Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 84


__ADS_3

Narendra mengerti sedikit tentang keadaan Vincen, dia berpikir sejenak untuk memberikan jalan terbaik buat Vincen.


" Mih... menurutmu Aulia bisa suka dengan Vincen atau tidak ?" tanya Narendra spontan.


Tari mengerutkan keningnya " Maksud Papih ?" tanya Tari penasaran.


Narendra menghela napas " Jika Vincen benar - benar menyukai Aulia, kenapa kita tidak membiarkannya saja agar Vincen semakin dekat dengan Aulia, toh itu jiga tidak meugikan kita "


Brodi menimpali " Tuan Narendra, kenapa anda ingin menjodohkan mereka ?, bukankah itu bukan urusan anda ?" tanya Brodi penasaran.


Bandi mengangguk setuju, Narendra seharusnya tidak perlu mencampuri urusan orang lain, dia saja sekarang sedang ada masalah.


Narendra tersenyum " Aku tidak pernah menganggap kalian sepenuhnya bawahanku, bagiku kalian adalah keluargaku, Jadi aku ingin kalian juga merasakan kebahagiaan juga " ucap Narendra tulus.


Brodi dan Bandi langsung tertegun, pasalnya mereka tidak pernah mengira jika Narendra akan mengucapkan kalimat tersebut.


Mereka berdua menatap Narendra dengan penuh kekaguman, Brodi semakin yakin jika dia tidak salah bekerja untuk Narendra.


" Jika kalian perlu sesuatu bilang saja padaku, tidak usah ada yang di tutup - tutupi, kalian boleh pergi sekarang " ucap Narendra lembut.


Brodi dan Bandi pamit undur diri, mereka berdua memiliki pemikiran masing - masing untuk Narendra, Brodi yang semakin memantapkan tekadnya untuk terus melindungi Narendra, Bandi yang ingin berusaha lebih keras lagi agar bisa melindungi Narendra seperti Brodi.


Pada dasarnya pemikiran mereka sama saja, sama - sama ingin menjadi yang terbaik untuk Narendra.


Setelah kepergian Brodi dan Bandi, Narendra menyuruh Tari untuk memanggil Aulia " Mih.. tolong panggilkan Aulian kesini, aku ingin bicara dengannya "


Tari mengerutkan keningnya " Bicara apa ?!" tanya Tari ketus.


" Mih... bukankah tadi kita membahasnya disini ?, aku hanya ingin bertanya pada Aulia tentang Vincen " ucap Narendra tidak berdaya.

__ADS_1


Tari langsung ngeleyor begitu saja tanpa berbivara sepatah katapun pada Narendra.


Narendra menghela napas " Apa Mamih sedang datang bulan yah ?, perasaan dari tadi dia marah - marah mulu !, ah... lebih baik nanti malam aku cek langsung saja, dia sedang datang bulan atau tidak !"


Tak berselang lama Tari datang membawa Aulia yang sudah berganti pakaian, dia juga terlihat sudah Mandi.


Narendra tertegun karena melihat gadis Bule yang sangat Cantik di hadapanya, dia tidak berkedip selama beberapa detik dan terus memandangi Aulia.


" Mata awas,.atau mau aku pasangi kacamata Kuda !" Ucap Tari dingin.


Seketika Narendra tersadar ' Ehem ' dia berdehem untuk menghilangkan kecanggungan tersebut.


" Aulia duduklah !" ucap Narendra lembut.


" Pih.... "Tari semakin tidak tahan dengan Narendra yang seolah tertarik dengan Aulia, padahal dulu di Zolria ada Ayu yang sama cantiknya dengan Aulia dia tidak sampai seperti itu.


" Kenapa lagi Mih... ?" tanya Narendra tidak berdaya.


Tari tidak menjawab ucapan Narendra, dia membuang muka karena kesal dengan Narendra yang memperhatikan Aulia sampai tertegun.


Narendra menghela napas, dia kemudian berbicara dengan Aulia yang sudah duduk dan mengabaikan Tari terlebih dahulu " Aulia, bagaimana perlakuan anak buahku di ruang penyekapan padamu, jawab yang jujur !" tanya Narendra tegas.


Aulia menjawab dengan menundukan kepalanya " dia melayaniku dengan baik Tuan, hanya saja saya tidak di biarkan Mandi selama di ruang penyekapan !" ucap Aulia Sendu.


" Memangnya di ryang penyekapan tidak ada kamar mandi ?" tanya Narendra yang memang belum melihat ruang penyekapan tersebut.


Aulia menggeleng " tidak ada Tuan "


Narendra menghela napas, dia kemudian mengubah topik " Menurutmu bagaimana tentang orang yang mengawasimu itu ?" Narendra mulai meraba pandangan Aulia pada Vincen.

__ADS_1


" Maksud Tuan ?" tanya Aulia bingung.


Narndra bingung bagaimana bertanya tentang Vincen pada Aulia, tapi Tari tiba - tiba bertanya langsung " Orang yang melayani kamu bagaimana menurut kamu, sifatnya, wajahnya dan yang lainnya ?"


Aulia mengangguk mengerti, dia pikir jika Narendra sedang menguji anak buahnya tersebut, untuk itu dia bertanya padanya.


" Dia baik, kadang - kadang juga ngobrol denganku, walau terkadang dia bertingkah aneh " jawab Aulia jujur.


" Kalau tampangnya menurut kamu ?" tanya Narendra spontan.


Karena Aulia pikir Narendra bertanya standar bawahan yang garang, dia menjawab dengan salah paham " Lumayan, dia pantas menjadi seorang bawahan !"


Narendra tersedak ludahnya ' uhuk, uhuk..! '


Tari mengusap punggung Narendra dengan lembut, dia tahu apa yang Narendra rasakan, Tari menatap Aulia dengan penuh kasih.


" Cantik - Cantik tapi tidak bisa melihat tampang orang yang tampan dan tidak, ternyata ucapan cinta itu buta itu benar adanya !" gumam Narendra dalam hati.


Tari juga memiliki pemikiran sendiri " Aulia, Aulia, kamu memang wanita yang sangat baik, jika aku jadi kamu, mungkin aku akan berpikir dua kali sebelum mengatakan hal itu! "


Narendra dan Tari pikir, jika Aulia juga menyukai Vincen, pasalnya dia menjawab dengan begitu santai, tanpa tertekan sama sekali.


Pada akhirnya pemikiran suami istri tersebut, sama - sama melenceng dari fakta yang sebenarnya, karena Aulia sama sekali tidak tertarik dengan Vincen.


Narendra menghela napas " Aulia, kamu tentu tahu jika aku mungkin akan menjatuhkan Ayahmu !, sekarang kamu pilih, ingin jatuh bersama mereka atau mau mendapat pengampunan dariku, aku memberikan kamu pilihan karena Istriku kasihan padamu, jadi jangan berpikir jika kamu bebas melakukan apa saja disini !" tanya Narendra langsung ke intinya.


Pada dasarnya pertanyaan Narendta hanya untuk sedikit mengancam Aulia, agar dia secepatnya memilih untuk kehidupannya sendiri.


Sebenarnya Narendra tidak berniat menghancurkan keluarga Zain sepenuhnya, dia hanya ingin menyingkirkan Ludwil, untuk masalah yang lainnya, Narendra yakin jika Brodi dan Vincen bisa meredam keluarga Zain yang lain dengan menggandeng pejabat Zelriz, dengan bantuan Baron.

__ADS_1


.


.


__ADS_2