
Narendra memberi pesan kepada sepuluh Calon yang akan menjadi Asistennya , seperti kata Tari.
Pesan tersebut berbunyi ,jika mereka harus datang menghadap Narendra tepat Jam 7 pagi tidak lebih tidak kurang , jika mereka yang datang tepat waktu maka dialah yang akan menjadi Asistennya.
Jelas saja saat mendapatkan pesan tersebut , semua orang tersenyum kecut , pasalnya akan sangat susah datang tepat jam 7.
Walaupun di Zelris tidak macet , tapi mereka juga harus memperhitungkan Waktu dengan tepat agar bisa menghadap Narendra dengan waktu yang Pas.
Satu orang Pria dan Wanita yang mendaftar , mereka berdua menghela napas untuk menenangkan pikiran.
Wanita yang Bernama Vera bergumam " Bagaimana caranya aku bisa datang tepat waktu ?" Dia terlihat berpikir sejenak kemudian tersenyum sendirian di kamarnya.
Sementara itu Seorang Pria yang bernama Vidal juga punya pemikiran yang sama dengan Vera , Mereka berdua berencana menunggu di gerbang dulu , jika waktu tinggal sepuluh menit . mereka berdua akan bergegas masuk.
Keduanya juga kebetulan sama - sama lulusan Manajemen dan Ekonomi , jadi mereka berdua sangat layak menjadi Asisten Narendra.
Mungkin karena itulah mereka memiliki cara dan pemikiran yang sama ,untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Sementara Narendra tidak tahu jika akan ada dua orang yang bisa datang tepat Waktu , di situlah Narendra akan di buat dalam dilema.
Narendra yang selesai bergulat dengan Tari ,dia buka suara " Liar sekali istriku kali ini " Goda Narendra pada Tari.
Tari tersipu " Habisnya papih sudah lama tidak menyentuh Mamih sih.."
" Iya kah ?, perasaan Baru beberapa hari deh.." Narendra masih terus menggoda Tari.
" Papih ih....." Tari memukul - mukul kecil bahu kiri Narendra.
Narendra tersenyum " Iya, iya Maaf sayang...., Cup " Narendra mengecup Kening Tari.
" Terimakasih yah Sayang..." Ucap Narendra lembut.
Tari mengangguk Sambil tersenyum , dia memeluk tubuh suaminya dengan penuh kasih sayang , sebelum akhirnya mereka bergegas membersihkan diri, untuk bergabung dengan Winda dan makan Malam bersama.
__ADS_1
Keluarga kecil tersebut makan malam di penuhi dengan perasaan senang , walaupun keluarga mereka tidak besar seperti keluarga lainnya , tapi mereka tetap bersyukur, setidaknya masih di berikan kebersamaan seperti sekarang.
***
Sementara itu di tempat Ludwil dia sedang membuka situs Web khusus pembunuh bayaran , dia menawarkan 30 juta dolar untuk membunuh Narendra.
Tentu saja saat berita tersebut di rilis banyak pembunuh bayaran yang tergiur . pasalnya dengan 30 juta dolar , mereka bisa hidup tenang dalam beberapa tahun.
Tapi berita tersebut sampai di Vincen , karena Vincen dulunya seorang pembunuh bayaran ,dia jelas dapat akses masuk ke situs tersebut dengan data miliknya.
Vincen mengerutkan keningnya saat Melihat Foto Narendra dan sejumlah uang yang ditawarkan situs tersebut untuk membunuhnya.
Vincen sering melihat Situs tersebut untuk mencegah anggota atau Keluarga Tuannya berada di List daftar pembunuhan.
Maka dari itu Vincen selalu aktif di Situs tersebut , dia juga sering melakukan beberapa misi , seperti membunuh saingan Naraya dulu, jika dia mereka ada dalam Situs Web tersebut, dengan begitu dia tidak akan di curigai oleh otoritas Web pembunuh dan memblokir datanya.
" Berani sekali yang menaruh foto Tuan Narendra di list , apa kalian sudah bosan hidup ?" Vincen terlihat menyeringai seperti Iblis.
Sontak saja setelah mengetahui hal tersebut , Brodi dan beberapa anggota terampilnya langsung ke Vila Narendra , Brodi sendiri yang akan menjaga Narendra.
Karena menurut Vincen akan banyak pembunuh yang berdatangan , pasalnya bayaran yang di tawarkan sangat menggiurkan.
Sementara Vincen , dia berusaha melacak orang yang menawarkan hadiah tersebut , dengan beberapa Hacker kelas wahid yang di milikinya, walaupun itu akan Sulit tapi Vincen akan berusaha melakukan yang terbaik, karena dia sudah bersumpah akan melindungi Narendra.
Di Vila Narendra ...
Bandi terkejut karena Brodi dan enam orang anak buahnya datang ke Vila tersebut.
Bandi menghampiri Brodi " Tuan Brodi ada apa ? , kenapa anda kemari ?"
" Bandi , kamu beritahu Tuan Narendra beberapa hari ini jangan keluar dari Vila , semua kebutuhan Bahan makanan yang masuk semuanya harus diperiksa terlebih dahulu dan jangan biarkan orang asing masuk , Aku yang akan berada di dekat Tuan Narendra untuk beberapa hari ini , sementara kamu jaga di gerbang !" Ucap Brodi penuh dengan ketegasan.
Bandi terkejut dengan pengaturan mendadak tersebut , tapi karena dia tahu jika Brodi mempunyai banyak jaringan international ,jelas ada sesuatu yang berbahaya yang sedang mengincar Narendra.
__ADS_1
" Dimengerti Tuan Brodi !" jawab Bandi sigap.
Bandi juga langsung mengkordinir anak buahnya agar menuruti semua ucapan Brodi , setelah itu Bandi langsung bergegas menemui Narendra.
Narendra yang selesai makan malam , dia sedang bersantai di ruang keluarga , Winda juga terlihat ada disana .
Bandi membisikan sesuatu pada Narendra , Narendra yang mendengar hal itu, dia menyuruh Lulu , Baby Sister Winda untuk membawa Winda masuk ke kamarnya.
Lulu tanpa banyak bertanya dia membawa Winda masuk ke kamar dengan patuh.
Setelah Winda dan Lulu sudah pergi ,Narendra bertanya pada Bandi " Jelaskan detailnya Bandi !"
" Saya mendengar ini juga dari Tuan Brodi , dia juga datang kesini langsung untuk menjaga anda , Saya yang akan menjaga di gerbang , beliau yang menggantikan saya menjaga anda secara pribadi Tuan " Bandi menjelaskan dengan sedetail mungkin.
Tari yang belum tahu maksudnya ,dia kebingungan " Pih..apa yang sebenarnya sedang terjadi ?"
Narendra tersenyum " Mamih tenang dulu , nanti aku jelaskan , Bandi bilang pada Brodi aku mengerti "
" Baik Tuan !" Bandi langsung bergegas menemui Brodi.
Pergantian penjaga pun di lakukan , Narendra juga sudah memeberitahu Tari , Saat mengetahui hal tersebut ,Wajah Tari langsung memucat ,pasalnya jika pembunuh bayaran seperti di film - film maka itu sangat menakutkan baginya.
Apalagi mereka sekarang ada di luar Negeri yang notabenya banyak pembunuh bayaran yang profesional. Tapi Narendra memberitahu Tari agar tenang , karena Brodi adalah orang yang cakap.
.
.
.
.
.
__ADS_1