
Ke esokan harinya , Narendra bangun dari tempat tidurnya , dia terkejut saat melihat Tari sudah bisa berjalan menghampirinya.
Narendra mengucek matanya , dia mengira sedang bermimpi , Tapi Tari malah menghampirinya dan tersenyum " Pagi pih..."
" Pagi juga mih .." Melihat Tari yang sudah bisa berjalan walaupun masih sedikit pincang , Narendra sedikit melupakan kematian Naraya.
" papih mau mandi dulu atau sarapan dulu ?" Tanya Tari lembut.
Narendra bangkit dari ranjangnya " Mandi dulu mih.." Narendra berlalu masuk dalam kamar mandi.
Sementara Tari pergi turun kebawah menggunakan tongkat penyangga , pasalnya kalau naik turun dia belum kuat, jadi dia menggunakan tongkat penyangga.
Tari menyuruh Bi Edah agar menyajikan makanan , Karena Tari tidak mau Narendra berubah pikiran lagi.
Tari sedang menyiapkan makanan dengan Bi Edah , Narendra menghampiri mereka setelah selesai membersihkan diri.
Tari tersenyum saat melihat Narendra " Duduk pih .."
Narendra mengangguk , Tari menyendokkan Nasi dan lauk untuk Narendra , dia melayani Narendra dengan sangat perhatian.
Setelah selesai makan , Narendra pamit pada Tari " Mih.. aku pergi sebentar yah "
" Mau kemana pih ?" tanya Tari lembut.
" Ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan " Narendra berlalu tanpa menunggu oersetujuan dari Tari.
Tari hanya bisa menghela napas , pasalnya dia tahu jika Narendra akan menemui Roger dan Felix yang di sekap di ruang bawah tanah.
Tari tidak menghentikan Narendra , karena menurutnya lebih baik Narendra menyelesaikan masalahnya dari pada dia terus menerus memendam kebencian pada Mereka.
***
Di luar Vila , Bandi yang sedang mengelap Mobil sambil menyanyi riang gembira , dia tidak melihat Narendra yang sudah berada di belakangnya.
Bandi dengan lantangnya menyanyikan Lagu Scorpion ,yang merupakan lagu favoritnya dengan lantang.
__ADS_1
' Ehem ! ' Narendra berdehem mengagetkan Bandi yang sedang asyik bernyanyi.
Sontak saja Bandi langsung menoleh kebelakang , saat dia melihat Narendra Bandi terlihat malu - malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Eh.. Tuan Narendra " Ucap Bandi sambil tersenyum kecut.
Narendra menggelengkan kepalanya " Kamu ini..., temani aku ke mereka "
" Baik Tuan !" Bandi menaruh lap mobil dan mengantar Narendra ke ruang penyekapan.
Tak berselang lama , Narendra dan Bandi sampai di tempat penyekapan Roger dan Felix , terlihat Jony dan anak buahnya yang sedang memainkan Poker untuk melepas penat mereka karena di dalam ruangan terus.
' ehem ! ' Bandi berdehem , Jony dan anak buahnya langsung menoleh kearah suara , saat mereka melihat Narendra dan Bandi , Jony dan anak buahnya langsung panik.
Mereka menghampiri Narendra dan membungkuk hormat " Maaf Tuan Narendra , kami tidak melihat anda " Ucap Jony gugup.
Narendra tersenyum " Tudak usah panik begitu " Narendra menepuk bahu Jony.
Jony tersenyum kecut, Narendra kemudian menyuruh Jony membuka ruangan tempat penyekapan Roger dan Felix.
Wajah Roger dan Felix juga terlihat memucat , Karena sudah beberapa hari Mereka tidak di beri makan.
Jony menyiram Roger dan Felix dengan Air se ember " Byuuurrr !!"
Roger dan Felix terbangun , Mereka hanya melirik Narendra lemah " Buka sumpal mulut mereka !" perintah Narendra pada Jony.
Jony langsung membuka sumpal mulut Roger dan Felix , Felix langsung menangis , dengan suara lemah dia memohon " Cepat bunuh aku , aku lebih baik mati , aku mohon Tuan Aditya " suara Felix lemah .
Jika orang lain di perlakukan seperti Roger dan Felix mereka juga akan lebih memilih mati, dari pada di siksa hidup - hidup seperti itu.
Narendra mengambil Kursi dan duduk di depan mereka berdua dengan tatapan tajam " Seharusnya kalian bersukur masih aku biarkan hidup " Narendra berkata dengan datar.
Felix menggelengkan kepalanya " Aku mohon Bunuh saja aku , aku sudah tidak kuat lagi " Felix masih menitihkan air matanya.
Sementara Roger hanya menatap Narendra dengan tajam , dia seolah tidak terima karena di perlakukan seperti itu oleh Narendra.
__ADS_1
Narendra yang melihat tatapan Roger , dia berdiri dan langsung memukul perutnya " Buukkk !!"
" Urgghhhh !" Riger mau meringkuk tapi tidak bisa.
Narendra berkata dengan Sinis " Tatapan Kotormu membuat aku merasa muak Roger !!" Narendra menjambak rambut Roger.
" Lihat kamu yang sekarang , kamu hanyalah sampah bagiku !!" Narendra mengibaskan kepala Roger dan kembali duduk.
" Bandi berikan pistol kamu !" ucap Narendra tegas.
Bandi menghampiri Narendra dan memberikan pistolnya , Tanpa Basa - basi dia menembak kepala Felix " Dor !!"
Bukannya bersedih raut wajah Felix malah tersenyum bahagia , Felix menghembuskan napas terakhirnya.
Setelah itu Narendra bangkit " Buang mayatnya , untuk dia biarkan dia mati dengan sendirinya di sana !" Narendra melangkah keluar dari tempat tersebut.
" Baik Tuan !" Jawab Jony tegas.
Roger tidak percaya jika Narendra akan sangat kejam , Roger mengira jika Narendra akan langsung membunuhnya , tapi siapa yang tahu jika Narendra hanya membunuh Felix dan Membiarkan dia bergelantungan di tempat tersebut sampai mati.
Roger mulai merasakan penyesalan , pasalnya jika Narendra adalah Naraya pasti dia akan langsung membunuhnya tidak menyiksanya terlebih dahulu.
Roger begidik ngeri , ternyata dia telah membangunkan Monster yang lebih kejam dari pada Naraya.
Bandi menyerahkan Sapu tangannya pada Narendra , tapi Narendra malah bertanya " Untuk apa ?"
" eh... tapi Tuan Naraya selalu meminta saputangan jika dia sehabis membersihkan masalahnya " Bandi langsung menutup mulutnya, dia lupa jika orang di depannya bulan Naraya.
" Aku bukan kakek, tapi mungkin aku akan lebih kejam dari kakek , Bandi siapkan Mobil , aku akan menemui paman Wiradi dan semua anak buah Kakek untuk membuat peraturan baru !" Narendra berkata dengan tegas.
Bandi terkejut, terlihat karisma Narendra yang bersinar saat dia melihat punggungnya , Bandi membatin " Tuan Naraya , aku rasa Tuan Narendra akan melebihi ekspetasimu "
Bandi kemudian menjawab ucapan Narendra " Baik Tuan !!"
.
__ADS_1
.