedebug !"" Suara pantat Narendra menyentuh Lantai.
" Kamu tidak apa - apa ?" Silvia mengulurkan tangannya sambil membungkuk.
Narendra mendongak , Diabmenelan Ludah saat Melihat belahan gunung kembar Jumbo milik Silvia, dia tertegun saat menatapnya.
" Narendra kamu tidak apa - apa ?" Silvia menegur Narendra yang terbengong.
" ah..aku tidak apa - apa " Narendra menerima uluran tangan Silvia.
Narendra kemudian menatap Silvia dari ujung Kaki sampai ujung Rambut, Diakembali menelan ludahnya, Bodi Aduhai, gunung kembar Jumbo , Wajahnya yang oriental ,membuat Silvia seolah menjadi Wanita Perfeck di mata Narendra.
Silvia menyibak Rambutnya ke telinga, dia tersipu Malu saat Narendra menatapnya seperti itu " Apakah ada yang salah dengan penampilanku Narendra ?"
" Eh..eh..eh..em..anu .." Narendra menggaruk elakang telinganya yang tidak gatal karena kikuk.
Silvia terkikik " Hihihi.. kamu sangat Lucu Narendra, Ngomong - ngomong hari ini aku yang menjadi pembimbing kamu "
__ADS_1
" Hah !!??" Narendra sontak saja kaget, pasalnya dia selalu di bimbing Oleh Rektor, Kalau tidak ya Dosen botak Tua.
Narendra tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan senangnya, Karena dia akan di bimbing oleh Wanita Hootc.
Mungkin kali ini dia akan bersemangat belajarnya, Walaupun dia sudah punya istri tapi semua lelaki pasti sama saat melihat yang lebih indah tentu akan meliriknya.
Apalagi kaum jomblo , Jika mereka melihat Silvia mungkin Mulut Mereka akan menganga dan Meneteskan air liurnya.
Itulah Naluri alami Buat Lelaki, walaupun di antara mereka ada yang sangat setia pada pasangannya, tapi pasti mereka juga akan melirik Wanita lain yang lebih cantik dari pasangannya walau sekilas.
Narendra Menggelengkan kepalanya " Bukankah hari ini Jadwal Pak Ruli yang akan membimbingku ?" tanya Narendra polos.
Silvia tersenyum " Ayah ada urusan mendadak !"
" Ayah ?, Kamu anak Pak Ruli ?" Ucap Narendra sedikit terkejut.
Silvia mengangguk " Yup Benar , Jadi .. apa kita bisa mulai sekarang ?" Silvia menyilangkan tangannya di depan Dada.
Narendra menghela Napas " Baiklah "
Narendra dan Silvia kemudian Meninggalkan perpus, menuju Tempat Narendra biasa Mendapat Bimbingan Belajar.
Alasan mengapa Narendra Belajar di Universitas , Karena Ruli tidak bisa meninggalkan Universitas sembarangan.
Awalnya Naraya menginginkan agar Narendra di bimbing di rumah, Tapi Ruli tidak menyanggupinya.
Karena menurutnya akan butuh banyak Waktu Untuk Bolak - balik dari Universitas Ke Kediaman Naraya.
untuk Itu Mereka mengambil Jalan Tengah agar Narendra pergi Ke Universitas , jadi Saat Ruli tidak bisa membimbingnya akan Ada Orang Lain yang menggantikannya.
Narendra Sudah Mulai di bimbing oleh Silvia, Tapi pikiran Narendra malah tidak Fokus, dia selalu mencuri pandang pada Silvia.
Yang Awalnya dia akan bersemangat saat di bimbing Silvia, sekarang dia merasa gelisah karena tidak bisa fokus pada Materi yang di berikan Silvia.
Narendra menghela Napas , dia menyenderkan tubuhnya pada Kursi dan menatap langit - langit " ingat Narendra kamu sudah memiliki Tari !" gumam Narendra dalam Hati.
__ADS_1